My Secret With CEO

My Secret With CEO
112


Akhirnya setelah empat jam berlalu, Lila pun segera tersadar. Perkiraan bahwa obat bius itu hanya akan berakhir dalam tiga jam meleset hingga membuat Melvin dan Luke sempat panic. Tapi kemudian dokter menjelaskan bahwa setiap orang punya reaksi tubuh nya masing-masing terhadap sesuatu yang masuk ke tubuh nya.


“Dear!” panggil Melvin saat Lila membuka mata nya.


“Hubby, kabur! Aku tidak bisa melihat dengan jelas.” Ucap Lila.


Melvin yang mendengar itu segera menatap dokter. Dokter pun segera memeriksa kondisi Lila.


“Bagaimana nona Lila, apa masih kabur?” tanya dokter.


Lila mengangguk tapi kemudian dia tersenyum, “Jelas dokter. Saya bisa melihat dengan jelas.” Ujar Lila kemudian.


Para dokter dan Melvin yang mendengar ucapan Lila pun seketika saling memandang satu sama lain dengan ekpresi yang entah lah sangat lucu. Mereka terlihat seperti orang bodoh karena tadi nya sudah berpikir bahwa formula yang mereka buat itu mengalami kesalahan padahal sudah di pastikan sebelum nya aman di gunakan. Mereka sudah takut tapi ternyata itu hanya lah sebuah prank maupun lelucon saja.


Melvin mendekati Lila, “Hubby, kau tidak ingin memberikan pelukan atau apapun untukku karena sudah melewati pengobatan awal ini?” tanya Lila menatap suami nya itu dengan penuh senyum.


Melvin segera memeluk Lila, “Kau benar bisa melihat dengan jelas kan sayang? Tidak kabur, bukan?” tanya Melvin memastikan.


Lila mengangguk, “Aku bisa melihatmu dengan jelas hubby. Tadi aku hanya ingin membuat kalian panic sebentar. Aku memohon maaf untuk itu.” ucap Lila memandangi para dokter yang masih saja terkejut itu.


“Lain kali jangan lakukan itu lagi sayang. Kau tahu betapa takut nya aku.” Ucap Melvin lalu segera memeluk istri nya itu erat. Lila juga membalas pelukan suami nya itu.


Para dokter pun segera keluar dari ruangan itu setelah memastikan kondisi Lila baik-baik saja. Lila hanya di minta untuk menghabiskan cairan infus nya yang masih terpasang sebelum nanti akan di lepas.


“Sayang, kamu mau makan apa?” tanya Melvin.


Melvin pun segera meminta pelayan membawakan makanan ke ruangan itu, “Kita makan di luar saja hubby. Ini adalah ruang perawatan.” Ucap Lila melihat makanan yang sudah di sediakan untuk nya itu. Semua adalah makanan kesukaan nya. Jadi mana mungkin dia menolak yang sudah di siapkan untuk nya itu.


Melvin menyuapi Lila makan. Tidak dia izinkan istri nya itu makan sendiri.


“Hubby, kau juga makan lah.” Ucap Lila.


Melvin pun mengangguk dan akhirnya mereka makan bersama-sama dengan satu piring dan juga satu sendok.


Setelah makan mereka menuju halaman belakang melihat kolam yang ada di sana, “Hubby, tempat ini kecil dan terkesan sederhana karena bentuk nya tapi aku bisa menemukan kenyamanan di tempat kecil ini.” ucap Lila.


“Apa tidak bisa kah tempat ini jadi milik kita?” sambung Lila kemudian.


“Hum, apa kamu sangat menyukai tempat ini?” tanya Melvin balik.


Lila mengangguk, “Hum, aku menyukai nya. Tapi aku juga menyukai Negara kita.” Ucap Lila.


Melvin yang mendengar itu pun tersenyum, “Kita akan mencari tempat di sini. Jadi kita berlibur nanti di sini. Walaupun tidak di tempat ini tapi setidak nya berada di Negara ini. Kita bisa mengajak anak-anak juga ke sini.” Ucap Melvin.


“Seperti nya itu ide yang bagus. Kita akan melakukan nya. Aku setuju dengan itu.” balas Lila tersenyum.


Melvin yang melihat itu pun ikut tersenyum. Selama Lila bahagia maka apapun akan dia lakukan.