
“Dear!”
Melvin gemas dengan istri nya itu apalagi melihat Lila yang tertawa meledek nya. Melvin segera mendekati istri nya itu dan segera mencium bibir Lila dengan ciuman yang panas. Lila pun hanya menerima saja ciuman yang di berikan suami nya itu. Kedua nya larut dalam ciuman panas hingga Selena yang masuk ke ruangan segera menutup kembali pintu ruangan Melvin.
“Maaf!” ucap Selena segera menutup pintu ruangan Melvin kembali dengan perasaan deg-degan karena melihat adegan yang sangat panas antara tuan dan nyonya nya. Yah, harus dia akui dia pun melakukan hal itu dengan suami kecil nya tapi tetap saja perasaan nya deg-degan melihat adegan panas seperti itu secara nyata.
“Wah, aku tidak menyangka bahwa mereka akan melakukan adegan panas seperti itu. Jika sampai hal ini terbongkar sampai ke luar maka citra tuan yang dingin selama ini akan hancur karena pada kenyataan nya dia sangat panas.” Gumam Selena.
“Tapi siapa juga pria yang tidak akan mencair atau pun luluh jika di hadapkan pada wanita cantik penuh pesona seperti nyonya. Pasti akan sangat tertarik. Nyonya sangat cantik. Aku pun merasa insecure dengan nya. Pantas saja tuan nyaris seperti orang gila saat mencari nyonya yang menghilang.” Sambung nya masih bergumam dengan di tangan nya ada dua gelas minuman pesanan tuan dan nyonya nya itu.
“Silahkan masuk, Selena.” Itu suara Melvin dari arah dalam.
Selena pun menarik napas panjang lebih sebelum masuk ke ruangan tuan nya itu seolah mempersiapkan diri akan kemungkinan adegan panas yang akan dia lihat. Tapi begitu dia masuk ternyata hal itu tidak terjadi. Tuan dan nyonya itu berada pada posisi mereka masing-masing.
Melvin berada di meja kerja nya sementara Lila sedang duduk di sofa dengan majalah di tangan nya beberapa menit lalu kedua atasan nya itu tidak mempertunjukkan adegan khusus dewasa. Mereka kembali ke sosok mereka masing-masing yang di kenal dingin. Padahal tadi sangat panas. Apakah orang yang dingin ketika di panaskan akan sangat panas.
“Ini minuman nya tuan, nyonya!” ucap Selena hendak meletakkan minuman di meja kerja Melvin.
“Letakkan saja di meja di hadapan istriku.” Ujar Melvin.
Selena pun hanya mengangguk dan segera meletakkan dua gelas minuman itu di hadapan Lila yang serius dengan majalah nya bahkan tidak melihat nya.
Selena pun hendak berdiri tapi terhenti begitu mendengar ucapan Lila, “Tidak perlu canggung seperti itu. Apa yang kau lihat tadi bukankah kau juga melakukan hal itu bersama suamimu.” Ucap Lila segera memandang sekretaris suami nya itu dengan tatapan khas. Tatapan khas mengintimidasi.
“Ah iya nyonya. Saya akan melupakan nya. Saya tidak melihat apapun hari ini,” balas Selena gugup. Entah kenapa nyali nya yang biasa menggoda Melvin walaupun itu hanya candaan saja menghilang di telan bumi begitu di hadapkan dengan Lila.
Lila pun tertawa mendengar ucapan Selena. Melvin sendiri pun hanya bisa menggelengkan kepala nya akan tindakan istri nya itu yang sudah membuat Selena gugup. Padahal selama ini sekretaris nya itu memilki nyali yang besar tapi kini tidak bisa berkutik dengan istri kecil nya yang bahkan jauh lebih muda dari Selena sendiri.
“Hey, saya tidak memintamu untuk melupakan nya atau pun berpura-pura tidak melihat kejadian beberapa menit lalu. Jika saya melakukan itu maka saya akan memintamu melakukan sesuatu kebohongan. Itu memang bukan kejahatan tapi membuat hati nurani kita tidak setia. Jadi bersikap lah seperti biasa. Sikapmu yang seperti kepada tuan Melvin. Aku tidak akan memakanmu. Lagi pula mana mungkin seorang adik memakan orang yang lebih tua dari nya. Kualat nanti.” Ucap Lila.
Speachless
Itu lah yang saat ini di alami oleh Selena. Dia hanya bisa menganga tidak menyangka akan mendengar kalimat seperti itu dari nyonya muda nya itu.
“Ohiya, jangan kaget dengan panggilan itu karena aku memang suka memanggil kakak pada orang yang memiliki usia lebih banyak dariku. Aku menyukaimu kak. Kau orang yang tulus walaupun bagi orang yang pertama melihatmu mungkin akan memiliki kesan lain. Tapi aku tahu kau bukan orang seperti itu. Kau tidak mungkin menggoda suamiku yang usia nya setahun lebih tua darimu karena kau sendiri memiliki sugar baby. Tapi itu menarik. Aku sendiri ingin tahu bagaimana memiliki hubungan dengan orang yang usia nya di bawah kita. Jangan tersinggung dengan ucapanku kak.” Ucap sambung Lila.
“Dear, aku tidak menyukai ucapanmu itu terkait hubungan dengan orang yang berusia di bawahmu. Aku bisa menjadi orang seperti itu jika memang kau menginginkan.” ucap Melvin tidak terima dengan ucapan istri nya itu.
“Hahahah, lihat lah Selena. Aku seperti nya memang sudah di takdirkan berjodoh dengan pria yang usia nya lebih tua dariku. Aku mencintai nya dengan semua kelebihan dan kekurangan nya. Aku mencintai nya dengan takdir yang sudah menyatuhkan kami di masa lalu. Walaupun sempat banyak drama yang terjadi. Tapi dia sudah membuktikan bahwa dia memang pantas menjadi idolaku.” Ucap Lila.
Melvin yang mendengar ucapan istri nya itu pun terharu dengan memandang Lila.
Selena yang berada di ruangan itu merasa menjadi orang ketiga saja. Dia berada di tengah-tengah dua orang yang saling mengungkapkan perasaan mereka. Ahh sangat romantic hingga dia merasa iri dan ingin segera pulang menemui suami kecil nya.
“Sayang!” ucap Mlevin.
“Stop!” ucap Lila menghentikan langkah Melvin yang hendak mendekati nya.
“Jangan mendekat apalagi terharu dengan ucapanku barusan. Sana duduk lah di sana. Aku ingin bicara dengan Selena. Hum mungkin sekitar setengah jam saja. Jadi aku meminta waktu nya setengah jam agar kau mengizinkan nya untuk tidak kembali mengerjakan tugas nya.” Ucap Lila menatap sang suami dan Selena bergantian.
Selena yang mendengar ucapan Lila segera menatap Melvin, “Itu saja kata istriku, Selena. Aku mengizinkan kalian bicara.” Jawab Melvin pasrah.
“Ahh makasih suamiku.” Ucap Lila segera mendekati Melvin dan tidak tanggung-tanggung dia memberikan kecupan di pipi suami nya.
Setelah itu dia segera menggandeng lengan Selena, “Ayo kita cari tempat lain untuk bicara, kak Selena.” Ajak Lila.
“He’ehh mau kemana? Bicara saja di sini. Kenapa harus keluar?” tanya Melvin.
Lila pun menoleh dan menatap suami nya itu, “Kenapa menanyakan itu? Bukan kah hubby sudah memberikan izin untuk Selena bicara denganku? Jadi apa masalah nya sekarang?” tanya Lila balik.
“Itu--”
“Ah sudah lah. Ayo Kak kita bicara di luar.” Ajak Lila segera keluar dari ruangan suami nya itu. Selena pun hanya bisa pasrah mengikuti Lila.
“Ah istriku itu memang tidak tertebak? Entah apa yang akan dia bicarakan dengan Selena?”