My Secret With CEO

My Secret With CEO
140


"Kau mau kemana, by?" tanya Lila.


Lila mengatakan itu sambil menahan tangan suami nya untuk tidak pergi meninggalkan nya sendiri di kamar mandi itu.


Melvin pun berbalik kembali dan menatap istri nya itu dengan lembut.


"Jangan menahan ku, dear. Kau tahu aku bisa saja khilaf jika mandi bersamamu. Kita akan mandi terpisah saja. Kau di sini aku akan mandi di sana." Ucap Melvin sambil menunjuk ke arah shower.


"Kenapa tidak mandi bersamaku saja. Bukan kah itu yang biasa di lakukan oleh pasangan yang baru saja melakukan malam pertama mereka. Aku tahu ini bukan yang pertama untuk kita dan kita juga tidak melakukan malam pertama tapi siang pertama. Tidak kah kau ingin memberikan pengalaman mandi bersama itu bersamaku." ucap Lila santai seolah apa yang baru saja dia katakan itu bukan mengandung perkataan yang menggairahkan.


"Dear!" ucap Melvin dengan suara berat nya karena dia memang sedang menahan hasrat nya. Siapa juga yang tidak akan tergoda jika melihat seorang wanita yang tengah telanjang di harapan kita. Apalagi jika wanita itu adalah istri kita sendiri yang sudah sah kita gauli. Terus di tambah dia juga baru merasakan kenikmatan itu beberapa jam lalu. Nafsu nya yang baru saja di bangunkan itu memang masih dalam fase panas-panas nya. Sangat menggebu.


Jujur saja sekali saja tidak cukup. Mana cukup dan mana tahan apalagi jika harus melihat visualisasi Lila yang sempurna dengan tubuh indah nya tanpa cacat. Dia memang di lahirkan dengan sosok nya yang cantik dan tidak membosankan jika di pandang dalam waktu lama.


"Ayo bergabung denganku, by. Aku adalah istrimu. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan. Jujur saja tidak hanya kau yang menginginkan nya. Aku juga menginginkan nya." Ucap Lila.


Melvin sendiri juga paham bahwa Lila hanya sebatas menggoda nya saja. Dia juga sadar bahwa istri nya ini masih dalam tahap pengobatan. Apa yang sudah mereka lakukan beberapa saat lalu saja sudah sempat membuat nya khawatir. Dia tidak ingin memperparah kesehatan Lila. Dia tidak ingin Lila lelah. Sudah sangat bersyukur dia saat Lila sudah menyerahkan diri nya. Mereka sudah saling menyatu dan memiliki satu sama lain.


Kini Melvin dan Lila baru saja selesai memakai pakaian setelah kurang lebih setengah jam mandi bersama.


"Kenapa tidak melakukan nya kembali saat kita mandi suamiku? Padahal aku tahu kau sudah menahan nya." ucap Lila saat Melvin membantu mengeringkan rambut nya.


"Aku akui bahwa aku tergoda dan sangat ingin melakukan nya. Hanya saja aku sadar bahwa kesehatanmu lebih penting dari nafsuku. Aku menyayangimu sayang. Aku senang kau sudah bersedia memberikan hal itu padaku. Menyempurnakan pernikahan kita." ucap Melvin.


Lila pun tersenyum terharu, "Aku sudah sembuh suamiku. Aku sudah sehat. Maaf jika baru memberikan nya sekarang. Aku sudah menunda nya selama ini. Kau sudah menunggu nya selama ini padahal seharus nya itu bisa kaj dapatkan saat malam pernikahan kita." ucap Lila.


"Aku tidak menyalahkanmu, dear. Bukan kah siang pertama jauh lebih menantang dari pada malam pertama." ucap Melvin mengalihkan topik karena tidak ingin Lila teringat masa lalu lagi.


Melvin sudah memutuskan akan fokus melanjutkan hidup bersama istri dan anak-anak nya.