
"Kalau gitu sebaiknya kita pakai sekarang juga! dan untuk lo Tao, maafin kita semua karena kita nggak ada di saat Io butuh ! semoga kalian berdua bisa tenang bersama dan juga adik perempuan kalian ini!!" kata Nathan yang sudah mengucapkan salam perpisahan juga meminta maaf karena tidak ada di saat tao membutuhkannya.
"Makasih atas semua bantuan dari kalian!! Mungkin ini memang sudah jadi takdir gue, kalian juga nggak salah! gue udah ikhlas menerima takdir gue ini! salam buat yang lainnya, katakan pada mereka semua kalau gue udah menganggap mereka semua sebagai keluarga gue sendiri!!" ucap Tao dengan mata yang berkaca-kaca mengucapkan salam perpisahannya.
"Itu pasti! lo tenang aja, kita berdua pasti akan menyampaikan pesan dari Io ini!!" Alex mencoba membuat suasana di antara mereka menjadi damai.
Kemudian setelah itu, Tao, Tio dan juga adik perempuan mereka, perlahan masuk ke dalam sisi terang. Sisi di mana seharusnya mereka berada, kesedihan Alex dan juga Nathan terlihat saat melepas kepergian mereka.
Di dunia nyata yaitu diluar astral projection air mata Nathan dan juga Alex mengalir, hingga membuat Lisa dan Nadia merasa semakin khawatir.
"Mereka sudah tenang sekarang, lebih baik kita harus segera pergi dari sini juga, karena iblis itu pasti akan datang ke sini!" ucap Nathan mengajak saya untuk keluar dari astral projection.
Akan tetapi saat mereka hendak keluar dari astral projection, tiba-tiba saja ada suara yang menggema di telinga mereka berdua. Dan suara itu berhasil membuat kaki mereka berdua tidak bisa digerakkan.
"Hahahahahaha!!!!!! Apa kalian pikir kalian bisa lari dariku dengan mudah? Dasar bodoh!!!" ucap iblis itu akan tetapi tidak terlihat wujudnya.
"Gawat!!!" ucap Nathan yang khawatir.
Hanya ada suara saja yang menggema di sana, tanpa terlihat wujud iblis itu. Namun Nathan sudah tahu kalau itu adalah suara iblis tadi.
"Kita harus segera keluar dari sini!" ajak Nathan.
"Iya Nathan lo benar! tapi bagaimana cara kita bisa keluar dari sini?" ucap Alex yang setelahnya berpikir tentang bagaimana cara untuk keluar dari sana.
"Kalian berdua akan berada di sini selamanya, dan akan menjadi budak ku yang selanjutnya!! Hahahaha!!" kata iblis itu sembari tertawa jahat ke arah mereka berdua.
"Kita berdua tidak akan mau!!" jawab Alex yang menolak ucapan iblis itu.
"Oh iya? benarkah itu?" ucap iblis itu dengan santainya.
Setelah itu, perlahan sosok iblis itu muncul dan mendekat kearah mereka berdua.
Nathan di juga Alex semakin terlihat panik, karena kaki mereka berdua tidak bisa digerakkan. Sedangkan di sisi lain iblis itu sudah semakin mendekat ke arah mereka.
"Nathan bagaimana ini?" ucap Alex yang panik.
"Gue juga nggak tahu !!" ucap Nathan sembari berusaha menggerakkan kakinya.
Nathan dan juga Alex berusaha keras agar mereka dapat digerakkan lagi. Akan tetapi usaha mereka hanya sia-sia saja.
Bahkan iblis itu sudah mulai mendekat kearah mereka, mereka semakin panik dibuatnya karena tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Namun salah keajaiban muncul ,tiba-tiba saja Gisella muncul dan menyiram kaki mereka berdua dengan air suci. Nathan dan juga Alex tampak terkejut melihat kedatangan Gisella dari alam nyata.
"Gisella?!" mereka berdua bersamaan saat melihat Gisella yang muncul di hadapan mereka.
Nathan dan juga Alex sempat tidak menyangka kalau Gisella datang dan langsung menyelamatkan mereka dari iblis itu.
"Kita harus segera pergi dari sini!"kata Gisella menyarankan agar mereka segera keluar dari astral projection.
"Arkhhhhhhhh!" iblis itu mengaum merekah, "Beraninya kau gadis !!" iblis itu menatap tajam Gisella lalu mempercepat langkahnya menuju ke arah mereka bertiga.
Gisella ada yang lihat iblis itu semakin mendekat, spontan langsung melempar iblis itu dengan air suci yang dia bawa. Iblis itu langsung terbakar oleh air suci yang dilempar oleh Gisella tadi.
"Akhhhhhh! Panas!!!" iblis itu berteriak kepanasan.
Saat mengetahui sudah ada peluang untuk pergi tempat itu dan kembali dari astral projection. Mereka langsung menuju pintu astral projection yang akan membawa mereka kembali ke dunia mereka. Namun tanpa mereka sangka, tiba-tiba saja Gisella pingsan karena merasakan sakit pada bagian perutnya yang seperti terasa ditusuk.
Beberapa menit kemudian Nathan dan juga Alex berhasil kembali ke tubuh mereka. Gisella sempat pingsan saat masih di alam lain. Lalu Nathan memutuskan untuk menggendong tanpa tahu apakah nanti Gisella dapat kembali atau tidak, karena kondisinya yang pingsan.
Nadia dan juga Lisa bernapas lega melihat suami mereka sudah kembali dari alam lain, dan langsung memeluk hangat suami mereka.
Akan tetapi tidak dengan Gisella yang masih menutup matanya, dan membuat semua orang khawatir akan apa yang terjadi pada Gisella.
"Kenapa Gisella belum sadar, Bukankah dia yang harusnya sadar terlebih dahulu?" Chan yang mulai khawatir pada kondisi istrinya yang masih menutup matanya.
" Maafin kita berdua Chan, kita juga nggak tahu kenapa Gisela tiba-tiba muncul dari astral projection!" kata suhu menjelaskan pada Chan kalau Gisella sempat menolong mereka dengan masuk ke astral projection.
"APA??" mendengar pernyataan dari Nathan tadi membuat Chan merasa khawatir, karena dari awal Chan memang tidak mengijinkan Gisella untuk masuk ke astral projection. Dan hanya memperbolehkan Gisela untuk menjaga portal saja.
"Tapi lo nggak usah khawatir tadi dia juga kembali bersama dengan kita!!" ucap Alex yang mencoba membuat Chan tidak perlu merasa khawatir.
"Tapi kenapa sampai sekarang dia belum membuka matanya?" ucap Chan.
Tiba-tiba saja Gisella membuka matanya dan terbatuk.
"Uhuk uhuk " Gisela membuka matanya disertai batuk dengan darah yang keluar dari mulutnya ,dan itu sontak membuat semua orang yang ada di sana merasa khawatir, akan apa yang terjadi pada di sela terutama Chan, suaminya.
"Gisella?" ujar Chan yang langsung menggendong Gisella dan meletakkannya di atas ranjang.
"Mafioso cepat segera panggil dokter!" perintah Leon pada seluruh mafioso yang ada di sana.
Selang beberapa saat dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Gisella. Semua orang menunggu keputusan dokter ,karena mereka penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada Gisella.
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya, Dok?" tanya Chan yang memeriksa kondisi Gisella.
"Sebelumnya saya minta maaf, tuan tapi ini sudah menjadi takdir!" ucap dokter yang terlihat sedikit penyesalan dari raut wajahnya.
Semua yang ada di sana menatap heran pada dokter itu. Lalu Chan memutuskan untuk bertanya lagi tentang apa maksud yang tadi dikatakan oleh dokter itu.
Dokter itu menghela nafas panjang lalu berkata,,,
" Janin yang ada di dalam perut nona Gisella tidak dapat diselamatkan!"
Deg,,,,