Kamar 126

Kamar 126
Cemburu


Lisa yang saat itu sedang memanggang sosis menyuruh Alex untuk mengambilkan daging.


"Eh, kamu siapa namanya?" Tanya Lisa sebelum menyuruhnya untuk mengambilkan daging.


"Aku?" Tanya Alex dengan menunjuk ke arah dirinya sendiri.


"Nah iya kamu, siapa lah terserah, tolong ambilkan aku daging itu!" Ucap Lisa sambil menunjuk daging yang belum di masak di meja.


Alex pun membawa daging itu ke arah Lisa dan memberikannya pada Lisa.


"Nih!" Ucap Alex sembari menyodorkan daging pada Lisa.


"Terima kasih!" Ucap Lisa sembari tersenyum manis ke arah Alex.


"Gadis ini cantik juga kalau dilihat dari dekat seperti ini!" Kata Alex di dalam batinnya sambil memandang Lisa.


Lisa yang sadar di tatap oleh Alex pun berkata dalam batinnya,,,,


"Pria ini kenapa? Kenapa dia menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Lisa di dalam batinnya.


"Dorr!!!" Ucap Nadia yang membuat Lisa terkejut dan terjatuh. Namun ternyata Alex dengan sigap langsung menangkap Lisa yang hendak jatuh ke tanah.


Brukk,,,


"Ups" Ucap Nadia sembari menutup mulutnya karena melihat adegan mesra kedua orang itu.


Kini mata Alex dan juga Lisa saling beradu, menatap satu sama lain. Pemandangan itu dilihat oleh semua orang yang ada di sana.


"Pria ini tampan sekali kalau dilihat dari dekat seperti ini?!" Kata Lisa di dalam batinnya.


"Ada apa dengan hatiku? Sebelumnya hatiku tidak pernah merasa seperti ini?! Dan kenapa rasanya jantungku seperti berdetak dengan cepat!" Batin Alex.


"Ekhem" Nathan berdehem membuat kedua orang itu tersadar dari lamunan mereka masing-masing.


"Lisa, sorry ya! Aku nggak bermaksud buat kamu jatuh!" Ucap Nadia setelah Lisa membernarkan dirinya dari posisinya tadi.


"Iya, Jis! Nggak apa-apa kok!" Kata Lisa sembari tersenyum ke arah Nadia.


"Maafin aku juga ya, Alex!" Kata Nadia yang sedang meminta maaf kepada Alex juga. Alex hanya tersenyum lalu mengangguk pertanda bahwa tidak apa-apa.


"Kayaknya bakal ada yang jadian nih!" Kata Kai menggoda kedua orang tersebut.


"Lah siapa? Baru juga kenal, masak langsung jadian sih?" Ujar Jeni dengan kepolosannya.


"Udahlah, biarin aja itu jadi urusan mereka berdua! Kita kan cuma bisa dukung buat yang terbaik! Ya kan Lis!" Kata Nadia membenarkan ucapan Jeni.


"Haish, kalian apaan sih!" Ujar Lisa yang sedang tersipu malu.


Di malam itu, mereka merasakan kebahagiaan bersama, bersenda gurau bersama. Sampai akhirnya Nathan mulai membicarakan tentang pernikahannya yang sempat gagal dengan Nadia. Nathan mengatakan kalau dia dan juga Nadia akan mengadakan pesta pernikahan.


"Jadi gini guys, gue sama Nadia mau ngadain acara pernikahan! Ya, seperti yang Chan dan Gisella ketahui, pernikahan kami sempat gagal karena Nadia menghilang!" Kata Nathan.


"Menghilang?" Tanya Lisa heran dengan apa yang dikatakan oleh Nathan, karena Lisa memang tidak tahu menahu tentang acara pernikahan Nathan dan Nadia.


Gisella lalu menceritakan kejadian saat Nathan dan Nadia yang akan menikah saat itu. Nadia yang di bayangi oleh roh jahat sampai dirinya terpengaruh dan hendak melompat dari gedung tinggi yang digunakan untuk acara pernikahan.


"Tapi untung saja Nathan waktu itu datang tepat pada waktunya!" Ucap Gisella.


Gisella juga menceritakan tentang arwah seorang pria yang mempengaruhi dirinya , arwah itu masuk ke dalam ruang make up dan berdandan layaknya perempuan dan menggantikan Nadia. Namun itu semua memang karena arwah itu juga terpengaruh oleh iblis dan mengharuskannya mencari tumbal lagi untuk memenuhi syarat dari iblis itu, yang tak lain adalah Wendy juga.


Setelah cerita itu selesai. Leon juga membicarakan tentang acara pernikahannya dengan Jeni yang juga akan segera dilakukan.


Dan akhirnya mereka setuju dengan saran yang diberikan oleh Nathan. Pernikahan mereka diadakan 1 minggu lagi sebuah gedung yang sudah mereka persiapkan.


Singkat cerita keesokan harinya Gisella terbangun dari tidurnya dan terlintas di pikirannya dengan Byun yang tadi malam tiba-tiba pergi tanpa berpamitan langsung dengan Gisella.


"Kok aku jadi kepikiran sama Byun ya?! Lebih baik aku menelponnya dan memberitahukan tentang pernikahan Leon juga Nathan dia juga temannya bukan?!" Kata Gisella sembari meraih ponselnya yang berada di meja dekat ranjangnya.


Gisella mencoba menelpon Byun, namun tidak ada jawaban. Bahkan sudah berulang kali Gisella mencobanya tetap saja masih sama, Byun tidak menjawab telepon dari Gisella.


Sampai akhirnya nomor Byun tidak bisa dihubungi, tiba-tiba nomor ponsel Byun tidak lagi aktif. Gisella bingung dan juga mulai khawatir akan Byun.


Sampai tiba saatnya sarapan, mereka berkumpul di meja makan.


"Semua! Mohon perhatiannya sebentar! Apa kalian tidak tahu keberadaan Byun?!" Tanya Gisella yang menanyakan tentang Byun di pertengahan makan.


"Memangnya ada apa?" Tanya Chan.


"Iya, Sel! Ada apa?" Ucap Nathan yang juga bertanya.


"Tadi aku berniat untuk memberi tahu Byun tentang acara pernikahan yang akan diadakan minggu depan, tapi nomor Byun tidak aktif?!" Kata Gisella menjelaskan.


"Ya, kenapa nggak langsung datang ke mansion nya aja?!" Ucap Leon menyarankan.


"Sebenarnya dari tadi malam perasaan aku nggak enak?!" Kata Gisella memberi tahukan perasaannya yang mulai tidak enak dari tadi malam.


"Kenapa Gisella kelihatannya khawatir banget sama Byun? Ada apa diantara mereka berdua?!" Ujar Chan di dalam batinnya.


"Gimana kalau kita ke mansion Byun aja? Ya sekalian main ke sana!" Ujar Nadia menyarankan semuanya terutama Gisella untuk ke mansion Byun.


"Iya, Nad! Kamu benar juga! Hari itu kan aku juga nggak jadi nginep di sana!" Kata Gisella menjawab ucapan Nadia.


"Kenapa Gisella sampai mau nginep di sana? Apa jangan-jangan Gisella jatuh cinta sama Byun? Apakah karena ulahku yang dalam pengaruh iblis itu membuat Gisella menjauh dan menemukan pria lain yang jauh lebih baik dari diriku?" Tanya Chan di dalam hatinya yang penuh rasa cemas.


Gisella melihat Chan yang sedang melamun itu.


"Chan!" Panggil Gisella pada Chan. Namun Chan tidak menggubrisnya dan masih terus melamun.


"Chan, ada apa?" Ucap Gisella sembari menggoyang-goyangkan tubuh Chan.


"Eh, ada apa?" Tanya Chan yang langsung membuyarkan lamunannya karena Gisella.


"Hey, kenapa kamu melamun? Apa yang kamu lamun kan?" Tanya Gisella sehingga membuat seluruh mata tertuju pada Chan, Chan terlihat salah tingkah saat di tanya oleh Gisella.


"Aku nggak apa-apa kok, bentar ya aku mau ambil ponsel ku dulu di kamar!" Ucap Chan yang setelahnya langsung beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja menuju kamar.


"Chan kenapa?" Tanya Lisa heran.


"Nggak tau tuh!" Kata Gisella yabg masih melanjutkan makannya.


"Kayaknya dia cemburu deh!" Ucap Nadia menengahi percakapan Gisella dan Lisa.


"Cemburu sama siapa?" Tanya Lisa sambil membelalakkan matanya.


"Ya, mungkin waktu Gisella bahas Byun tadi?!" Ucap Nadia menjawab ucapan Lisa.


Mendengar itu batin Gisella berbicara,,,,,,


"Astaga, kenapa aku malah jadi bahas Byun di depan Chan? Haish, tapi untuk apa aku mengkhawatirkan, Chan? Lagi pula dia tidak memiliki rasa padaku! Jadi untuk apa aku terlalu berharap padanya?!" Kata Gisella di dalam batinnya.