
Setelah selesai mengambil alih kamar itu, Gisella dan juga Chan pun menuju kamar 126. Sesampainya di sana Gisella langsung saja membuka pintu kamar itu dan mengajak Chan untuk masuk ke dalam.
"Bagaimana, Chan? apa kau mengingat sesuatu di sini?!" tanya Gisella pada Chan.
Tanpa Gisella sadari, ada sosok yang sedang memperhatikan mereka dari sudut kamar, saat itu Gisella memang belum mau berinteraksi dengan mereka, jadi Gisella tidak merasakan adanya makhluk di sana yang sedang memperhatikan mereka berdua dari sudut kamar itu
Namun saat Gisella ingin membuka interaksi di sana, tiba-tiba saja Gisella mencium aroma anyir di sekitar kamar itu, yang menandakan adanya makhluk jahat yang menetap di kamar itu.
"Bau ini? kenapa ada aroma semacam ini di kamar ini?" ujar Gisella di dalam batinnya. "Mengapa aura di sini juga sangat berbeda? ini bukan aura yang seperti biasa terjadi pada hantu!! aku juga merasa ada yang mengawasi ku! tapi ini sungguh tidak seperti biasanya?!" ujar Gisella lagi di dalam batinnya, setelahnya Gisella membelalakkan matanya dan berkata dalam batinnya "Apa jangan-jangan ini aura iblis?!".
Mungkin memang benar mereka yang tak kasat mata sengaja tidak mendekat, karena Gisella dan juga Chan memakai kalung berisikan air suci.
"Gisella?" ujar Chan yang melihat Gisella dengan heran.
"Iya, ada apa Chan?" jawab Gisella yang menatap ke arah Chan berada.
"Kamu baik- baik saja bukan?" tanya Chan yang melihat Gisella sedikit gelisah.
"Aku baik-baik saja!" jawab Gisella yang kemudian tersenyum menatap Chan.
"Bagaimana kalau kita pulang saja? lagi pula saat kita masuk ke sini aku juga tidak bisa mengingat apapun! mungkin kemarin itu hanya perasaanku saja, el?!" ujar Chan yang memang tidak mengingat apapun di kamar itu.
Gisella pun menyetujui ajakan Chan lalu mereka memutuskan untuk kembali ke mansion. Sesampainya mereka di mansion, Chan langsung duduk di sofa dan melamun.
"Chan? ada apa? kenapa kau melamun seperti itu? apa kau kecewa karena tidak bisa menemukan ingatan kamu kembali?" ujar Gisella yang langsung menanyakan banyak pertanyaan kepada Chan.
"Tidak,Sel! bukan itu, aku cuma heran saja!" ujar Chan memberi tahu Gisella tentang keheranan yang dia rasakan.
"Heran kenapa Chan?" tanya Gisella yang tidak tahu.
"Aku cuma heran, kenapa saat kita menangani kasus di hotel waktu itu, aku selalu saja dihantui oleh ingatanku di kamar nomor 126,, tapi kenapa saat kita tadi ada di sana ,,, aku bahkan tidak mengingat apapun??!" ujar Chan yang terlihat sangat bingung.
"Apa jangan-jangan ada yang sah? tapi jujur saja, tadi saat aku berada di sana aku memang merasakan energi jahat di sana?!" ujar Gisella memberi tahu Chan apa yang dia rasakan dikamar nomor 126.
Chan yang tidak tahu maksud dari Gisella akhirnya di jelaskan oleh Gisella sedikit mengenai mereka makhluk yang tak kasat mata.
"Gisella , kenapa aku tidak bisa melihat mereka sama seperti kamu? kenapa Gisella?" tanya Chan yang langsung merebahkan tubuhnya di sofa yang dekat dengan sofa yang diduduki oleh Gisella.
"Chan, kamu sebenarnya,,,,,,," ucapan Gisella terpotong oleh batinnya yang sedang berbicara.
"Apa aku harus mengatakan ini kepada Chan sekarang?" tanya Gisella di dalam batinnya.
"Gisella, katakanlah!! kenapa kau malah diam?" tanya Chan yang melihat Gisella terdiam.
Gisella pun mengangkat ponselnya dan mendapati ternyata Lisa lah yang menelponnya. Lisa hanya memastikan kalau Gisella benar-benar ingin menolongnya atau hanya ingin main-main saja dengan Lisa. Karena pada malam pertemuan merek kemarin, Gisella menyuruh Lisa untuk puasa dulu, sebelum dia bertemu dengan anaknya, itu sudah menjadi syarat yang di ketahui oleh Gisella untuk orang yang indra keenamnya masih tertutup rapat.
Setelah selesai menelpon Lisa, Gisella pun mematikan teleponnya dan melihat ke arah Chan yan sedang melamun.
"Chan?" Panggil Gisella pelan. Namun Chan masih saja melamun dan tidak menggubris panggilan dari Gisella.
"Chan?" Panggil Gisella lagi, akan tetapi Chan masih saja tidak menggubris Gisella. Sampai akhirnya Gisella geram dan membentak Chan.
"CHAN!!!" Teriak Gisella yang membuat Chan terkejut.
"Apa? Siapa ? Di mana? Kenapa ?" Jawab Chan dengan cepat dan spontan. Hal itu membuat Gisella tertawa karena melihat tingkah Chan yang sangat lucu. Setelah puas menertawakan Chan. Gisella mengajak Chan untuk membuat kue bersama, Chan hanya mengangguk dan menurut dengan apa yang Gisella katakan.
Mereka berdua pun menuju dapur dan menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk membuat kue, di sela-sela mereka membuat kue itu ,mereka saling bercanda gurau dan bersenang-senang bersama.
Gisella sengaja ingin membuat 2 kue, karena Gisella akan memberikan salah satu dari kue itu pada Lisa nantinya.
Setelah menyelesaikan kue itu, Gisella dan juga Chan pun bersiap untuk segera menuju ke tempat Lisa. Lebih tepatnya tempat kematian anak Lisa.
"CHAN , APA KAU SUDAH SIAP?!" Teriak Gisella dari luar mansion. Dan kemudian Chan pun keluar dengan tanpa dosa.
"Sudah nih?!" Jawab Chan singkat.
"Haish, kau ini seperti wanita saja,, lama sekali!!" Gumam Gisella namun masih terdengar oleh Chan.
"Hehe sorry ya ,Sel!" Ujar Chan dengan tersenyum lebar pada Gisella.
Kemudian mereka segera menuju ke tempat Lisa.
Di tengah perjalanan Gisella memberi tahu Chan tentang apa yang harus di lakukan Chan di sana nanti.
"Chan, mungkin nanti aku akan membutuhkan bantuan kamu?!" Ujar Gisella.
"Dengan senang hati, aku akan membantu kamu,,Sel?!" Ujar Chan.
"Kamu nanti cukup menjaga Lisa saja,, nanti aku juga akan buatkan sebuah lingkaran dan akan aku beri mantra,,, dan tugas kamu cuma memastikan kalau Lisa tidak boleh keluar dari lingkaran yang sudah aku buat?!" Ucap Gisella yang menjelaskan dengan rinci tentang apa yang harus dia lakukan nanti.
"Memangnya apa yang akan terjadi, kalau sampai Lisa keluar dari lingkaran itu?!" Tanya Chan yang penasaran dengan apa yang akan terjadi nanti kalau semisal Lisa keluar dari lingkaran itu.
"Dia tidak akan bisa kembali ke dunia ini, dan akan terjebak di alam arwah! Kau pasti tidak mengerti apa yang aku maksudkan,, akan aku jelaskan padamu! Jadi, tidak banyak orang yang selamat saat mereka pergi ke alam arwah,, karena itu raga mereka yang ada di dunia ini harus tetap di jaga,,, supaya tidak ada arwah jahat yang nantinya masuk ke dalam raga dia?!" Ujar Gisella menjelaskan kepada Chan.
"Rumit sekali?!" Jawab Chan singkat dengan pandangan menatap ke depan.
"Memang, bahkan ini juga pertama kalinya bagiku,,karena sebelumnya aku belum pernah melakukan hal seperti ini?!" Ujar Gisella.