
"Yang akan kalian lakukan pada akhirnya nanti akan sia-sia! Jeratan ini sudah melekat sama gue! Rantai yang ada di leher gue ini tidak bisa dilepaskan dengan mudah!" ucap Tao yang memang sudah putus asa dan pasrah kalau memang takdir dirinya harus ada di alam iblis jadi itu.
"Lo jangan putus asa kayak gitu! Lihat lah di rantai ini ada ada gemboknya, dan pasti ada kuncinya juga bukan? Lo pasti tahu di mana letak kuncinya!" ucap Alex yang mencoba membuat Tao tidak putus asa.
"Tapi sayangnya gue nggak tahu dengan kata kuncinya itu!" jawab Tao yang memang tidak mengetahui dimana iblis itu menyembunyikan kuncinya.
"Lo tenang aja! Gue sama Alex akan berusaha buat bahwa lo sama adik lo ke alam baik! Dan akan membawa lu keluar dari jeratan iblis ini!" ucap Nathan yakin kalau dirinya akan bisa membawa Tao dan adiknya pergi dari tempat itu.
"Nathan, lebih baik sekarang kita cari keberadaan iblis itu dan mencari di mana kuncinya!" ucap Alex menyarankan agar segera mencari di mana keberadaan iblis itu dan juga kuncinya.
"Iya lo benar! gini aja mendingan sekarang lo cari ke arah sana biar gue cari ke arah yang lain!" ucap Nathan menyarankan dan membuat rencana untuk mencari kunci dari rantai yang mengikat Tao.
Alex langsung mengangguk pertanda bahwa dia setuju dengan saran dari Nathan.
Dan akhirnya mereka berdua pun berjalan ke arah yang berbeda untuk mencari kunci yang mereka butuhkan untuk menolong Tao dan adiknya.
Akan tetapi bukannya menemukan kunci, Nathan justru malah bertemu dengan iblis itu.
"Kau datang untuk menyelamatkan temanmu ,atau hanya akan memberikan nyawamu dengan cuma-cuma padaku?" ucap iblis itu saat melihat adanya Nathan di sana.
Deg,,,,
Nathan sempat terkejut melihat adanya iblis itu yang menghadang dirinya. Akan tetapi sudah berusaha untuk tidak takut terhadap iblis itu.
"Musnahlah kau iblis!!!" ucap Nathan dengan tatapan tajamnya mengarah ke arah iblis itu.
"Cih, bocah ingusan ingin memusnahkan diriku?" ucap iblis itu dengan santainya.
"Arkhhhhhhhhhhhh"
Tiba-tiba saja iblis itu mengaum dan menyebabkan Nathan terpental hingga dirinya membentur sebuah tembok yang ada di sana.
"Akhhh" rintih Suho kesakitan karena badannya terbentur oleh tembok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain Alex ternyata berhasil menemukan kunci untuk membuka rantai yang menjerat Tao dan adiknya. Alex segera melepaskan jeratan keduanya dari rantai itu, dengan menggunakan kunci yang kamu temukan.
Namun setelah berhasil melepaskan Tao, Alex sadar kalau Nathan belum ada di sana.
"Kenapa Nathan nggak balik-balik?!!dia di mana?" tanya Alex keheranan.
Beberapa detik kemudian, setelah Alex bertanya kepada Tao, bahkan Tao sendiri belum sempat menjawab pertanyaan Alex tadi. Dari tempat Alex berada saat itu dirinya bisa mendengar suara keributan.
"Sebaiknya lo cari Nathan sekarang! gue takut kalau sampai dia kenapa-kenapa!!" ucap Tao menyarankan dan juga merasa khawatir dengan keadaan Nathan.
"Terus lo gimana nanti?" tanya Alex pada Tao.
"Gue itu udah mati! Jadi selamanya roh gue tidak akan bisa kembali ke dalam tubuh gue! tapi Nathan masih bisa balik ke dunia kalian lagi!" ucap Tao menyarankan dan memberitahu Alex lagi kalau dirinya sebenarnya telah meninggal dunia dan tidak bisa lagi kembali ke dunia manusia.
"Kalau gitu lo tunggu aja di sini gue akan ke cek di sana!" ucap Alex yang menyuruh Tao dan adiknya menunggu di sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan tubuh Nathan yang berada di alam nyata mengalami guncangan hebat, hingga menyebabkan Nadia khawatir akan apa yang terjadi pada suaminya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dunia lain Alex langsung mencari tahu sumber suara keributan yang ada di sana. Dan saat sampai di tempat itu Alex membelalakkan matanya melihat apa yang dia lihat saat itu juga. Alex melihat Nathan yang penuh dengan luka pada tubuhnya dan langsung menghampiri Nathan.
"Nathan?!" ucap Alex yang terkejut melihat Nathan yang berada tepat di dekat dinding.
"Uhuk uhuk,,tidak! Jangan ke sini! Jangan mendekat! Cepat segera bawa Tao pergi!!" ucap Suho yang yang batuk dan menyuruh saya untuk segera menjauh dari tempat itu.
"Tapi bagaimana dengan lo?" tanya Alex bingung harus melakukan apa dan tidak tahu mana yang harus dia pilih ,antara menolong Nathan atau membawa Tao pergi ke ke tempat yang lebih terang, tepatnya tempat dimana seharusnya dia berada.
"Gue ak- akan berusaha melawan iblis ini!" ucap Nathan yang percaya bahwa dirinya bisa mengalahkan iblis itu.
"Jadi kalian berdua yang akan melawan ku? Baiklah itu bukanlah hal yang sulit dilakukan bagiku !" ucap iblis itu yang menyombongkan kekuatannya dan percaya bahwa dirinya akan bisa mengalahkan kedua manusia itu dengan mudah.
Dengan berlari secepat kilat iblis itu langsung menghampiri Alex ,dan langsung mencekik leher Alex lalu mengangkatnya ke atas.
Nathan yang melihat itu membelalakkan matanya, karena Alex pasti akan mati jika dirinya terus-terusan dicekik oleh iblis itu.
"Alex!" ucap Nathan yang khawatir akan kondisi Alex.
"Lepaskan dia!!" ucap Nathan menyuruh iblis itu agar segera melepaskan tangannya dari leher Alex.
"Kalian berdua harus menjadi budak ku, tidak akan aku biarkan kalian lepas dengan mudah!!" ucap iblis itu dengan senyum seringai di wajahnya.
Sehun kesulitan bernafas karena dicekik, di sisi lain Nathan yang hanya menatap itu dengan penuh kebencian berkata.
" Cih, kita berdua gak akan sudi menjadi budak mu!!"
"Benarkah itu? mungkin sahabat ini akan kehabisan nafas dan sebentar lagi raganya juga akan mati!! hahaha!!" iblis itu tertawa jahat pada Nathan dan juga Alex.
Mendengar pernyataan dari iblis tadi, Nathan membelalakkan matanya karena takut terjadi apa-apa pada Alex.
"Lepaskan dia !!!" ujar Nathan yang hendak menyerang iblis itu.
Akan tetapi lagi-lagi usaha Nathan hanya sia-sia, dirinya justru malah terpental dan membentur dinding lagi karena ulah iblis itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dunia nyata raga mereka sudah tidak karu-karuan, dan membuat semua orang khawatir termasuk para istri mereka.
"Bagaimana ini? Kenapa mereka berdua malah menjadi seperti ini?" ucap Lisa yang khawatir melihat kondisi suaminya dan juga melihat kondisi Alex.
"Apa mereka akan baik-baik saja? Nathan ayo buka mata kamu!" kata Nadia yang hendak menangis melihat suaminya tak kunjung membuka matanya.
"Alex, bangun sayang!" ucap Lisa yang tak kalah khawatir nya dengan kondisi Alex, suaminya.
Suasana menjadi riuh dengan Gisella yang masih tetap menjaga portal. Leon dan juga Jeni ikut bingung harus melakukan apa, mereka hanya bisa berdoa untuk keselamatan Alex dan juga Nathan.
Rasa kekhawatiran mulai menyelimuti mereka yang ada di dunia nyata. Sementara di sisi lain astral projection mereka sedang mati-matian bertarung dengan iblis.