
"Aku pikir kita bertiga akan bersahabat selamanya, meskipun Luhan berbeda dunia dengan kita, namun ternyata aku salah! Semua itu hanyalah siasat dari Luhan saja untuk mendekati dan mengambil jiwaku dan Rendy" ucap Daniel menjelaskan pada semuanya.
Saat itu Daniel dan juga Rendy mendengar teriakan Luhan yang berada di alam lain, dirinya berteriak minta tolong pada Daniel dan juga Rendy yang ada di alam dunia, Karena saat itu Daniel dan Rendy sedang panik karena mendengar suara Luhan yang tiba-tiba saja meminta tolong, mereka berdua akhirnya memutuskan melakukan astral projection untuk menolong Luhan.
Akan tetapi ternyata Luhan hanya mengelabuhi kedua sahabatnya yang sangat mempercayai dirinya itu. Luhan meminta tolong Daniel dan Rendy untuk menjemputnya di alam kegelapan. Namun pada akhirnya Daniel dan juga Xiumin yang tidak tau kalau sebenarnya mereka hanyalah di tipu oleh Luhan, mereka justru tertangkap oleh iblis yang bersekutu dengan Luhan. Beruntung Daniel bisa menyelamatkan dirinya dari iblis itu.
"Lalu, bagaimana dengan sahabat om?" Tanya Sehun di sela-sela cerita Daniel.
Saat itu, Daniel berhasil menyelamatkan dirinya dan memutuskan untuk menyelamatkan Rendy yang masih ada dalam genggaman iblis itu. Usaha Daniel untuk menolong Rendy hanya sia-sia saja, Rendy yang sudah pasrah akan takdirnya meminta Daniel untuk pergi meninggalkannya di alam kegelapan itu. Daniel awalnya menolak namun tiba-tiba saja ada seberkas cahaya terang muncul, yang diyakini oleh Daniel sebagai jalan astral projection yang dirinya dan Rendy buka untuk menolong Luhan.
Saat iblis itu tidak sedang bersama dengan Rendy, Daniel memutuskan untuk membantu dan menolong Rendy dari jeratan iblis itu. Akan tetapi, belum sepat melepaskan Xiumin, Iblis itu datang dan dengan segera Rendy mendorong Daniel dengan kakinya hingga Daniel langsung keluar dari pintu astral projection.
"Aku berhasil kembali, namun sahabatku tidak pernah kembali lagi!" Ucap Daniel dengan lesu karena mengingat masalalu yang kelam itu.
"Kenapa om nggak coba jemput dia aja?" Tanya Nathan menyarankan.
"Aku sudah pernah mencobanya, namun selalu saja gagal!! Sampai akhirnya aku diberi penglihatan kalau Rendy memang tidak bisa kembali lagi! Itulah sebabnya aku tidak pernah lagi melakukan astral projection lagi, aku tidak ingin mengingat masalalu kelam ku dengan sahabatku itu!" Ucap Daniel penuh dengan menunduk haru di wajahnya.
Gisella yang saat itu berada di dekat Papanya, langsung memeluk hangat papanya dengan tujuan menenangkan Papanya yang sedih mengingat masalalu.
"Pa, jangan di ingat lagi!! Maafkan kita semua karena sudah membuka luka lama papa!" Ucap Gisella yang merasa bersalah karena ingin tahu tentang masalalu papanya itu.
Daniel tersenyum lalu berkata,,,,
"Tidak, nak! Dengan begini semuanya bisa tahu!! Dan papa juga merasa lebih baik setelah mengungkapkan semua masalalu papa ini!" Ujar Daniel.
Fara yang juga terharu dengan cerita masalalu suaminya itu, dirinya langsung ikut memeluk hangat suaminya itu.
Semuanya yang berada di sana pun saling pandang penuh haru setelah mendengar cerita masalalu dari papa Gisella.
Gisella sendiri belum diperbolehkan pulang karena luka dalam yang dia alami saat di siksa oleh Kris di alam lain.
Gisella baru diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat inap di rumah sakit selama 3 hari. Para sahabat-sahabatnya juga sering datang ke rumahnya untuk menjenguk dirinya. Dan waktu 3 hari itu juga mereka gunakan untuk memikirkan acara pernikahan yang akan mereka gelar nanti.
"Papa sudah memutuskan hari yang baik untuk pernikahan kalian!" Ucap Daniel pada anaknya itu dan juga Chan yang kebetulan berada di sana.
"Lisa juga akan menikah, Pa! Aku ingin pernikahan kita bisa di jadikan satu saja!" Pinta Gisella pada Daniel.
"Iya, itu tidak masalah, papa sudah menentukan hari yang baik untuk pernikahan ini!" Jelas Daniel.
Papa Gisella yang memutuskan hari dan juga tanggal untuk pernikahan antara 2 pasangan itu.
Hari H pernikahan antara Gisella dan Chan dan juga Lisa dan Alex.
Banyak tamu yang hadir di acara pernikahan tersebut, semua yang datang merasakan kebahagiaan yang sama seperti bahagianya 2 pasangan tersebut, yang pernah gagal melakukan acara pernikahannya.
Gisella adalah orang yang paling bahagia di bandingkan dengan yang lainnya. Gisella bahkan sempat melihat bayangan Andrian yang tak lain adalah mantan kekasihnya yang pergi karena sebuah insiden kecelakaan yang menimpanya. Gisella seperti melihat bayangan Andrian di tengah para kerumunan tamu yang datang. Gisella sempat menitihkan air matanya saat melihat hadirnya Andrian, namun Andrian seakan mengisyaratkan Gisella untuk sellau bahagia tanpa menitihkan air matanya.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka resmi menjadi pasangan suami istri.
Setelah acara pernikahan selesai, mereka semua langsung menuju ke mansion yang sudah disiapkan oleh Nathan untuk mereka tinggali bersama.
Nathan memang sengaja membeli sebuah mansion besar bak sebuah istana, karena dia tidak ingin jauh dari para sahabatnya, jadi keempat pasangan tersebut memutuskan untuk tinggal di satu mansion besar itu. Hal itu mereka lakukan supaya istri mereka tidak jenuh ketika di tinggal suami mereka bekerja.
Saat makan malam tiba mereka semua berkumpul di meja makan.
"Bagaimana kalau kita liburan? Ya anggap aja ini sebagai liburan sebelum kita semua memiliki keturunan!" Ucap Chan menyarankan pada mereka.
Semuanya setuju dengan apa yang disarankan oleh Chan.
"Aku pengen liburan ke Jepang!" Pinta Gisella.
"Jepang?" Tanya Chan heran.
"Boleh juga tuh, aku juga udah lama nggak liburan ke luar negeri!" Ujar Nadia yang sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Gisella.
Setelah saling mengeluarkan pendapat mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk berlibur ke Jepang.
Tanpa butuh waktu lama, keesokan harinya mereka langsung pergi ke Jepang dengan mengendarai jet pribadi milik Leon
Mereka juga tinggal di mansion Nathan yang ada di Jepang. Mansion itu juga sudah lama tidak di tinggali oleh Nathan karena dirinya jarang ke Jepang.
"Suasana di sini sangat indah!" Ucap Gisella sambil menghirup udara segar sebelum masuk ke dalam mansion.
"Ini adalah salah satu mansion yang gue punya! Ya bagi gue, ini adalah mansion gue yang paling besar yang ada di Jepang! Jadi gue milih tinggal di sini supaya kalian semua bisa merasa nyaman!" Ucap Nathan menjelaskan.
Gisella yang paham akan maksud perkataan Nathan saat itu mengangguk dan tanpa sengaja dirinya mendengar suara tangisan.
"Apa kalian dengar sesuatu?" Tanya Gisella pada semua yang ada di sana termasuk dengan Chan, suaminya.
Anehnya mereka semua tidak mendengarnya dan hanya Gisella lah yang bisa mendengar suara tangisan itu. Bahkan Chan yang saat ini bisa melihat mereka yang tak kasat mata pun tidak mendengar apa-apa.