Kamar 126

Kamar 126
Kembalinya sosok iblis di masalalu


"Kalau begitu, cepat hubungi Dila dan suruh dia pulang!!" Kata Gisella, semua orang saling pandang dan merasa heran dengan tingkah Gisella yang di rasa terlalu berlebihan.


Chan pun mendekat ke arah Gisella, "Kamu tenang saja! Dila pasti sebentar lagi akan pulang!" Kata Chan mencoba membuat istrinya tenang.


Gisella menatap Chan dengan tatapan sendunya, "Chan ku mohon cepat hubungi Dila dan pastikan kalau dia berada di sekolah sekarang!" Kata Gisella memohon pada Chan.


Setelah itu tak ada pilihan lain lagi selain menghubungi Bryan untuk memastikan, dan juga menanyakan mengenai Dila.


"Halo pa, ada apa?!" Tanya Bryan dari balik telepon, dirinya langsung mengangkat karena kelas saat itu sedang jam kosong.


"Halo nak, apa Dila masih di sana? Dia masih berada di kelas kan?!" Tanya Chan dengan mengeraskan suara supaya mereka semua dengar dengan apa yang di katakan oleh Bryan.


Bryan pun menjawab, "Maaf pa, tadi Dila katanya sakit, terus Axel bilang mau nganter Dila buat pulang ke mansion! Memangnya mereka belum sampai ya pa?!" Tanya Bryan di akhir ucapannya, setelah menjelaskan semuanya pada papa Chan.


Deg,,,


Jantung Gisella berdegup dengan kencang, kini kekhawatirannya bertambah karena mendapatkan kabar kalau Dila tidak ada di kelas.


"Jam berapa nak mereka pulang?!" Tanya Ayah Nathan dan papa Byun yang mengetahui Dila pergi dengan Axel pun langsung menghubungi nomor ponsel Axel. Namun sayangnya nomornya tidak bisa di hubungi juga. Membuat Byun merasa frustasi dengan anak sulungnya itu.


"Semuanya cepat keluar dari sini!! Aku akan mencari tahu ada apa dengan anakku!!" Kata Gisella menyuruh semuanya keluar dari kamar Dila ,dan membiarkan Gisella sendiri di dalam untuk mencari tahu ada apa dengan anaknya dan aura yang dia rasakan ini dari mana.


Setelah itu semua orang pun keluar dan menunggu Gisella di depan pintu kamar Dila, "Kemana Dila sama Axel sebenarnya?!" Tanya papa Alex yang juga ikut khawatir.


Di dalam kamar Dila ,Gisella mencoba mencari tahu aura apa yang menyelimuti kamar Dila itu. Sampai akhirnya sebuah suara membuatnya langsung membuka matanya, "Mama!"


Deg,,,,


"Siapa itu? Tidak!! Itu tidak mungkin Dira!! Dira tidak mungkin berada di sini!" Kata Gisella mencoba meyakinkan dirinya, "Pasti tadi aku salah dengar!!" Ucap Gisella lagi.


Gisella kemudian duduk bersila dan mulai menutup matanya lagi, Dirinya langsung berada di sebuah taman yang lebih tepatnya tempat yang biasa di kunjungi Dila di alam mimpi.


"Tempat apa ini?!" Tanya Gisella. Kemudian Gisella yang penasaran pun langsung mencoba berjalan menyusuri tempat ini. Entah bagaimana bisa Gisella berada di tempat seperti itu saat sedang bermeditasi.


Gisella melihat sebuah kolam air mancur di sana. Kolam itu sama persis seperti yang di lihat oleh Dila sebelumnya, yaitu berisi air susu. Gisella lalu berpikir kalau anak gadisnya pasti pernah pergi ke tempat itu.


"Mama tolong!" Sebuah suara terdengar namun tidak ada siapapun di sana selain Gisella. Mata Gisella menelisik mencoba mencari namun dia tidak menemukan siapapun.


Gisella lalu ingat dengan apa yang akan terjadi jika berada di alam lain lalu meminum ataupun memakan apapun yang berada di alam itu. Jiwanya akan linglung dan tak tahu arah tujuan, meskipun masih hidup. Tapi Gisella sungguh bingung kenapa dia bisa ada di sana, tempat yang bahkan belum pernah dia lihat dan kunjungi.


"Aku harus segera kembali!" Ucap Gisella lalu berbalik. Namun,,,


Deg,,,,


"Apa yang kamu lakukan di sini nak?!" Tanya Gisella.


Dira tersenyum, "Apa mama mencari Dila?" Tanya Dira lalu bahkan Gisella yang belum menjawab pun langsung menunjukkan sebuah gambaran di mana saat Dila pertama kali bertemu dengan saudara kembarnya di tempat itu, hingga Dila yang meminum air susu itu.


Deg,,,,


"Tidak!!! Kau bukan Dira anakku!!!" Ucap Gisella.


Sosok Dira tiba-tiba menatapnya dengan raut wajah sedihnya, "Ini aku mama! Apa kau tidak mengenali anakmu sendiri?!" Tanya Dira.


"Cih, berhenti membual, aku tahu itu kau!!! Kau iblis!!!!" Ucap Gisella yang tahu kalau itu adalah sosok iblis yang menyamar menjadi Dira.


Sosok Dira yang berdiri tak jauh di depan Gisella pun langsung menunduk, lalu kemudian tiba-tiba tertawa dengan sangat keras. Namun tentu saja Gisella tak merasa terkejut sama sekali.


"Kau mengenaliku rupanya! Tapi apa kau masih ingat denganku?!" Tanyanya dengan nada mengejek. Gisella yang mendengarnya pun mengernyitkan dahinya bingung dengan apa yang di maksud oleh sosok itu, yang bahkan belum berubah pada wujud aslinya.


"Kau menyamar menjadi anakku! Dan kau bahkan mengelabuhi anak Byun juga!! Apa yang kamu mau hahh!" Ucap Gisella sedikit meninggikan suaranya karena kesal. Ya, ternyata tidak hanya di perlihatkan mengenai Dila saja, akan tetapi juga di perlihatkan mengenai Axel yang sama halnya di temui oleh Dira di alam mimpinya, bahkan mereka berciuman di alam mimpi.


"Hahahaha, tentu saja itu karena kau!! Kau yang sudah merebut Chan dariku!!!" Ucapnya lagi membuat Gisella terkejut.


Deg,,,


Sosok itu langsung berubah ke wujud aslinya yang tak lain adalah sosok Wendy yang dulu pernah mengincar Chan. Gisella yang melihat itu pun tak menyangka kalau yang dia pikir sosok iblis biasa itu pun, ternyata adalah iblis kuat yang dulu pernah bertarung dengannya untuk memperebutkan dan mempertahankan Chan untuk tetap hidup.


Gisella memang awalnya mengira kalau itu bukanlah iblis yang kuat, maka dari itu dia bisa berbicara dengan santai terhadap iblis itu. akan tetapi setelah dirinya tahu kalau sakit di situ adalah Wendy, iblis terkuat yang pernah dihadapi itu telah kembali.


"Kau!!!" Geram Gisella.


"Ya, ini aku! Apa kau terkejut? Apa kau berpikir kalau aku tidak akan pernah kembali?! Kau salah! Dasar manusia bodoh!! Selama ini aku bersembunyi untuk mengumpulkan kekuatanku, dan sekarang aku akan mengambil yang menjadi hak ku!!" Ucap sosok iblis Wendy dengan tersenyum seringai. Tentunya dia tak takut dengan apapun lagi, apalagi dirinya telah bertambah kuat sekarang.


"Kembalikan Dila dan Axel!" Ucap Gisella penuh dengan penekanan.


Wendy hanya tersenyum miring menanggapinya, "Itu sangat mudah! Berikan Chan padaku! Dengan begitu aku akan mengembalikan mereka! Tapi jika kau tak memberikan Chan padaku! Jangan salahkan aku kalau anak laki-laki itu akan menjadi mangsa keduaku setelah Chan!!Hahaha!!!!" Ujar Wendy dengan tertawa menggelegar. Lalu seketika tempat itu berubah menjadi tempat yang awalnya indah kini menjadi mengerikan. Gisella bukannya takut, tapi kini dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dengan mengambil kalung air suci dan mengelabuhi iblis dia harus segera kembali dan menemukan Axel dan anak gadisnya Dila.


"Rasakan ini!!" Ucap Gisella sembari melempar kalung air suci.


"Akh panas!!" Iblis Wendy merasa kepanasan, namun tentu saja itu tak bertahan lama, karena Wendy tak akan merasakan efek yang berlebihan hanya dengan air suci.


"Kurang ajar!! Pergilah! Karena kedua anak itu telah menjadi milikku!! Kau terlambat!!! Hahaha!!!" Kata iblis itu yang kesakitan sembari tertawa dengan keras.