
Sesampainya di kamar itu, mereka langsung mencari keberadaan Nadia di sana, setiap sudut sudah mereka cari namun mereka tidak menemukan Nadia. Bahkan petunjuk pun tidak ada sama sekali.
"Nadia, kamu di mana sayang?" Ujar Nathan yang mulai putus asa karena tak kunjung menemukan istrinya.
Mereka semua semakin di buat bingung dengan banyaknya darah yang ada di dalam kamar itu.
"Gue penasaran sama darah ini! Sebenarnya ini darah siapa?!" Tanya Alex penasaran.
"Nggak mungkin kalau ini darah dari istri gue!! Istri gue pasti baik-baik saja!! Nggak akan ada hal buruk yang akan terjadi padanya! Gue yakin itu!!!" Ucap Nathan menekankan semua katanya.
Gisella yang juga merasa penasaran dengan darah itu, akhirnya Gisella menyentuh darah itu dengan tujuan untuk mencari tahu kebenarannya.
"Sayang, jangan sentuh itu!!" Ucap Chan yang melarang Gisella untuk menyentuh darah yang entah milik siapa.
Namun Gisella sudah lebih dulu menyentuhnya sebelum Chan menyuruhnya untuk tidak menyentuh darah itu.
Gisella menutup matanya dan langsung menerima penglihatan, namun tidak terlihat jelas di penglihatan tersebut . Namun yang pasti darah itu bukanlah darah Nadia.
"Darah ini bukan darah Nadia!!" Ucap Gisella memberi tahu setelah menerima penglihatan.
"Dari mana kau tahu?" Tanya Leon.
"Aku menerima penglihatan kalau ini bukanlah darah Nadia!" Jelas Gisella.
"Lalu di mana istriku?!" Tanya Nathan dengan hati yang hancur karena tak kunjung menemukan istrinya.
"Aku juga tidak tahu!" Jawab Gisella yang memang tidak tahu di mana keberadaan Nathan.
"Lalu bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Lisa bingung.
Nathan yang sudah mulai frustasi karena tak kunjung menemukan Nadia, akhirnya dia memukul-mukul kepalanya sendiri.
Sedangkan di sisi Gisella dia menemukan sebuah ide untuk membantu memecahkan masalah itu.
"Aku tahu, bagaimana kalau kita tanya ke Tao saja?" Ucap Gisella menyarankan.
"Tao? Siapa Tao?" Tanya Alex yang tidak mengerti dan tidak mengenal siapa itu Tao, begitu juga dengan yang lain yang tidak tahu siapa itu Tao.
"Tao tinggal di dekat mansion ini! Dia pernah cerita sedikit tentang misteri di balik mansion ini, jadi aku yakin kalau dia pasti akan mau membantu kita!" Ucap Gisella yakin.
"Iya, Sayang! Aku setuju sama kamu!" Ucap Chan yang setuju dengan saran dari Gisella.
Setelah semuanya setuju, mereka langsung menuju ke rumah Tao.
Tok tok tok
Ceklek,,,,
"Gisella? Chan? Kalian ngapain di sini? Terus btw mereka siapa?" Tanya Tao yang sedikit kaget karena di datangi oleh banyak tamu.
"Kenalkan, mereka adalah sahabat aku dan juga Chan! Kita yang tinggal bersama di mansion itu!" Ucap Gisella memberi tahu Tao.
"Kalau begitu, ayo kita masuk dulu! Kita bicarakan ini di dalam saja!" Ucap Tao yang mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Ada masalah apa sehingga kalian semua datang ke sini?" Tanya Tao yang seperti langsung tau dengan apa yang terjadi pada mereka.
"Sahabat aku yang bernama Nadia hilang entah kemana! Saat suaminya kembali Daa dari dapur untuk mengambilkan minum , Nadia sudah tidak ada!! Hanya ada banyak darah di kamar itu!" Ucap Gisella memberi tahu Tao.
"Ini gawat!" Jawab Tao singkat sehingga langsung membuat mereka semua merasa khawatir.
"Gawat kenapa?" Tanya Gisella penasaran.
"Katakan ada apa!!!" Tanya Nathan yang mencoba tidak panik.
"Dulu sudah ada kejadian seperti ini di mansion itu, sebelum mansion itu berpindah ke tangan kamu! Orang itu juga menghilang dengan meninggalkan banyak darah di sana! Bahkan sampai detik ini dia tidak kunjung kembali!" Ujar Tao memberi tahukan cerita sebelum mansion berpindah ke tangan Nathan.
Ucapan Tao cukup membuat semua merasa khawatir dan panik.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Gisella untuk memastikan cara apa yang dapat di lakukan agar Nadia bisa kembali.
"Sebenarnya aku tidak mau berurusan dengan mansion itu!! Tapi aku cuma bisa kasih saran ke kalian, lebih baik kalian segera tinggalkan mansion itu dan jangan pernah kembali lagi!!" Ucap Tao yang menyarankan mereka untuk pergi dari mansion itu, supaya tidak lagi ada korban di mansion itu.
"TIDAKKK!!" Bentak Nathan yang langsung berdiri dari posisinya yang semula duduk.
"Aku tidak akan pergi ke mana pun sebelum istriku kembali!" Ucap Nathan yang kesal karena disuruh pergi oleh Tao.
"Lupakan saja dia! Aku sendiri tidak yakin kalau dia akan kembali!! Istrimu sudah menjadi korban dari mereka!" Ucap Tao memberi tahu.
"Mereka?" Tanya Gisella bingung dengan apa yang di maksud oleh Tao, mereka.
"Iya, asal kalian tahu! Mereka tidak akan membiarkan siapapun bahagia di mansion itu! Dan sekarang kalian lihat lah akibatnya! Chan, Gisella aku sudah mengatakannya pada kalian untuk segera pergi dari mansion itu, dan lihatlah! Aku tidak menyangka akan terjadi secepat ini! Sebaiknya kalian tinggalkan mansion itu secepatnya, sebelum ada korban lagi!" Ujar Tao memberi tahu.
"Tapi kenapa mereka ingin mengambil sahabatku? Apa salahnya?" Ucap Gisella yang sedikit bingung dengan situasinya.
Tao kemudian beranjak dari duduknya.
"Katakan pada kita yang sebenarnya!" Ucap Chan yang menyuruh Tao untuk menceritakan segalanya.
"Gue mohon kasih tahu gue gimana caranya supaya istri gue bisa balik lagi?! Gisella, kau harus melakukan astral projection untuk menjemput Nadia!" Pinta Nathan yang sudah sangat mengkhawatirkan istrinya.
"Tapi kita sendiri bahkan tidak tahu Nadia ada di mana? Entah dia masih di alam dunia atau berada di alam gaib!" Ucap Gisella yang juga belum tahu kepastian Nadia berada di mana.
"Aku akan memberi tahu kalian sebuah rahasia, tapi berjanjilah untuk merahasiakan ini dari siapapun!" Ucap Tao.
Semuanya pun menatap ke arah Tao penuh harap dari ceritanya. Tao sendiri menghadap ke luar jendela sembari menceritakan semuanya.
"Dulu pemilik mansion itu menganut ilmu hitam, dan sering memberikan tumbal untuk yang tinggal di mansion itu!" Ucap Tao yang memulai ceritanya.
"Maksud kamu, Baskara dan Diana?" Tanya Gisella yang sudah lebih dulu diberitahu akan pemilik mansion itu pertama kali.
"Iya, dan sebenarnya aku tahu kalau hanya Diana lah yang menganut ilmu hitam itu, dan dia dengan tega membunuh keluarganya sendiri untuk dijadikan tumbal!!" Ujar Tao.
"Tunggu, kalau kamu tahu cerita ini yang sebenarnya! Kenapa kamu nggak melaporkannya ke polisi dan menjelaskan semuanya?" Tanya Gisella heran.
"Biasanya polisi tidak akan percaya pada hal mistis semacam ini, tapi ternyata tanpa aku mengatakan dan menjelaskan semuanya pada polisi, mereka justru sudah lebih dulu menyimpulkan kalau Diana lah pelaku di balik pembunuhan berantai yang terjadi di mansion itu. Ya, sebenarnya sudah aku katakan pada kalian berdua!" Ucap Tao sembari menatap Chan dan Gisella karena sebelumnya, Tao sush lebih dulu menceritakannya pada Chan dan Gisella. Lalu setelahnya Tao kembali melihat ke luar jendela dan melanjutkan ceritanya.