
"Sebentar lagi, mungkin aku yang akan menyusul kalian untuk segera memiliki momongan!" Ucap Nadia yang juga ikut bahagia.
"Aku juga pengen😫!" Ucap Jeni manja pada Leon.
Leon lalu memeluk Jeni dari belakang dan berkata,,,,
"Iya sayang, nanti kalau kita sudah sampai di mansion saja ya!" Ucap Leon pada Jeni.
"Haish,!" Kata Lisa yang melihat Jeni dan Leon sedang bermesraan.
"Kamu mau juga sayang?" Tanya Alex pada Lisa, istrinya.
"Hah?" Kata Lisa yang langsung menoleh ke arah Alex.
"Ya kalau di tanya mau apa nggak sih, pastinya aku mau, sayang!" Ucap Lisa yang juga segera ingin memiliki momongan.
"Ya sudah nanti kalau udah sampai di mansion, kita langsung bikin oke!" Kata Alex yang langsung mengatakannya pada Lisa di depan semuanya yang ada di sana.
"Ish, kamu ini jangan bilang begitu di hadapan mereka! Malu tahu!" Ucap Lisa yang malu sendiri karena ucapan dari suaminya tadi.
Semua yang ada di sana lalu tersenyum dan juga tertawa melihat tingkah laku Lisa dan Alex saat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkat cerita,,,,
Sesampainya di mansion,
Mereka beristirahat di kamar milik mereka masing-masing.
"Sayang, aku nggak nyangka kalau kita akan diberi kepercayaan untuk memiliki momongan secepat ini!" Ucap Gisella sembari mengusap lembut perutnya.
Chan tersenyum lalu berkata pada Gisella,,,
"Aku sangat bahagia sayang, semoga saja kelak mereka akan menjadi seperti kamu!" Ucap Chan yang menginginkan anaknya kelak untuk menjadi seperti Gisella.
"Kenapa seperti aku?" Tanya Gisella heran.
"Karena kamu wanita yang baik Gisella, kamu sering menolong orang! Dan bahkan membantu mereka melakukan suatu hal yang berbahaya sekali pun!" Ucap Chan yang bangga memiliki istri seperti Gisella.
"Chan, mereka kelak juga harus sama seperti kamu! Mereka juga harus bisa menjadi seperti papa mereka, yang selalu dibanggakan oleh mama!" Ucap Gisella yang sudah berandai-andai akan hadirnya malaikat kecil mereka nanti.
Chan dan Gisella pun saling bertukar senyuman, saat membahas mengenai anak mereka kelak.
"Oh iya sayang, kamu nggak ngasih tahu kabar gembira ini pada Mama sama Papa kamu?" Tanya Chan pada Gisella.
"Oh iya aku sampai lupa untuk memberi tahu mereka, sayang!" Ucap Gisella yang memang benar lupa untuk memberi tahu kedua orang tuanya tentang kehamilannya.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan menelpon mereka!" Ucap Gisella lagi, yang hendak beranjak dari ranjangnya untuk mengambil ponsel.
"Eitss, tunggu dulu! Lebih baik sekarang kamu istirahat saja dulu, nanti kamu kasih tahu kabar gembira ini setelah kamu selesai beristirahat oke?!" Ucap Chan memperingatkan dan menyuruh Gisella untuk beristirahat terlebih dahulu.
"Iya, baiklah!" Kata Gisella yang langsung menurut dengan apa yang dikatakan oleh Chan tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkat cerita, saat makan malam tiba. Gisella dan juga Nadia sudah berada di dapur terlebih dahulu untuk memasak makanan yang akan mereka makan malam itu.
"Sayang, jangan capek-capek ya!" Ucap Chan yang berjalan ke arah meja makan sembari melihat istrinya yang sedang memasak.
"Iya, Nadia kamu juga nggak boleh capek-capek ya!" Kata Nathan yang juga datang menuju meja makan.
"Loh, yang hamil kan cuma Gisella doang!" Ucap Nathan heran dengan pernyataan dari Nathan padanya.
"Ya, apa salahnya kalau aku bilang begitu padamu?" Tanya Nathan heran karena Nadia malah menjawab begitu.
"Ya nggak ada salahnya juga sih!" Kata Nadia , "Oke jadi gini aja, kan kalian berdua sama-sama nggak ngebolehin kita buat capek-capek?! Jadi kalian berdua yang gantiin kita buat nerusin untuk membuat makanan ini!" Kata Nadia menyarankan.
"Ya, Nadia ada benarnya juga!" Kata Gisella yang setuju dengan saran yang di berikan oleh Nadia tadi.
"Kalau tahu gini, mendingan gue tadi nggak udah ngomong!" Kata Nathan.
Karena melihat Chan dan juga Nathan yang sedang berbisik, Nadia pun membuyarkan bisikan mereka.
"Apa kalian bilang?" Tanya Nadia yang membuyarkan percakapan mereka berdua.
"Eh sayang, nggak apa-apa kok! Kita siap untuk melayani kalian!" Ucap Nathan mengalihkan pembicaraan.
"Nah gitu dong, masak yang enak ya sayang!" Ucap Nadia yang menyuruh mereka berdua untuk memasak masakan yang enak.
"Iya iya!" Jawab Nathan pasrah lalu kemudian berjalan menuju dapur bersama dengan Chan.
Gisella dan juga Nadia duduk di kursi yang ada di meja makan, sambil memandangi suami mereka yang sedang sibuk memasak di dapur.
Tak lama kemudian, Lisa turun dengan di gendong oleh Alex , menuruni tangga menuju meja makan.
"Eh, Lisa? Kamu kenapa? Kaki kamu sakit?" Tanya Gisella khawatir akan kondisi Lisa yang di gendong oleh Alex.
"Haish ,ini semua gara-gara si Alex!" Ucap Lisa geram dan menatap Alex tajam.
"Jangan bilang kalau Alex mainnya kasar?!" Ucap Nadia menggoda Lisa.
"Ya begitulah, usah tahu lagi capek habis perjalanan di pesawat tadi, eh malah di bikin kayak begini!" Ucap Lisa pasrah.
"Hehe, nggak apa-apa sayang, kan sekali-sekali kayak gini!" Ucap Alex yang duduk di dekat Lisa , setelah menaruh Lisa di sebuah kursi.
"Nggak apa-apa gimana coba? Sampai nggak bisa jalan nih😒!" Kata Lisa.
"Woy, lo piyak!! Sini lo!" Panggil Nathan yang sedang berada di dapur bersama dengan Chan.
"Haish, berhenti manggil gue dengan sebutan itu!" Ucap Alex sembari memutar mata malasnya.
"Pfffff, emangnya sejak kapan kamu di panggil piyak?" Ucap Lisa terkekeh karena tahu suaminya memiliki nama panggilan ,piyak.
"Sejak dia hampir melindas anak ayam di jalan!" Ucap Chan menjawab pertanyaan Lisa.
"Hah? Memangnya pernah?" Tanya Lisa yang sempat tak percaya.
"Ya nggak juga sih!" Kata Chan yang ternyata hanya mengada-ada saja.
"Apaan sih lo!" Kata Alex kesal.
"Hhhh, udah buruan sini bantuin!" Perintah Chan yang menyuruh Alex untuk membantu dirinya memasak bersama dengan Nathan juga.
"Nah, bener tuh apa kata Chan! Lebih baik kamu bantuin mereka buat masak sana! Itung-itung buat ganti rugi kaki aku yang nggak bisa jalan!" Suruh Lisa yang terlihat masih kesal pada suaminya itu.
"Mana ada kayak gitu?" Alex mengelak.
"Ya ada lah,!" Kata Lisa.
"Oh iya ,Jeni ke mana?" Tanya Lisa yang melihat Jeni dan juga Leon tidak kelihatan.
"Oh iya juga ya, Leon sama Jeni kemana? Nggak kelihatan dari tadi?!" Kata Gisella sembari menengok ke kanan dan kiri mencari keberadaan Jeni.
Mereka semua berkumpul di meja makan untuk makan bersama.
"Kayaknya mereka masih ada di dalam kamar deh!" Ucap Nadia menebak-nebak.
"Sayang, kamu panggil mereka sana, buat ke sini!" Ucap Lisa meminta Alex untuk memanggil Jeni dan juga Leon.
"Lah kok aku sih?" Ucap Alex protes.
"Terus kalau bukan kamu siapa? Aku? Siapa yang udah bikin aku nggak bisa jalan!" Ucap Lisa yang menyalahkan Alex atas apa yang sudah terjadi pada Lisa.
"Ishh iya-iya aku akan panggil mereka buat ke sini!" Ucap Alex pasrah karena takut Lisa marah.
"Nah gitu dong!" Ucap Lisa tersenyum senang pada Alex.