Kamar 126

Kamar 126
Masalalu Gisella


Gisella rasa kali ini mungkin saatnya dunia tahu tentang masalalu Gisella, yang penuh dengan lika-liku dan suka duka bersama dengan Chan. Memang dari awal para anak-anak Gisella tidak ada yang berani menanyakan tentang hal ini pada Gisella. Mereka mengira kalau nantinya Gisella pasti akan bersedih ketika mengingat masalalu. Hal itu mendapat bukti ketika Gisella menceritakan masalalu nya ketika berada di hotel yang ada di Jepang waktu itu.


"Mark, mungkin sudah saatnya mama akan memberi tahu kamu dan anak-anak yang lainnya tentang masalalu mama!" Ucap Gisella.


"Memangnya apa ada sebab mama melakukan semua ini?!" Tanya Mark dengan polos.


"Sebenarnya awal mulanya memang ada sebab, akan tetapi setelah mengenal papa Chan , mama merasa ini sudah menjadi takdir dari diri mama untuk membantu para makhluk tak kasat mata!" Kata Gisella.


Gisella tampak menarik nafas lalu pandangan matanya mengarah pada air kolam renang yang tenang itu. "Dulu mama pernah memiliki kekasih bernama Andrian, tapi mantan kekasih mama itu seakan tidak pernah mempercayai apa yang mama katakan, karena memang dia tak percaya akan adanya makhluk tak kasat mata!" Ujar Gisella mengungkap masalalu nya pada Mark.


"Lalu apa yang terjadi padanya ma? Apa mama putus karena dia tidak mempercayai mama?!" Tanya Mark yang menerka-nerka tentang kebenaran dari seorang pria bernama Andrian itu.


"Apa menurutmu mama melakukan itu?!" Tanya Gisella sambil menatap anaknya itu, yang di tatap malah semakin tak mengerti dan malah merasa penasaran dengan cerita dari Gisella itu.


"Dulu juga bahkan mama sempat membahayakan nyawa mama sendiri, saat menolong makhluk tak kasat mata! Tapi ternyata diam-diam Andrian mengikuti mama, dan membantu mama!! Namun kejadian itu begitu cepat hingga membuat Andrian harus masuk rumah sakit!" Jelas Gisella rinci dan tak akan meninggalkan satu pun masalalu nya itu saat menceritakannya pada Mark.


"Apa yang membuat dia bisa sampai masuk rumah sakit ma? Bukankah hantu tidak bisa menyentuh manusia? Lalu apa sebabnya?!" Tanya Mark, padahal dia sendiri juga tau tentang beberapa makhluk tak kasat mata yang dia temui, dan semuanya rata-rata tidak ada yang bisa menyakiti. Kecuali kalau mereka memakai rasa manusia yang masih hidup untuk di rasuki.


"Bukan arwahnya, tapi manusianya! Saat itu mama sedang menolong arwah yang mati karena di bunuh, dan ternyata pembunuh itu ingin membunuh mama sama mantan kekasih mama itu! Sampai akhirnya kita terlibat dalam sebuah pertikaian sengit, hingga Andrian harus mempertaruhkan nyawanya demi menolongku!" Ucap Gisella.


"Lalu apa yang terjadi setelahnya ma?!" Tanya Mark lagi.


Gisella kali ini menoleh ke arah halaman yang ada di dekat kolam renang itu. Dia tampak menarik nafas untuk kembali menjelaskan pada Mark tentang cerita yang ada di masalalu nya dulu, "Polisi datang dan menangkap pelaku, lalu membawa mama dan Andrian ke rumah sakit!! Jimin sempat koma waktu itu, tapi dia kembali dan malah menyuruhku untuk berhenti membual dan melakukan hal bodoh seperti saat terakhir itu?!" Gisella kembali menghirup udara segar di sekitarnya lalu menghembuskannya, "Mama dulu sangat menyesal membuat Andrian malah mempertaruhkan nyawanya untuk mama, sampai akhirnya mama berjanji tidak akan pernah lagi berhubungan dengan makhluk tak kasat mata!" Ujar Gisella lalu mengambil jus mangga yang ada di nampan yang di letakkan di samping Gisella.


Mark yang mendengarnya tentu masih bingung, dengan apa yang terjadi selanjutnya pada kisah mama tirinya itu. Entah kenapa dirinya malah semakin ingin tahu cerita mengenai kehidupan Gisella, saat bersama dan membantu makhluk tak kasat mata yang ingin meminta tolong padanya, "Lalu apa yang terjadi pada Jimin ma? Dan bagaimana mama bisa bertemu dengan papa Chan?!" Kembali Mark bertanya, dalam artian dia ingin segera mengetahui tentang lanjutan dari kisah masalalu mamanya itu.


"Dulu saat bertepatan dengan ulang tahun mama, Andrian mengatakan padaku kalau dirinya mau mengajakku keluar, tapi siapa sangka waktu itu aku sama sekali tidak ingat kalau hari itu adalah hari ulang tahunku!! Dan ternyata Andrian berbohong, dia tidak datang menjemputku padahal aku sudah menunggunya dari pagi hingga petang! Mama baru tahu kalau hari itu ulang tahun mama, saat di beri tahu oleh kakek dan nenek kamu! Saat mama kira kalau itu hanyalah prank saja dari Andrian, mama memutuskan membiarkan Jimin melakukan sebuah peran yang mama kira kalau itu hanya Prank!!" Gisella menarik nafas di sela ceritanya, " Tapi mama mulai gelisah dan khawatir saat Andrian tiba-tiba menghilang tanpa kabar, dan bahkan mansion nya sepi seperti tak berpenghuni!! Nomor ponselnya juga tidak bisa di hubungi!" Jelas Gisella sambil mengingat-ingat kejadian di masalalu nya itu.


"Jadi paman Andrian menghilang ma?!" Tanya Mark.


"Jadi mama terpaksa menikah dengan papa Chan? Karena mama kehilangan paman Andrian?!" Tanya Mark yang bersikap sangat polos.


"Bukan nak, mama dulu tidak memiliki rasa sama Chan, tapi karena mama mengetahui kejadian naas yang menimpa Andrian nak!" Ucap Gisella sembari tersenyum kecut ke arah Mark.


"Kejadian naas apa ma? Apa yang terjadi pada paman Andrian?!" Tanya Mark mulai penasaran yang teramat sangat.


"Paman Andrian ternyata meninggal nak!"


Deg,,,


"Ma-maaf ma, bukan maksud mark mengingatkan mama pada masalalu mama itu!" Kata Mark merasa bersalah.


Gisella lalu menangkup pipi Mark dengan kedua tangannya ,"Mama kan sudah bilang sayang, kalau mama tidak keberatan menceritakan ini , lagi pula itu semua hanya masalalu!! Dan hanya bisa di kenang saja, tidak bisa di ulang!" Jelas Gisella agar Mark tidak terlalu merasa bersalah.


"Tapi ma-!" Kata Mark terpotong.


"Apa kau mau mendengar apa yang terjadi selanjutnya?!" Tanya Gisella memastikan.


"Itu tidak perlu ma, jika hanya akan menyakiti hati mama lebih baik jangan mama teruskan!" Pinta Mark yang masih merasa bersalah.


"Nak, bagaimana mungkin sebuah cerita tanpa akhir? Semua cerita pasti memiliki akhir bukan, entah itu bahagia atau pun duka!" Gisella menarik nafas di sela ucapannya, "Mama akan kasih tahu kamu nak!" Lanjut Gisella.


Lalu setelahnya Gisella memberi tahu Mark kebenaran tentang kematian Andrian akibat sebuah insiden kecelakaan. Andrian yang berpamitan dengan Gisella dan mengatakan akan menjemput Gisella, ternyata malah mengalami kecelakaan di tengah perjalanan. Rose bahkan tidak tahu tentang itu, berhari-hari mencari Andrian namun tidak menemukannya.


Bahkan arwah Andrian selalu mengikuti Gisella, namun tidak bisa mendekati Gisella. Itu karena Gisella memakai kalung air suci, dan telah bersumpah untuk tidak berhubungan lagi dengan makhluk tak kasat mata.