Kamar 126

Kamar 126
Bantuan Chan


Mark dan Lucas masuk ke dalam mansion tanpa ada yang tahu, karena ternyata mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Mark langsung masuk ke dalam kamar Gisella. Dirinya tanpa permisi langsung menggeledah koper milik Gisella yang ternyata belum di rapikan setelah kembali dari mansion di Jawa.


Mark menemukan sebuah kalung yang terbuat dari bambu kuning, yang jumlahnya puluhan dengan berbentuk salib kecil.


Ya, ternyata saat Gisella hendak pulang ketika dia mengirim Mark sebuah pesan yang membuat Mark tersenyum-senyum sendiri waktu membacanya. Gisella mengirim pesan dan memberi tahu kalau tujuan Gisella datang ke pulau Jawa itu untuk mencarikan penangkal iblis ke 3 yang di tanyakan oleh Mark dan Alfian. Gisella memberi tahu kalau tulisan di buku itu mengatakan 'Pring Kuning' atau bambu kuning. Bahkan Gisella mengirim sebuah foto di jam berikutnya, foto sebuah kalung yang Gisella desain berbentuk salib kecil yang sangat indah.


Maka dari itu Mark yang ingat langsung memutuskan untuk pulang dan mengambilnya. Dia yakin kalau dia bisa menyelamatkan Gisella dengan penangkal iblis ke 3 itu.


Saat hendak keluar kamar dengan membawa banyak kalung itu, tiba-tiba Mark terkejut dengan adanya Alfian di sana ambang pintu, yang ternyata dari tadi mengikuti Mark.


"Alfian?!" Ujar Mark terkejut.


"Kak! Bawa gue bersama lo! Gue juga mau menyelamatkan mama!!" Kata Alfian memohon, ternyata sedari tadi Alfian tahu karena tak sengaja mendengar apa yang di bicarakan oleh Adam dan Lucas di balik telepon.


"Ini sangat berbahaya Alfian! Mama tidak akan senang kalau lo ikut terlibat di dalamnya!" Kata Mark melarang Alfian.


Alfian masih terus keras kepala, "Gue juga anak dari mama Gisella kak! Gue juga mau menolong mama! Kasihan mama kak! Gue mohon sama lo kak!!" Kata Alfian yang membuat Mark menghela nafasnya pasrah. Lalu kemudian Mark turun ke lantai bawah.


"Alfian, lo panggil Lucas, gue akan ke garasi dulu! 5 menit lagi gue akan menyusul ke mobil!!" Kata Mark menyuruh Alfian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


5 menit berlalu Lucas dan Alfian sudah menunggu Mark di dalam mobil. Terlihat dari kaca spion Mark keluar dari mansion dengan membawa sebuah tas kecil lalu segera menaiki mobil di jok depan. Lucas pun langsung menancap gas dan menuju ke hotel VV lagi.


Semua orang di sana sedang menangis tanpa suara melihat Gisella. Bahkan Dila saat ini yang sudah mulai sadar juga ikut menangis di samping mamanya yang masih menutup mata itu.


"Mama maafkan Dila ma! Dila salah ma!! Dila mohon bangun!!" Kata Dila sembari menangis terisak melihat mamanya yang sedang tidak sadarkan diri. Sedangkan Chan saat ini tengah memeluk putrinya itu, dirinya tak mampu lagi menangis, dia bahkan merasa hampa melihat istrinya yang sedang berbaring menutup mata seperti itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setengah jam kemudian Mark telah sampai di hotel itu dan bergegas menuju ke kamar 126 bersama dengan Alfian dan Lucas. Saat setelah sampai di kamar 126 itu, semua tatapan mata menoleh ke arah Mark yang datang bersama dengan Alfian.


"Mama?!" Ucap Alfian yang langsung berhambur memeluk mamanya yang sedang tidak sadarkan diri itu.


"Kenapa bisa seperti ini ma!!!" Ucap Alfian sembari menitihkan air mata. Mark yang melihat itu mencoba menahan air matanya, dia ingin segera menyelamatkan Gisella dan juga Axel.


"Papa, biarkan Mark menolong mama dan Axel!" Kata Mark yang membuat Chan menoleh ke arahnya.


"Biarkan Alfian ikut bersama dengan kak Mark pa!" Kata Alfian langsung.


Chan langsung menoleh ke arah anak bungsunya itu, "Ini berbahaya sayang! Biarkan papa saja yang ikut menjemput mama kamu!" Kata Chan.


"Baiklah kalau begitu!" Kata Chan pasrah karena tidak ada cara lain lagi.


Mark memberikan semua orang kalung berliontin salib itu kepada mereka yang ada di sana, terutama papa Chan dan Alfian yang akan melakukan misi di sana nanti.


"Jangan lupa untuk meneteskan air suci pada tubuh kita bertiga, juga Gisella dan Axel nanti! Supaya pengaruh buruk ini hilang!!" Kata Chan mengingatkan.


Mereka semua mengangguk paham mendengar itu. Lalu kemudian Chan, Mark dan Alfian duduk melingkar dengan bersila hendak memulai astral projection.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di alam lain, kini Mark dan Chan sudah berada di sana dengan bergandengan tangan. Tiba-tiba ada satu sosok cantik muncul di samping Mark dengan cahaya yang awalnya menyilaukan mata. Chan dan Mark pun terkejut melihat sosok itu. Ya, itu adalah Dira.


"Dira!" Ucap Chan tak percaya.


"Papa!" Kata Dira yang langsung memeluk papanya.


"Kenapa kau bisa ada di sini Dira?!" Tanya Mark bingung, dia takut kalau yang di temui nya ini bukanlah Dira yang asli.


"Maafkan aku kak, aku kembali karena mendengar teriakan mama dan Axel yang meminta pertolonganku! Aku akan merelakan perjalananku ke alam selanjutnya di tunda, karena aku tidak bisa membiarkan iblis jahat itu membunuh orang-orang yang aku sayangi!!" Kata Dira menjelaskan panjang lebar.


"Papa tahu kan, kalau kalian itu sebenarnya membutuhkan sosok arwah baik untuk menyamarkan tubuh kalian dari penglihatan iblis! Itu bertujuan supaya dia tidak bisa melihat keberadaan kalian! Aku akui memang tak bisa menyelamatkan mama, tapi aku datang untuk membantu membuat rencana kalian berhasil!" Kata Dira menjelaskan panjang lebar tujuannya.


"Lalu apa rencana kamu Dira?!" Tanya Chan.


"Papa adalah orang yang selama ini diincar dan diinginkan oleh iblis ini! Papa bisa menjadi kelemahannya, papa harus bisa membuat dia menjadi lemah, dengan begitu biarkan aku menyamarkan kak Mark dan menolong Axel dan mama Gisella!" Kata Dira.


"Tapi Dira apa itu tidak berbahaya?!" Tanya Mark khawatir dengan rencana dari Dira.


"Kau tidak perlu khawatir kak, aku akan memberikan kalung yang di pakai papa ini pada papa nanti, supaya iblis itu tak bisa mendekati papa! Tugas papa hanya untuk mengelabuinya dan menjadikan dia lemah!" Kata Dira.


Chan pun percaya dan melepaskan kalung pemberian Mark tadi, dan memulai mencari tahu di mana keberadaan iblis itu, dia ingin memancingnya keluar. Dengan begitu Mark dan Dira akan dengan mudah mencari tahu di mana iblis itu menyembunyikan Axel dan Gisella.


"Pegang tanganku kak!" Kata Dira mengingatkan. Dan Mark hanya menjawabnya dengan anggukan, seketika tubuh Mark tak terlihat seiring Mark memegang tangan Dila, namun suaranya bisa terdengar oleh papa Chan dan tak akan bisa di dengar oleh iblis itu.


"Kau datang ke sini sayang?!"


Sebuah suara tiba-tiba menggema dan mengagetkan Chan.