Kamar 126

Kamar 126
Flashback (Nenek Wina)


Alfin dan Windy yang mengetahui itu tersentak kaget, "Apa? Kenapa bisa? Lo jangan bercanda deh! Baru beberapa jam lo pergi! Bisa-bisanya lo ngomong gitu!" Kata Alfin tak percaya.


"Iya, Lucas jangan main-main dong!" Kata Windy yang sama tak percayanya.


Lucas menarik nafas dan menghelanya dengan kasar, "Terserah kalian mau percaya apa nggak! Gue sendiri sebenarnya juga nggak mau percaya ini! Tapi ini memang benar terjadi dan gue melihatnya dengan mata kepala gue sendiri!" Kata Lucas dengan suara lemas nya. Membuat Windy dan Alfin bergetar dan perlahan mulai percaya dengan apa yang di katakan oleh Lucas, karena Lucas juga tak mungkin berbicara omong kosong seperti itu.


Lalu kemudian tak berapa lama kemudian Mark keluar, tentu Windy dan Alfin ingin mendengarkan langsung cerita dari kak Mark. Dan ingin memastikan apa yang di ucapkan oleh Lucas tadi adalah kebenaran?!


"Kak Mark, apakah yang di katakan Lucas itu benar?!" Tanya Alfin setelah melihat Mark keluar dari toilet.


Mark sejenak terdiam mendengar itu, dia menoleh ke arah Alfin, "Iya itu memang benar!" Kata Mark memberi tahu Alfin. Tentu saja Alfin dan Windy terkejut mengetahui itu, mereka bersedih karena baru tadi malam mereka bertemu dengan nek Wina dan berbicara dengan beliau, tapi ternyata beliau telah meninggal dunia.


"Ceritakan kejadiannya kak!" Pinta Windy. Karena Windy yang berniat ingin mengajak nek Wina tinggal satu rumah dengannya. Namun belum sempat Windy mengajaknya, nek Wina ternyata telah meninggal dunia.


Mark pun menceritakan detail kejadiannya kepada Alfin dan juga Windy, mereka yang mendengarnya perlahan menitihkan air mata. Karena mereka membayangkan betapa kejamnya dunia ini mengingat nenek Wina yang telah mencari suaminya berpuluh-puluh tahun, hingga berhasil bertemu dengannya, akan tetapi ternyata pertemuan yang di harapkan nya ternyata tak sesuai dengan apa yang dia pikirkan dan juga inginkan. Suaminya bahkan telah meninggal, dan yang lebih parahnya lagi Nek Wina tahu kalau suaminya telah memiliki wanita lain di belakangnya selama ini.


Flashback on


Wina Margareta adalah nama panjang dari nenek Wina, dirinya sering di panggil dengan sebutan Wina oleh teman-temannya. Dahulu beliau adalah seorang yatim piatu yang hanya berkerja di sebuah toko kue. Dan siapa yang menyangka kalau dia bertemu dengan Cahyo yang tak lain adalah suaminya itu. Saat itu tak ada yang tahu kalau ternyata Cahyo adalah anak dari pemilik toko kue yang di tempati oleh Wina.


Cahyo sengaja menyembunyikan identitasnya dari Wina saat itu. Hingga pada akhirnya mereka memiliki rasa satu sama lain. Hal itu membuat keduanya perlahan tahu tentang perasaan masing-masing, dan memutuskan untuk menjalani sebuah hubungan yang mengarah pada sebuah perselingkuhan. Wina saat itu tidak di terima oleh keluarga dari Cahyo, hubungan mereka tak di restui. Hal itu membuat Cahyo rela meninggalkan keluarganya demi mengejar cinta Wina. Wina sebenarnya tak mau kalau sampai Cahyo memutuskan tali kekeluargaannya dengan keluarganya itu, tapi Cahyo tak perduli dan tetap ingin menikahi Wina.


Hingga akhirnya Wina pasrah dan mereka pun menikah, Cahyo membeli sebuah rumah dengan hasil jerih payahnya sendiri setelah menikah dengan Wina. Mereka berdua hidup bahagia selama beberapa tahun ,hingga akhirnya Cahyo mengetahui kebenaran kalau Wina tak bisa memiliki keturunan.


Wina sangat sedih mengetahui kenyataan pahit itu, dirinya tak menyangka kalau akan bernasib buruk seperti ini. Namun ternyata hal itu tak membuat hati Cahyo goyah, dirinya masih terus mempertahankan cintanya dengan Wina, baginya dulu saat masih hidup, tak memiliki keturunan itu tak apa, yang penting dirinya masih selalu bersama dengan istri tercintanya.


Cahyo tak menjawab dan langsung pergi dari hadapan kedua orang tuanya. Cahyo terus saja memikirkan apa yang telah di katakan oleh ibunya.


Hingga pada akhirnya Cahyo membuat keputusan untuk membohongi istrinya, dengan mengatakan kalau dia akan ikut berperang, karena mengingat Cahyo mengikuti kemiliteran. Namun tentu saja hal itu hanyalah kebohongan semata saja yang di buat oleh Cahyo. Dan Wina bahkan menyetujuinya, hal itu semata-mata karena memang Wina selalu mempercayai apa yang di katakan oleh suaminya itu, dia tak pernah berpikiran buruk mengenai suaminya. dan dia berjanji akan selalu menunggu suaminya pulang.


Hingga 1 tahun telah berlalu, Cahyo yang di pikir telah berperang itu pun ternyata kembali ke rumah kedua orang tuanya yang ada di Desa Sahara.


Cahyo kembali pada kedua orang tuanya, hal itu tentu saja membuat kedua orang tua Cahyo senang. Mengingat Cahyo adalah anak tunggal dari keluarga itu. Cahyo kemudian di jodohkan dengan anak dari teman ibunya. Bahkan dirinya telah memiliki seorang anak dan juga cucu. Hal itulah yang membuat Cahyo tak berani pulang, bahkan dirinya juga tak di perbolehkan untuk menjenguk istrinya.


Sebenarnya di dalam hati Cahyo sangat menyesal karena telah meninggalkan Wina walaupun Wina berpikir kalau suaminya itu pergi untuk menjalankan tugas negara. Tapi pada kenyataannya itu hanyalah alasan semata untuk membohongi istrinya yang sangat polos itu. Rasa bersalah selalu menyelimuti Cahyo ketika dirinya mengingat istrinya, dia selalu saja ingat akan istrinya.


Bahkan setelah kematian Cahyo, beliau tak bisa pergi ke alam selanjutnya karena urusan dunianya belum selesai, itu karena beliau masih ingin bertemu dan memberi tahu kebenaran mengenai dirinya pada istrinya yang telah dia khianati cinta dan kesetiaannya.


Bahkan arwah dari kakek Cahyo selalu ada di dekat nek Wina, karena beliau ingin sekali mengatakan semuanya pada istrinya itu mengenai kebenarannya. Tapi itu tidak akan pernah berhasil, mengingat istrinya tak bisa melihat makhluk tak kasat mata.


Flashback off


Maka dari itu saat Nek Wina turun dari mobil dan terdiam, beliau ternyata memikirkan tempat itu yang tak asing baginya. Dia langsung mengerti kalau Desa itu adalah desa kediaman kedua orang tua Cahyo. Pikiran nek Wina saat itu berkecamuk dan membuat dirinya malah terdiam melamun.


Itu juga kenapa saat kakek Cahyo bertemu dengan Mark beliau hanya terdiam saja, dan tak mengatakan apapun pada Mark mengenai kenyataan pahit itu. Namun tentu saja Mark tahu karena dia tak sengaja masuk ke dimensi lain dan melihat masalalu dari kakek Cahyo ,setelah merasuki Mark waktu itu.


Kemudian setelah menceritakan semua itu pada semua yang ada di ruang rawat inap Windy. Mereka terdiam dan tak percaya bisa ada manusia seperti itu. Bahkan itu semua lebih menyakitkan dari pada berita tentang kematian. Kakek Cahyo yang bahkan belum bisa menemui nek Wina telah tewas akibat serangan jantung. Sedangkan istrinya yang lain meninggal karena penyakit yang di deritanya.