
"Ceritakan saja sayang!"
Deg,,,,,
Kalimat itu membuat jantung Gisella berdegup dengan kencang hingga membuat Gisella terpaku.
"Gisella? Hey, kenapa muka kamu kayak gitu? Bukankah kita sudah jadian?" Ucap Chan yang melihat Gisella terdiam.
"Hah? Jadian? Ka,,kapan?" Tanya Gisella yang pura-pura tidak mengetahuinya.
"Bukankah kita tadi sudah saling mengungkapkan perasaan satu sama lain? Ya, aku anggap kita sudah jadian?!" Jelas Chan dengan singkat dan padat.
"Apa? Cuma kayak gitu? Haish, nggak romantis sekali!" Gumam Gisella yang di dengar oleh Chan.
"Apa katamu? Jadi kamu ingin yang lebih romantis?" Tanya Chan.
Deg,,,
Betapa terkejutnya Gisella ketika mendengar itu lagi dari mulut Chan hingga membuatnya menjadi gugup.
"Haish, bu,,,bukan gitu maksudnya!!" Ucap Gisella gugup sembari mengigit bibir bawahnya.
Chan tersenyum manis melihat Gisella yang sedang salah tingkah sendiri karena ucapannya.
"Gisella! Sudahlah, lebih baik kamu ceritakan saja padaku awal pertama kamu bertemu dengan Byun!" Kata Chan menyuruh Gisella untuk menceritakan dari awal pertemuan Gisella dengan Byun.
"Kalau aku cerita sama Chan tentang waktu itu? Haish, malu banget dong aku!! Masak aku harus kasih tahu Chan kalau aku galauin dia waktu sama Wendy terus di jalan ketemu sama Byun!" Ujar batin Gisella.
"Kenapa kamu malah melamun? Kamu nggak mau cerita? Ya sudah kalau nggak mau juga nggak apa-apa!! Aku nggak bakal maksa kamu?!" Kata Chan yang masih terus fokus menyetir.
Akhirnya Gisella mau menceritakan kejadian saat awal pertama pertemuannya dengan Byun.
"Baiklah, aku akan menceritakan bagaimana aku bisa bertemu dan mengenal, Byun!" Kata Gisella di awal ceritanya.
"Saat kembali dari hotel waktu itu, aku jalan sendiri dan berhenti di sebuah pertokoan yang sudah tutup, dan aku duduk sendirian di sana!" Kata Gisella "Dan tiba-tiba saja mobil Byun berhenti tepat di depanku lalu dia datang menghampiriku karena waktunya memang sudah sangat larut!" Kata Gisella lagi.
"Tunggu! Kamu ngapain jalan sendirian? Dan kenapa kamu nggak telpon atau kasih tahu aku? Kan aku bisa nganterin kamu buat pulang?!" Ucap Chan.
"Apa kamu lupa, saat itu kamu sedang bersama dengan, Wendy! Ya, meskipun pada akhirnya kita tahu kalau Wendy adalah sosok iblis! Tapi tetap saja saat itu kau adalah kekasihnya! Dan aku tidak mungkin menyuruh kamu untuk nganterin aku pulang!! Aku tidak mau kalau sampai di sebut sebagai perebut laki orang?!" Ucap Gisella yang setelah ya menghela nafas lalu wajahnya terlihat lesu dan sedih.
"Hey, jangan bersedih! Maafkan aku karena tidak tahu kalau aku terpengaruh oleh iblis?! Tapi sekarang aku sudah bersama dengan kamu, jadi jangan khawatirkan apa-apa lagi di antara kita?!" Kata Chan menjelaskan pada Gisella.
Gisella kemudian tersenyum ke arah Chan, dan Chan juga membalas senyuman Gisella.
"Oh iya, terus lanjutan ceritanya gimana?" Tanya Chan lagi yang masih penasaran.
Gisella pun menceritakan kalau dirinya juga diobati oleh Byun karena kakinya terkilir. Gisella juga menceritakan pada Chan saat dirinya pergi ke mansion Byun untuk membantunya bertemu dengan adiknya yang sudah tiada.
"Lalu, kita mau cari Byun kemana?" Tanya Chan yang masih fokus menyetir.
Gisella menghela nafasnya lalu berkata,,,,
Singkat cerita mereka berdua pulang ke mansion milik Gisella.
Sesampainya di sana,,,,
"Loh, Gisella? Kok kalian berdua udah balik?" Tanya Lisa yang melihat Gisella memasuki mansion.
"Byun nggak ada di mansion nya, bahkan gerbang depannya aja masih di kunci!" Ujar Gisella memberi tahu semuanya yang kebetulan sedang berada di ruang tamu.
"Lalu dia ada di mana?" Tanya Nadia penasaran.
"Aku juga nggak tahu, Nad!" Kata Gisella dengan lesu lalu perlahan duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut.
"Bukankah, Byun memiliki perusahaan?" Tanya Nathan memastikan.
"Iya, dia punya!" Kata Gisella.
"Kamu udah cari dia ke perusahaan miliknya?" Tanya Nathan.
"Iya belum sih, lagi pula aku juga nggak tahu letak perusahaan Byun ada di mana?!" Jawab Gisella yang masih lesu.
"Kalau begitu aku akan melacak keberadaannya!" Kata Leon yang setelahnya menyuruh seorang peretas handal untuk mencari tahu keberadaan Byun.
Namun mereka ternyata hanya mendapatkan informasi tentang letak perusahaan milik, Byun. Mengetahui hal itu, Gisella dan juga Chan langsung menuju ke perusahaan milik Byun. Entah kenapa hati Gisella merasa sangat was-was karena tak kunjung menemukan keberadaan Byun.
Setelah perjalanan yang cukup lama, karena perusahaan milik Byun terletak di luar kota. Sehingga hanya Gisella dan juga Chan yang pergi ke sana.
Sesampainya mereka di perusahaan milik, Byun. Mereka tetap saja tidak menemukan keberadaan Byun di sana. Resepsionis bilang kalau Byun sudah beberapa hati tidak datang ke perusahaan. Gisella menemui sekretaris Byun dan menanyakan sejak kapan Byun tidak datang lagi ke perusahaan miliknya. Sekretaris pribadi Byun bilang kalau Byun sudah beberapa hari tidak datang ke perusahaan karena dia ingin menghabiskan waktu bersama dengan para sahabat barunya. Gisella mengambil kesimpulan, kalau Byun memang selalu bersama dengannya semenjak Gisella membantunya untuk bertemu dengan adiknya. Gisella juga tidak melihat kalau Byun pergi ke perusahaan.
Sekretaris itu juga mengatakan kalau Byun meninggalkan beberapa rapat penting akhir-akhir ini. Gisella semakin penasaran di buatnya, bahkan kata semua yang ada di mansion Byun pergi untuk urusan mendadak dan tidak bisa di tinggalkan. Namun kenapa Byun sekarang justru tidak ada si perusahaan? Ini aneh!.
Akhirnya Gisella memberi tahu semua yang ada di mansion kalau Byun belum juga dia temukan. Melalui ponselnya Gisella memberi tahu semuanya dengan nada lesu.
Mengetahui hal itu, mereka yang ada di mansion juga ikut khawatir akan hilangnya Byun yang misterius. Bahkan Gisella berpikir kalau Byun pergi tanpa berpamitan dengan dirinya dan juga teman-temannya. Byun tidak bilang dia ingin pergi ke mana, namun dia entah sekarang berada di mana.
Malam harinya di mansion Gisella,,,,
"Gisella, kau jangan terlalu memikirkan ini! Aku yakin Byun pasti akan baik-baik saja!" Ujar Chan yang melihat Gisella sedang mengkhawatirkan Byun.
"Iya, Chan aku tahu itu! Aku juga sudah berusaha untuk tidak terlalu memikirkan ini! Tapi rasanya seakan Byun sedang dalam masalah! Dia bahkan sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri, Chan!" Ucap Gisella yang menjelaskan semua perasaan kekhawatirannya.
"Kalau begitu, kita harus mencarinya lagi!" Ajak Chan dengan tangannya yang mengelus lembut rambut Gisella.
"Ponselnya juga sudah puluhan kali aku telepon! Tapi masih saja tidak aktif!" Kata Lisa sembari memegang ponsel yang dia gunakan untuk menghubungi Byun.
"Bagaimana kalau kita lacak keberadaan mobilnya saja?" Usul Alex dengan tiba-tiba.
"Gue setuju sama lo! Gue bakal nyuruh orang buat lacak keberadaan Byun di mana!" Ucap Leon yang setelahnya menelpon peretas untuk melacak keberadaan mobil Byun.