Kamar 126

Kamar 126
Uluran tangan Kris


Jiwa Gisella yang memang belum seharusnya berada di alam itu, berusaha untuk menyatu dengan alam itu dan berjalan mengunjungi tempat di amna Chan tadi terbunuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dunia nyata, Nathan bersama dengan Leon memapah Chan yang juga pingsan karena masih merasa lemas.


Semua yang berada di ruang rias itu terkejut, seakan tidak percaya kalau Chan itu masih hidup, karena mereka memang melihat dengan mata kepala mereka sendiri kalau Chan itu terjun bebas dari atap gedung itu.


Mereka sangat bersyukur pada Tuhan karena Chan masih hidup, mereka seakan merasa mukjizat datang kepada mereka di saat seperti itu.


Akan tetapi berbeda dengan Gisella yang memang tidak tahu kalau calon suaminya yaitu Chan sudah ada bersama dengannya di alam nyata.


Semua yang heran akan Chan yang masih hidup, akhirnya diceritakan oleh Nathan tentang apa yang terjadi setelah mereka membawa Gisella ke ruang rias.


Beberapa saat kemudian, Chan tersadar dari pingsannya.


"Chan, syukurlah lo udah sadar!" Ujar Nathan yang bersyukur karena Chan sudah sadar dari pingsannya.


Chan yang langsung melihat Gisella yang sedang tidak sadarkan diri, merasa sangat khawatir akan kondisi Gisella daripada kondisinya sendiri.


"Kenapa nggak bawa Gisella ke rumah sakit saja?!" Saran Chan yang langsung di tanggapi oleh Mama Gisella.


"Iya, Pa! Lebih baik kita bawa anak kita ke rumah sakit saja, lagi pula Chan juga sudah ada bersama kita, jadi Gisella akan senang jika melihat Chan!" Ucap Mama Gisella.


Setelah itu mereka memutuskan untuk mengantarkan Gisella ke rumah sakit, Lisa yang saat itu juga akan melakukan pernikahan dengan Alex pun ,meminta Alex untuk membatalkan acara pernikahan itu.


"Alex, kita tunda dulu saja acara pernikahan ini sampai mereka benar-benar pulih!" Pinta Lisa yang terlihat khawatir pada teman-temannya itu. Alex yang juga merasa khawatir pun akhirnya menyetujui saran dari Lisa dan menunda acara pernikahan itu.


Kemudian Gisella pun di bawa ke rumah sakit terdekat yang ada di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Gisella yang masih berada di alam lain, dirinya sampai di tempat di mana Chan terjatuh dari atap gedung.


"Tunggu! Di mana Chan? Kenapa hanya ada satu jasad saja?!" Tanya Gisella yang heran saat melihat hanya ada satu jasad saja di tempat itu.


Di sana sangat terlihat kalau hanya ada satu jasad saja di sana, bahkan Gisella sudah mencari keberadaan Chan. Akan tetapi dirinya tidak menemukan keberadaan Chan di mana pun.


"Chan, kamu di mana?!" Teriak Gisella.


Saat Gisella sibuk mencari keberadaan Chan, roh pria yang sudah tewas itu pun mendekati Gisella. Yang tidak lain adalah roh dari sosok misterius tadi.


"Kau akan di sini untuk menemani diriku!" Ujar seorang pria yang ada di belakang Gisella.


Deg,,,,,,


Gisella menoleh dan terkejut ketika melihat seorang pria ada di belakangnya.


"Siapa kamu?" Tanya Gisella pada pria itu.


"Kau memang tidak mengenal diriku! Tapi teman dekatmu mengenalku dengan baik!!" Ujar pria itu dengan sedikit mendekat ke arah Gisella berada.


"Aku Kris! Pengikut!!" Ucap pria tersebut yang memberi tahu Gisella akan namanya.


"Kris?" Tanya Gisella yang mencoba mengingat akan nama itu.


Gisella seperti merasa kalau dirinya pernah mendengar tentang siapa itu Kris. Gisella masih terus berusaha untuk mengingatnya, karena Gisella yakin pernah mendengar tentang Kris.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, tepatnya di dunia nyata, Gisella sudah sampai di rumah sakit dengan bersama keluarga dan juga teman-temannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tetaplah di sini, bersama denganku! Dengan begitu kita akan kekal abadi di alam selanjutnya!" Ujar Kris menyarankan pada Gisella.


"TIDAK!!" Bentak Gisella yang menolak mentah-mentah ajakan dari Kris.


"Aku tidak sudi bersama denganmu! Aku tahu kalau kamu yang sudah memperkosa adik Byun dan membunuhnya dengan kejam!! Kenapa kau tega melakukan hal sekejam itu hah?!" Ujar Gisella yang meluapkan seluruh emosinya karena dia kini sudah mengingat siapa Kris sebenarnya.


Kris adalah kekasih dari Velia yaitu adik Byun. Dirinya yang sudah memperkosa Velia dan membunuhnya dengan sadis ,dengan tujuan menjadikan Velia sebagai tumbalnya untuk Wendy.


Mendengar ucapan dari Gisella, Kris tertawa namun di wajahnya tersirat sebuah penyesalan.


"Aku begitu menyayangi Velia, tapi aku takut kalau sampai Byun tidak merestui hubunganku dengannya! Namun ternyata Tuhan berkehendak lain dengan membuat Velia yang ternyata juga mencintaiku!" Ujar Kris menjelaskan.


"Kalau kau mencintainya! Kenapa kau tega menyakitinya dan bahkan membunuhnya!!!" Ujar Gisella yang semakin kesal dengan apa yang dikatakan oleh Kris.


"Semua terjadi begitu saja!!" Ucap Kris yang kemudian menceritakan kejadian saat itu pada Gisella.


Saat itu adalah hari ulang tahun Velia. Kris yang memang sudah menjadi kekasih Velia hendak membuat Velia bahagia dengan memberikannya sebuah kejutan di hari ulang tahunnya.


Akan tetapi saat Kris ingin memberikan sebuah hadiah kepada Velia, tiba-tiba saja sosok iblis itu datang dan langsung meminta tumbal pada Kris saat itu juga. Kris yang memang sudah menjadi pengikut iblis dari sejak dia bersekolah , dirinya tidak bisa melakukan apapun selain menuruti apa yang iblis itu inginkan. Kris sendiri seperti diperalat oleh iblis itu supaya terus melakukan apa yang iblis itu minta.


Kris menceritakan bahwa hanya Velia lah yang dia mau, karena dengan begitu iblis itu bisa berubah menjadi manusia.


"Siapa?! Dan kenapa kau mau melakukan itu?!" Ujar Gisella yang penasaran dengan siapa yang menaungi Kris.


"Iblis itu adalah Wendy, dia adalah iblis dari kegelapan, yang selalu meminta pengikutnya untuk mempersembahkan seorang gadis yang masih perawan untuk menjadi kekuatannya!" Jelas Kris.


"Lalu kenapa kau memperkosanya?! Di mana letak hati nurani kamu?!" Ujar Gisella yang kesal ketika mengingat Velia meninggal karena diperkosa dan di bunuh oleh seorang pria yaitu Kris.


"Aku sendiri dipengaruhi oleh sihirnya, dan sihir itu mempengaruhi aku dan juga memintaku untuk membuat Velia kehilangan keperawanannya, sampai pada akhirnya aku harus membunuhnya untuk menjadikan dia sebagai persembahan pada iblis kegelapan!" Jelas Kris lagi pada Gisella.


"Kau memang pria yang tidak punya akal sehat!!! Kau pria paling bodoh yang pernah aku temui!!" Ujar Gisella dengan menahan air matanya.


"Cih, semua orang suka sekali bersikap munafik!! Kalian semua memang tidak pernah mengerti betapa aku mencintai Velia, tapi justru iblis dari kegelapan menginginkan dirinya, dan aku???? Aku bisa apa hah??!!" Ujar Kris tertawa namun hatinya sangat rapuh.


Gisella yang mendengar itu menitihkan air matanya yang sedari tadi memang sengaja dia tahan supaya dirinya tidak menangis.


"Pergilah bersama denganku, Chan kamu sudah lebih dulu pergi ke alam selanjutnya!" Ucap Kris sembari mengulurkan tangan pada Gisella.