
Langsung saja Mark dan Gisella berlari ke arah Dira untuk menyelamatkan Dira dari iblis itu. Namun belum sempat menyentuh tubuh Dira. Gisella sudah lebih dulu di sambar oleh iblis itu hingga dirinya terpental.
"Mama!" Ucap Dira terkejut melihat mamanya yang terpental dan membentur sebuah dinding.
"Kakak!!" Kata Mark sambil membelalakkan matanya.
"Selamatkan Dira, Mark!" Pinta Gisella yang mampu di dengar oleh Gisella.
"Tapi kak- " Kata Mark terpotong.
"Cepat!!" Bentak Gisella yang masih menahan sakitnya setelah membentur dinding.
Iblis itu tampak sangat marah pada Gisella, atas apa yang sudah Gisella lakukan padanya. Perlahan iblis itu mendekat ke arah Gisella, hendak memakaikan rantai pada leher Gisella.
Gisella yang masih lemas pun mencoba bangun ,namun tenaganya seakan terkuras habis setelah terpental dari iblis itu.
Di sisi Mark, dirinya sudah melepaskan Dira dan bahkan sudah memapah Dira untuk membawanya sedikit menjauh. Mark bingung karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk menolong Gisella.
"Kak, bangkitlah! Jangan biarkan iblis itu menjeratmu kak!" Kata Mark yang mengingatkan Gisella untuk kuat dan melawan iblis itu.
Iblis itu yang mendengar teriakan Mark pun langsung membuat Mark dan Dira terpental juga oleh kekuatannya.
"Kau yang akan menjadi pengganti anakmu!" Ujar iblis itu dengan senyum seringai dan berjalan mendekat ke arah Gisella berada.
"Ti-tidak!" Ucap Gisella terbata seakan sudah tidak ada tenaga lagi untuk melawannya. Seluruh badannya terasa sakit akibat ulah iblis itu.
Mark yang masih memiliki sedikit tenaga untuk bangkit pun, kembali memapah Dira lagi yang sudah lemas juga karena di tampah terpental oleh iblis itu tadi. Membuat Dira seperti tak berdaya.
"Kalian pergilah! Bawa Dira pergi Mark!" Gisella sudah pasrah akan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.
"Tidak kak, kakak harus ikut pergi juga bersama dengan kami!" Kata Mark yang menolak perintah dari Gisella.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di dunia nyata, terlihat tubuh Gisella bergetar hebat. Itu karena benturan yang dia alami di alam lain.
"Gisella!!! apa yang terjadi?!" Tanya Chan pada Bayu dan juga Mela yang masih fokus menjaga astral projection, namun masih bisa menjawab pertanyaan dari Chan.
"Sepertinya ada benturan di alam lain yang membuat kak Gisella mengalami ini!!" Kata Bayu menjawab pertanyaan Chan. Namun posisi matanya masih tertutup.
"Lalu bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Chan khawatir.
"Kak Chan tenang saja, biarkan tubuh kak Gisella berkonsentrasi untuk mengumpulkan tenaga!" Kata Bayu yang berusaha membuat Chan tidak terlalu mengkhawatirkan Gisella.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di alam lain, iblis itu sudah berada tepat di depan Gisella. Dan bahkan mengangkat Gisella ke atas menggunakan tangannya.
"Tolong bantu mama aku!" Kata Dira menyuruh Mark untuk menolong Gisella.
"Lalu bagaimana dengan kamu?" Tanya Mark pada Dira dengan masih di posisi memapah Dira.
"Aku sudah tiada! Tapi mama aku masih bisa kembali ke dunia nyata! Kau sebaiknya menolong mama aku dan tinggalkan saja aku di sini!" Pinta Dira dengan suaranya yang mulai lemah.
"Tapi-" ucap Mark terpotong.
"Lakukan saja!"
"Akhh!" Ujar Mark yang merintih kesakitan akibat berkali-kali terpental oleh iblis itu.
"Baiklah, aku akan menahan mu di sini untuk menjadi budak ku! Hahaha!!!" Ujar iblis itu dengan suara tawanya yang menggelegar.
Iblis itu yang tadi memang belum sempat merantai Gisella. Kini dirinya langsung mengeluarkan rantai dan mulai merantai leher Gisella. Sama seperti apa yang di lakukan iblis itu ketika merantai Dira sebelumnya.
"Mungkin ini sudah menjadi takdirku, selamat tinggal semuanya!" Batin Gisella sambil menitihkan air matanya. Dan menutup matanya karena yakin kalau dirinya akan terjebak selamanya dalam jeratan iblis itu.
Tiba-tiba saja cahaya putih muncul, hingga membuat iblis yang sedang berada di samping Gisella pun terpental dan hancur berkeping-keping. Gisella langsung lemas tak berdaya.
"Kakak!" Ucap Mark yang melihat Gisella lemas tak berdaya. Langsung saja Mark berlari menuju ke arah Gisella, dan berusaha untuk melepaskan rantai yang menjerat Gisella.
Sosok itu muncul dalam kondisi tidak berwujud, hanya cahaya putih yang tampak menyilaukan mata siapapun yang melihatnya. Sosok cahaya itu memiliki tinggi yang sama seperti seukuran manusia biasa.
Dira yang juga lemas pun masih berada di posisi yang sama seperti tadi. Sosok cahaya putih itu perlahan mendekati Dira. Bahkan sosok itu mengantarkan Dira pada Gisella dan juga Mark.
"Mama!" Ucap Dira sembari menghambur memeluk Gisella, mamanya.
"Dira!" Kata Gisella yang membalas pelukan Dira dengan hangat.
"Kak, kenapa rantainya tidak bisa di lepaskan?" Suara Mark membuat Dira dan Gisella langsung menoleh ke arahnya.
"Biarkan saja Mark" ucap Gisella yang sudah pasrah dan dengan anda yang lesu.
"Tapi kau tidak akan bisa kembali ke dunia kak!" Mark tampak khawatir, dirinya takut kalau sampai Gisella nanti tidak akan pergi bersama dengannya.
Saat itu juga sosok cahaya putih itu mendekat ke arah Gisella. Hanya dengan menyentuh rantai yang ada di leher Gisella. Tiba-tiba saja rantai yang menjerat Gisella itu hilang seketika. Hal itu sontak membuat Gisella, Mark dan Dira bingung akan siapa sosok itu sebenarnya. Kenapa dia menolong Gisella?
"Siapa kau sebenarnya?!" Tanya Gisella pada sosok itu yang hanya berwujud cahaya.
"Ini aku ma!"
Deg,,,,
Gisella tampak membelalakkan matanya mendengar apa yang di ucapkan oleh sosok itu.
"Si-siapa kamu?" Jawab Gisella tertegun mendengarnya.
"Ini aku anak pertama mama!" Jawabnya lagi. Namun Gisella tidak langsung percaya begitu saja dengan apa yang di katakan oleh sosok itu. Akan tetapi air mata Gisella tidak bisa berbohong. Perlahan air mata Gisella jatuh dari pelupuk matanya, hingga membasahi pipi.
"Kamu anak mama?!" Tanya Gisella memastikan dengan suara bergetar nya.
"Nenek menjaga aku dengan baik ma! Aku akan menunggu mama di pintu alam selanjutnya!" Kata sosok itu yang kini kita tahu kalau dia adalah perwujudan dari anak pertama Gisella. Pantas saja sosok tidak memiliki wujud, hal itu karena saat itu janin belum ada 3 bulan.
Gisella yang awalnya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh sosok itu. Kini dia mulai percaya kalau dia adalah anak yang bahkan belum sempat terlahirkan ke dunia.
Dira dan Mark sangat bingung di buatnya. Menurut mereka berdua, bukankah anak Gisella hanya ada 4 saja?
Lalu siapa sosok itu yang tiba-tiba muncul dan mengatakan kalau dia adalah anak mama Gisella?
"Ma, siapa dia?!" Tanya Dira dengan rasa penasarannya.
"Dia adalah anak mama yang paling tertua sebelum Alfin dulu, dia anak yang belum sempat terlahirkan ke dunia ini nak! Dia pergi karena iblis yang dulu mama lawan saat menolong orang!" Kata Gisella menjelaskan pada Dira tentang kebenaran masalalu mamanya.
"Kakak???!" Ujar Dira sambil menatap sosok cahaya itu yang ada di dekat mereka.