Kamar 126

Kamar 126
Keraguan Dila


Gisella mengangkat satu alisnya dan mencoba memahami apa yang di katakan oleh pemuda yang mungkin umurnya masih di atas anak pertamanya.


"Aku Mark kak, anak kecil yang waktu itu di tolong olehmu, apa kakak lupa saat menolong keluargaku di kamar nomor 129?!" Mark berusaha mengingatkan Gisella tentang kejadian itu.


Namun saat Gisella mengingatnya, Chan lebih dulu mengatakan kalau dirinya masih mengingatnya. Bagaimana dia bisa lupa dengan iblis kamar nomor 126 di hotel itu?


Tentu Chan mengingatnya dengan baik, maka dari itu dia juga pasti mengingat saat membantu Gisella menyelesaikan misi di kamar nomor 129. Yaitu tempat Mama Mark di bunuh, dan Gisella memutuskan untuk membantu menemukan jasadnya yang ternyata di taruh di atas balkon oleh Papa Mark sendiri. Siapa sangka kalau anak kecil yang dulu pernah di tolong nya itu adalah Mark? Bahkan ternyata Mark sudah memiliki indra keenam yang terbuka sejak dirinya masih kecil.


"Iya, aku mengingatnya!" Ucap Chan mengingatnya dan membuat Mark menoleh ke arah Chan.


"Kak Chan!" Mark juga antusias melihat Chan juga ada di sana. Mark memang tidak tahu kalau Gisella menikah dengan Chan.


Pov Author : Eps Mark ini ada di awal ya guys, cari sendiri okey. Buat yang lupa aja nih tentang Mark kecil.


Sampai akhirnya Gisella mengingat kejadian kalau dirinya pernah menolong arwah gentayangan mama Mark. Dan meminta Gisella untuk menolongnya menemukan jasad dan menguburkannya dengan layak. Siapa sangka Mark bisa jadi sebesar ini sekarang?


Lalu apa yang dia lakukan di desa sebesar ini?


"Iya, aku mengingatnya, astaga ternyata kau sudah sebesar ini? Dan kau bisa menjelajah astral projection?!" Kata Gisella tak percaya, dia tahu dunia begitu sempat sehingga bisa mempertemukan dirinya kembali pada anak kecil yang malang itu. Bagaimana tidak? Mamanya telah tiada karena di bunuh oleh Papanya sendiri, dan papanya bahkan sekarang sudah tewas di penjara.


Mereka semua juga bingung dengan apa yang di katakan oleh Mark. Namun akhirnya Gisella mengingatnya. Chan juga mengatakan kalau kini dirinya dan Gisella menjadi pasangan suami istri. Tentu saja Mark tahu kalau Dila adalah anak dari mereka, termasuk kembaran Dila yang menghilang saat ini.


Mark sejenak memeluk hangat Gisella, semua yang ada di sana kini tahu kenapa Mark bisa mengenal Gisella dan Chan.


Setelah selesai memeluknya, "Kak, aku sudah mencari Dira di alam lain, tapi aku tidak menemukan dia di sana! Yang aku temui hanya sosok hitam besar yang ada di dekat pohon itu" Kata Mark memberi tahu sambil menunjuk pohon besar yang terlihat drai kaca jendela.


"Ada 2 algojo yang membawa Dira, kakak tahu dari mimpi itu, tapi kakak tidak mengerti apa artinya!" Ucap Gisella mulai merasa khawatir lagi.


Semua orang yang ada di sana hanya memperhatikan Gisella yang membicarakan astral projection bersama dengan Mark. Mereka menjadi pendengar yang baik. Meski mereka tak begitu paham tentang astral peojection.


Gisella menyuruh Chan untuk mengantarkannya ke kamar Dira. Mark juga mengikutinya. Sebelumnya setelah kedatangan Mark, mereka yang ada di kamar Dira sudah lebih dulu keluar dan ikut mendengarkan percakapan yang terjadi antara Gisella dan juga Mark.


Setelah memasuki kamar Dira, Gisella segera melakukan astral projection.


"Sayang, tenangkan dirimu!" Kata Chan yang berdiri tepat di samping Gisella.


Sebelum melakukan astral projection, Gisella sengaja menutup matanya untuk mencari tahu apa yang terjadi sebelumnya di kamar itu. Tak di sangka Gisella langsung mendapatkan penglihatan tentang itu.


Gisella melihat kalau anaknya Dira hendak membuka pintu, namun saat tangannya hendak menyentuh gagang pintu, ada seseorang yang menarik tangannya. Gisella bahkan tidak melihat siapa yang menarik tangan Dira. Itu terjadi begitu cepat, dan tiba-tiba saja kabut putih nan tebal datang menghampiri ,sehingga Gisella tak bisa tahu apa yang terjadi setelah itu. Kabut putih itu seakan sengaja di buat supaya tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Dira.


"Dira!" Kata pertama yang di ucapkan oleh Gisella ketika membuka matanya.


"Gisella ada apa?" Tanya Chan khawatir.


"Kabut putih!!! Ada kabut putih di kamar ini yang membuat aku tidak bisa melanjutkan penerawangan ku!" Ucap Gisella memberi tahu.


"Kak, lebih baik kita lakukan astral projection saja untuk mempersingkat waktu! Mungkin saat ini Dira sedang dalam bahaya!" Kata Mark menyarankan.


Tanpa butuh waktu lama lagi, akhirnya mereka melakukan astral projection lagi. Dengan Mark dan Gisella yang menjelajah lalu Bayu dan Mela yang menjaga astral projection.


Kini Gisella dan juga Mark sudah berada di alam bawah sadar untuk melakukan penelusuran, mencari keberadaan Dira.


Entah kenapa di alam lain itu, Gisella melihat ada serbuk putih yang bisa menguap menjadi asap. Dia sempat bingung dan menduga kalau sebenarnya ada yang salah dalam hal ini.


"Mark, lihatlah! Serbuk ini bisa menjadi kabut putih, ini berarti memang ada yang sengaja menaruh serbuk ini di kamar Dira!" Jelas Gisella.


"Itu berarti Dira di culik kak, dia tidak ada di sini?!" Tanya Mark sekaligus memastikan ucapannya.


Belum sempat Gisella menjawab ucapan Mark, tiba-tiba saja tak jauh dari tempat mereka berada saat ini. Terdengar samar-samar suara.


"Mama!" Suara itu sayup terdengar di telinga Gisella dan juga Mark.


Gisella dan Mark membelalakkan matanya, namun mereka juga belum tahu asal suara itu dari mana.


"Apa itu suara Dira?!" Tanya Mark pada Gisella.


"Tidak! Itu tidak mungkin suara Dira!" Kata Gisella dengan tangan yang sedikit gemetar. Dia takut kalau itu benar Dira, kalau memang itu Dira, berarti memang dia sudah tiada. Karena tidak mungkin bisa pergi ke alam lain selain mereka yang sudah tiada. Kecuali dirinya bisa melakukan astral projection, namun Dira jelas tidak bisa melakukannya.


"Tapi tidak ada salahnya kalau kita mencari tahu dulu kak!" Kata Mark menyarankan.


Gisella tampak menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan. Dengan perasaan yang sedikit takut karena kegagalan menjaga janin di masalalu nya. Saat ini Gisella mencoba memberanikan diri untuk mencari keberadaan anaknya.


Saat mereka sampai di sumber suara tadi. Gisella dan juga Mark di perlihatkan sosok hitam besar yang ada di halaman, tepatnya di pohon yang ada di dekat vila itu. Terlihat sosok hitam besar itu seperti sedang menunggu seseorang dengan seringainya yang menyeramkan. Mark tidak begitu takut dengan apa yang dia lihat, karena sebelumnya dia sudah mencari keberadaan Dira juga di sana.


Di sisi lain, di alam nyata. Dila seperti menyadari sesuatu yang membuat perasaannya menjadi tidak nyaman. Kini Dila berada di dekat Alfin, bersama yang lain di ruang tamu. Sedangkan yang ikut ke dalam kamar Dira hanya ada Byun dan juga Sindy untuk menjaga mereka yang sedang melakukan astral projection.


"Tunggu!" Ucap Dila yang membuat semua mata menatap ke arahnya.