Kamar 126

Kamar 126
Ijin


"Berapa lama kita nanti di perjalanan Chan?" Tanya Gisella.


Chan menjawab, "Mungkin sekitar 5 sampai 6 jam! Kita akan memakai pesawat nanti supaya lebih cepat!" Ujar Chan memberi tahu kalau nanti mereka akan memakai pesawat dan bukan memakai mobil. Gisella mengangguk paham lalu kemudian dirinya memikirkan cara untuk mengisi waktu luangnya selama berada di pesawat nanti.


Hingga akhirnya Gisella telah menemukan sebuah cara untuk mengisi waktu luangnya selama berada di pesawat. Gisella akan membuat kalung dari bambu kuning nanti, tentunya banyak yang akan dia buat. Namun semua itu dia anggap mudah karena memang dirinya tak perlu repot-repot membuatnya menjadi air seperti bunga anggrek hitam dulu.


Selang beberapa menit kemudian setelah selesai berkemas Gisella dan Chan pun menuju ke pesawat mereka. Dan akan pulang ke mansion utama. Akan tetapi saat baru keluar dari mansion yang ada di Jawa. Gisella merasakan ada yang seperti membuat jantungnya terasa nyeri. Gisella tentu saja terkejut dan langsung memegang dadanya. Chan yang melihat istrinya memegang dadanya pun merasa khawatir dan langsung mendekat ke arah Gisella, untuk memastikan kalau istrinya itu baik-baik saja, "Ada apa sayang? Apakah dada kamu sakit? Kita ke dokter ya!" Tanya Chan khawatir.


Gisella menggeleng, "Tidak Chan, aku tidak apa-apa, mungkin ini hanya kebetulan saja! Kamu tidak perlu khawatir! Aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung! Lebih baik kita langsung ke bandara saja!" Kata Gisella memberi tahu Chan untuk tidak mengkhawatirkan dirinya, bahkan Gisella memberi tahu kalau dirinya memang tak punya riwayat penyakit jantung, jadi tidak ada hal yang perlu di khawatirkan.


"Apa kamu yakin?!" Tanya Chan untuk memastikan kalau istrinya baik-baik saja. Gisella pun mengangguk dan tersenyum untuk menunjukkan kalau dia memang merasa baik.


Setelah itu mereka kemudian menuju ke bandara menggunakan mobil, Gisella melamun dan seketika dia teringat akan sesuatu. Lalu Gisella mengambil benda pipih miliknya untuk dia gunakan, Gisella mengetikkan sebuah pesan dan mengirimnya.


Chan tak begitu memikirkan apa yang di lakukan istrinya, baginya melihat Gisella baik-baik saja itu sudah cukup untuk membuat hatinya merasa tenang.


Tak lama setelah mengendarai mobil untuk menuju ke bandara. Mereka segera menaiki pesawat yang akan lepas landas dalam 10 menit ke depan. Tak lupa di dalam pesawat, tepatnya ruangan VIP yang mereka tempati sekarang ini, Gisella bisa leluasa untuk membuat kalung dari bambu kuning yang dia dan Chan telah dapatkan di pulau Jawa itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di lain tempat, tepatnya di rumah sakit. Mark tampak tengah duduk di samping Lucas. Alfin masih setia duduk di kursi yang dekat dengan brangkar milik Windy. Tak lama setelah Mark melamun kan kejadian tadi, ada sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Ya, itu adalah pesan dari Gisella. Dirinya tersenyum melihat mamanya yang sudah 2 hari lebih meninggalkan mansion utama, tanpa memberi tahu tujuan mereka datang ke pulau Jawa kepada anak-anaknya. Akan tetapi melihat beberapa kalimat pesan yang di kirimkan oleh mamanya , itu cukup membuat dia puas, bahkan hati Mark merasa tenang sekarang. Mark juga tak sabar ingin segera bertemu dengan mama Gisella untuk dia tanyai beberapa hal mengenai makhluk tak kasat mata. Terutama dia akan menceritakan mengenai kejadian yang baru saja dia alami pagi itu.


Mark tidak tahu kalau dari tadi ada yang memperhatikan dirinya yang tersenyum sendiri melihat ke arah ponselnya, "Kenapa lo senyum-senyum kayak gitu kak? Ada apa?" Tanya Alfin. Ya, orang yang daru tadi memperhatikan Mark ketika dirinya tersenyum menatap benda pipih yang ada di tangannya itu. Membuat Alfin penasaran dengan apa yang tengah membuat kakaknya itu bisa tersenyum ,setelah dari tadi hanya melamun saja.


Mark yang tertangkap basah sedang tersenyum itu pun langsung menoleh ke arah Alfin, dia memutuskan untuk memberi tahu Alfin mengenai kepulangan mamanya hari ini, "Oh, ini! Mama Gisella akan pulang hari ini!" Ucap Mark memberi tahu. Alfin pun merasa senang dengan apa yang dia dengar dari mulut kakak sulungnya itu. Tak dapat di pungkiri kalau dia memang merindukan sosok mamanya.


"Lo serius kan kak?!" Tanya Alfin memastikan kalau dia tidak salah dengar mengenai apa yang di bicarakan oleh kakaknya.


"Iya gue serius, mama bilang mengirimi pesan padaku kalau dia akan kembali ke mansion utama hari ini!" Kata Mark memberi tahu.


Lucas yang dari tadi diam pun menyela, "Syukurlah kalau mama Gisella udah balik, gue ngerasa ada yang beda kalau mama Gisella nggak ada bersama kita di mansion! Apa lagi mommy gue pasti akan jadi orang posesif kalau mama Gisella nggak ada!" Menghela nafasnya, Lucas memikirkan akhir-akhir ini yang mommy Jeni lalukan padanya itu terasa sangat posesif. Mengingat kalau Mommy nya itu, memang menjadi seorang yang sangat takut kalau memikirkan anak-anak, apalagi setelah kejadian anak bungsunya yang pernah di culik dan di jadikan tawanan waktu itu. Hal itulah yang membuat mommy Jeni menjadi orang yang sangat posesif, dan yang bisa menenangkan dirinya hanyalah Gisella. Gisella adalah orang yang selalu membuat hati Jeni merasa tenang supaya tidak terlalu mengkhawatirkan anak-anak yang memang sudah besar itu.


"Iya, mommy Jeni memang posesif ke anak-anak kalau nggak ada mama! Tapi wajar kalau itu di lakukan oleh mommy, mengingat beberapa bulan saat kejadian Tania di culik waktu itu!!" Kata Alfin.


Mark dan Lucas hanya menjawabnya sembari menghela nafas dan saling bertatapan sekilas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Memangnya kita mau ke mana?" Tanya Axel dengan lirih kepada Dila.


"Itu bisa di pikirkan nanti! Kita bilang ke anak-anak yang lain kalau kamu mau nganter aku pulang, bilang aja kalau aku lagi nggak enak badan! Terus nanti aku kasih tahu kamu kita akan ke mana!" Ucap Dila dengan lirih, tentunya supaya tidak ada yang mendengar percakapannya dengan Axel.


Axel pun tak dapat berpikir dengan jernih. Entah kenapa dia malah memilih untuk langsung menuruti apa yang Dila inginkan, dia bahkan sudah seperti terhipnotis dengan Dila, "Baiklah, ayo!" Kata Axel dengan antusias. Karena memang kelas saat itu tengah jam kosong, di karenakan guru yang mengajar tidak ada dan hanga memberikan tugas saja.


Dila dan Axel pun langsung menjalankan rencana mereka untuk membolos. Tentunya mereka akan berbohong pada para saudaranya, "Bryan, gue mau nganter Dila balik! Dia lagi nggak enak badan! Terus minta gue buat nganterin pulang!" Kata Axel dengan aktingnya. Bryan sejenak memandang Dila yang memang wajahnya terlihat pucat itu.


"Baiklah, kalian hati-hati di jalan! Tapi kalian mau pulang naik apa?!" Kata Bryan yang langsung memberikan ijin, dan memberikan sebuah pertanyaan. karena dia adalah ketua kelasnya dan dialah yang nantinya akan bertanggung jawab mengenai perijinan saudaranya yang memilih untuk pulang ke mansion.


"Gue udah pesan taksi tadi!" Jawab Axel memberi tahu, dirinya memang telah memesan taksi online tadi sebelum meminta ijin kepada Bryan.


"Oh baiklah, hati-hati! Lo cepat sembuh ya Dil" Kata Bryan lagi, dan hanya di jawab anggukan oleh Axel dan Dila saja.


Victor, dan Alisya yang melihat Axel dan Dila pergi pun tak bertanya pada mereka. Melainkan mereka memanggil Bryan untuk mereka tanyai, "Mereka mau ke mana?!" Tanya Alisya.


Bryan menatap mereka sekilas yang hendak keluar dari kelas , lalu kemudian berbalik menengok ke arah Alisya dan Victor, "Itu si Axel mau nganterin Dila balik, katanya sih Dila sakit!" Kata Bryan memberi tahu mereka berdua.


"Perasaan dari tadi Dila nggak apa-apa deh! Apa kita kasih tahu orang di mansion aja?!" Tanya Victor dengan memberikan sebuah saran.


"Nggak usah, kan mereka nanti juga balik ke mansion!" Jawab Bryan menyarankan.


Alisya dan Victor pun saling pandang sekilas lalu kembali melanjutkan tugas yang telah di berikan oleh guru.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Axel dan Dila kini telah menaiki taksi yang sudah mereka pesan tadi. Tentunya dengan Dila yang sudah menentukan tempatnya.


"Kita ke hotel VV pak!" Kata Dila memberi tahu supir yang menyetir taksi.


Pov author : Hayo kalian pada masih ingat dengan hotel VV apa nggak? Tentunya hotel itu udah nggak asing lagi dong bagi para pembaca di novel ini! Dan kira-kira apa yang bakal Dila dan Haechan lakuin di sana nanti?


Tetap ikuti terus ya kisah ya, happy reading❤️