
"Biasanya polisi tidak akan percaya pada hal mistis semacam ini, tapi ternyata tanpa aku mengatakan dan menjelaskan semuanya pada polisi, mereka justru sudah lebih dulu menyimpulkan kalau Diana lah pelaku di balik pembunuhan berantai yang terjadi di mansion itu. Ya, sebenarnya sudah aku katakan pada kalian berdua!" Ucap Tao sembari menatap Chan dan Gisella karena sebelumnya, Tao susah lebih dulu menceritakannya pada Chan dan Gisella. Lalu setelahnya Tao kembali melihat ke luar jendela dan melanjutkan ceritanya.
"Terakhir kali sebelum mansion ini berpindah tangan padamu! Ada sepasang suami istri yang tinggal di sana! Namun istrinya menghilang entah kemana, dengan meninggalkan banyak darah di dalam kamar mereka, seluruh orang sudah membantu mencari keberadaannya, namun tidak menemukan petunjuk apapun! Sehingga semua orang menyerah dalam pencarian ini! Sampai akhirnya mansion ini berpindah tangan kepadamu!" Ucap Tao pada Nathan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Lisa.
"Kita harus menyuruh polisi untuk membantu mencari Nadia!" Ucap Nathan yang menyarankan menggunakan polisi.
"Iya gue setuju sama lo!" Ucap Alex yang setuju dengan saran dari Nathan.
"Menyuruh polisi pun aku rasa itu tidak akan membuahkan hasil!" Ucap Tao yang memberi tahu kalau polisi tidak akan mampu menanganinya.
"Tapi, mustahil kalau Nadia hilang begitu saja!" Ucap Gisella yang merasa mustahil kalau Nadia menghilang tanpa jejak.
"Iya, Gisella benar! Gue mau cari istri gue!" Ucap Nathan.
Nathan pun langsung beranjak dari duduknya dan langsung keluar dari rumah Tao begitu saja, dan dia mencari keberadaan Nadia. Alex dan juga Lisa juga mengikuti langkah Nathan untuk mencari keberadaan Nadia . Sedangkan Gisella, Chan, Jeni dan juga Leon menyusul belakangan.
"Gisella, beri tahu dia kalau sudah tidak ada harapan lagi mengenai istrinya! Dan lebih baik kalian segera pergi dari mansion itu! Aku tidak ingin salah satu dari kalian menjadi korban lagi!" Saran Tao.
"Aku akan mencoba membicarakan ini, terima kasih sudah memberi tahu kami tentang kebenaran ini!" Ucap Gisella yang berterima kasih pada Tao, karena sudah menceritakan semua kebenarannya.
"Terima kasih atas bantuan lo!" Ucap Chan setelahnya!"
Tao hanya mengangguk dan tersenyum pada Chan dan Gisella lalu berkata,,,,
"Datanglah ke sini jika kalian ingin meminta bantuan dariku!" Ucap Tao.
Gisella, Chan, Jeni dan juga Leon mengangguk paham lalu setelahnya mereka langsung menyusul Nathan yang sedang mencari keberadaan istrinya, Nadia.
Mereka tak henti-hentinya mencari keberadaan Nadia. Bahkan sampai pagi menjelang, hasilnya masih nihil, Nadia tidak ditemukan di mana pun. Tidak satu pun dari mereka yang berhasil menemukan keberadaan Nadia.
Bahkan Nathan merasa putus asa dan frustasi karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.
"Gue suami yang bodoh!!! Gue nggak bisa jagain istri gue sendiri!" Ucap Nathan yang menyalahkan dirinya sendiri.
"Nathan, berhentilah berkata seperti itu! Ini bukan salah lo!" Ucap Alex yang mencoba menenangkan Nathan.
"Iya, gue yakin Nadia pasti baik-baik saja! Lo jangan khawatir, kita harus menyuruh polisi untuk menyelidiki ini!" Ujar Leon
"Iya, gue setuju saja Leon , lebih baik kita hubungi polisi saja!" Ujar Chan yang setuju dengan saran dari Leon.
"Polisi tidak akan mencarinya sebelum hilang selama 1x24 jam!" Ujar Nathan yang sudah mulai putus asa.
"Iya, Nathan ada benarnya juga!" Ucap Alex membenarkan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Ucap Lisa.
"Aku takut kalau sampai Nadia kenapa-kenapa!" Ujar Jeni yang takut kalau sampai terjadi sesuatu pada Nadia.
"Tolong!!"
Deg,,,,,,
"Chan,!" Panggil Gisella.
"Apa kau mendengarnya?" Tanya Gisella balik apakah Chan juga mendengar teriakan minta tolong itu.
"Aku tidak mendengar apapun!" Ucap Chan yang ternyata tidak mendengar apapun.
"Kita juga nggak dengar apa-apa!" Ujar Lisa yang juga tidak mendengar apapun.
Tanpa permisi, Gisella langsung berlari menuju kamarnya.
"Loh, Gisella kamu mau ke mana?" Tanya Chan yang melihat Gisella berlari menuju kamar. Lalu kemudian Chan langsung menyusul Gisella.
Gisella sendiri juga mendengar suara anak kecil yang sedang bermain di halaman mansion itu. Namun anehnya hanya dari kamar Gisella saja, dia bisa mendengar suara itu. Bahkan Chan sendiri yang sudah terbuka indra keenamnya pun juga tidak mendengar apapun.
"Tolong!"
"Siapa? Siapa itu??!" Ucap Gisella yang menoleh ke kanan kirinya mencari sumber suara itu.
"Gisella ada apa?" Tanya Chan bingung yang melihat istrinya seperti kebingungan mencari sesuatu.
"Ada suara orang minta tolong, Chan!" Ucap Gisella memberi tahu Chan.
"Sayang, aku bahkan tidak mendengar apapun! Mungkin kamu hanya salah dengar saja!" Ucap Chan sembari memegang wajah Gisella.
"Nggak, Chan! Aku tahu ini pasti suara mereka!" Ucap Gisella dengan menggelengkan kepalanya.
"Maksud kamu mereka siapa, Sel?" Tanya Chan tak mengerti.
"Mereka yang menunggu mansion ini! Yang dikatakan oleh Tao!" Ucap Gisella yang setelahnya tiba-tiba saja hidungnya mengeluarkan darah dengan sendirinya, setelah menyebut penunggu mansion itu.
Melihat hal itu, Chan membelalakkan matanya, khawatir akan Gisella.
"Sayang, hidung kamu!" Ucap Chan.
Gisella lalu mengusap hidungnya pelan menggunakan jari tangannya. Chan langsung mengambil tisu dan membersihkan hidung Gisella yang mengeluarkan darah.
Saat Chan membersihkan hidung Gisella, dalam batin Gisella berbicara,,,,
"Sebenarnya apa yang ada di mansion ini? Kenapa aku selalu saja mimisan saat mengetahuinya? Bahkan aku tidak bisa mengetahui sebenarnya kekuatan jahat atau tidak yang ada di mansion ini! Dan Nadia, kamu di mana?" Ucap Gisella di dalam batinnya.
"Sayang, apakah ini sakit?" Tanya Chan dan Gisella hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Kamu yakin? Apa kita perlu ke dokter untuk memeriksanya? Akhir-akhir ini kamu sering sekali mimisan!" Ucap Chan dengan kekhawatirannya.
"Chan, itu tidak perlu! Mimisan ini terjadi bukan karena aku sakit! Tapi karena aku ingin mengetahui kekuatan apa yang ada di mansion ini!" Ucap Gisella menjelaskan pada Chan penyebab mimisannya.
"Kalau begitu aku minta sama kamu jangan lakukan lagi! Aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu!" Pinta Chan yang sangat khawatir terhadap kondisi Gisella.
"Tapi, Chan! Aku ingin segera menemukan Nadia! Aku takut kalau sampai dia menjadi tumbal sama seperti apa yang dikatakan oleh Tao tadi!" Ucap Gisella yang justru mengkhawatirkan Nadia dibandingkan dengan dirinya sendiri.
"Sayang, kita bahkan nggak tahu Nadia ada di mana! Jadi lebih baik kita jangan berpikiran buruk dulu!" Ucap Chan sembari mengusap kepala Gisella dengan lembut.
"Bagaimana bisa, Chan? Apa kamu nggak kasihan sama Nathan? Dia sangat frustasi atas hilangnya Nadia! Aku juga tidak bisa membiarkannya terus-terusan bersedih seperti itu, dan aku yakin kalau kamu juga merasakan hal yang sama sepertiku!" Ucap Gisella membantah Chan yang sangat mengkhawatirkan dirinya.