
"Iya Gue Leon!" Jawab pria itu yang kini kita tahu kalau dialah orang yang dicari Gisella dan juga Byun.
"Tapi tunggu! Tadi mereka bilang kalau lo itu king? Jadi yang tadi kita cari itu king mafia?" Tanya Byun keheranan dengan situasi yang dia hadapi.
"Aku nggak perduli mau dia king mafia atau apalah itu! Yang penting sekarang aku sudah menemukan orang yang aku cari!!" Ujar Gisella dengan penuh harap di hatinya.
"Gue memang king mafia, tapi sayangnya gue nggak percaya sama omongan kalian berdua!" Ujar Leon dengan sifat dinginnya.
"Jeni sendiri yang mengatakannya padaku!" Kata Gisella yang berusaha membuat Leon percaya pada dirinya.
"Mafioso!!" Ucap Leon.
"Iya king?" Jawab salah seorang mafioso yang ada di sana.
"Bawa pria ini keluar dari sini, jaga dia jangan sampai kabur! Aku akan di sini bersama dengan wanita ini?!" Perintah Leon.
Mafioso itu pun membawa Byun keluar dari ruangan itu.
"Hey, lepaskan aku! Aku ingin di sini bersama dengan Gisella!" Kata Byun yang berusaha berontak.
"Diam!" Ucap mafioso yang kini menarik dan membawanya keluar dari ruangan itu.
"Hey, awas saja kalau sampai kamu macam-macam dengan Gisella!!" Ujar Byun dengan pergerakannya yang masih berusaha berontak.
Akhirnya Byun di bawa keluar oleh mafioso suruhan Leon dan menahannya di ruangan yang berbeda dengan Gisella, hanya saja ada di sebelah ruang tempat Gisella di tahan.
Gisella kini hanya berdua saja dengan Leon di ruangan yang gelap itu. Namun saat Byun pergi Kai perlahan mendekat ke arah Gisella. Gisella yang sebenarnya merasa takut akan orang yang kini ada di hadapannya yang tak lain adalah Leon, dia mencoba berusaha untuk memberanikan dirinya mengahadapi Leon.
"Apa kau memiliki bukti kalau kau mengetahui keberadaan kekasihku?" Kata Leon yang dingin pada Gisella.
"Aku tahu kau sebenarnya bukanlah orang yang dingin seperti ini! Kau begini karena kehilangan Jeni bukan?" Tanya Gisella memberanikan dirinya.
Ucapan Gisella membuah Leon diam sejenak lalu berpikir, benar dengan apa yang dikatakan oleh Gisella, kalau Leon memang berubah semenjak kehilangan kekasihnya itu yang tak lain adalah Jeni.
Leon menghela nafasnya lalu berkata,,,,,
"Aku akan memberi tahu mu!" Ujar Leon yang tak lagi dingin pada Gisella. Hal itu membuat Gisella lebih berani lagi untuk berbicara dengan Leon.
Leon pun menceritakan dari awal dia kehilangan Jeni bahkan sampai dia tak lagi bertemu dengan kekasihnya itu.
"Semenjak kepergian Jeni aku tidak lagi percaya pada semua orang! Semua mafioso yang ku miliki sudah aku kerahkan untuk mencari keberadaan Jeni tapi hasilnya nihil, dan sekarang kau datang dan berkata kalau Jeni mencari ku? Apa kau sedang membual?" Ucap Leon panjang lebar.
"Aku bicara yang sesungguhnya, mungkin yang aku katakan ini akan sedikit tidak masuk akal bagimu,, tapi sungguh yang aku katakan ini adalah kebenaran!" Jelas Gisella.
"Katakan!!" Ketus Leon yang sudah penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi pada kekasihnya itu.
Gisella pun mulai menjelaskan semuanya pada Leon tentang telaga merah dan juga tentang bunga anggrek hitam yang di jaga oleh kekasihnya itu. Leon sangat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Gisella.
"Apa maksudmu?!" Ujar Leon yang masih bingung.
Kemudian Gisella menceritakan bahwa Jeni bisa seperti itu karena dia ingin balas dendam pada hantu yang sudah mempengaruhi keluarganya bahkan sampai seluruh keluarganya meninggal.
Leon ternyata sudah tahu mengenai pembalasan dendam itu. Namun Leon sendiri tidak tahu harus melawan hantu dengan cara apa. Bahkan Leon berpikir kalau Jeni sudah merelakan dan mengikhlaskan kepergian keluarganya. Namun ternyata tidak, Jeni justru diam-diam tanpa sepengetahuan Leon, dia bertindak sendiri.
"Tidak aku sangka kalau kau benar-benar melakukan balas dendam itu?!" Ujar Leon yang menunduk mengingat Jeni.
"Lalu kenapa kau bisa tahu kalau itu adalah Jeni ku?" Tanya Leon yang langsung menatap Gisella.
"Aku bisa melihat mereka yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang! Bahkan aku bisa mengantarkan kamu ke Jeni!" Kata Gisella yang tangannya masih terikat.
"Sekarang katakan padaku, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Leon.
"Kau harus menemuinya dan memutari pohon itu bersama dengannya sebanyak 3 kali?!" Ucap Gisella menjelaskan.
Leon langsung berjalan ke arah Gisella yang tengah terikat itu dan langsung mengayunkan pedang yang dia bawa ke arah Gisella.
Gisella terlihat ketakutan karena melihat Leon mengayunkan pedang ke arahnya. Gisella hanya pasrah lalu menutup kedua matanya.
Dan ternyata Leon hanyalah memotong tali yang mengikat kedua tangan Gisella.
Gisella pun tersenyum dan Leon pun berkata,,,,,
"Antar kan aku pada Jeni?!" Perintah Leon pada Gisella.
"Baiklah, aku akan mengantarmu tapi tolong lepaskan temanku dulu?!" Ujar Gisella.
Leon pun menyetujui itu lalu berjalan ke luar dari ruangan itu bersama dengan Gisella.
Saat Leon dan juga Gisella sudah keluar dari ruangan itu, Leon menyuruh mafioso miliknya agar membawa Byun keluar dari ruangan yang berbeda. Terlihat Byun yang masih di tahan oleh mafioso milik Leon.
"Gisella" ujar Byun.
"Lepaskan dia?!" Ujar Leon yang menyuruh mafioso miliknya untuk melepaskan Byun.
Mafioso itu pun langsung melepaskan Byun dan juga tali yang mengikat tangan Byun. Setelah itu Byun langsung berlari ke arah Gisella.
"Gisella apa kau baik-baik saja?" Tanya Byun.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja" jawab Gisella sembari memperlihatkan bahwa dia baik-baik saja.
"Lalu apa dia percaya padamu?" Kata Byun sembari melirik Leon. Gisella hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Ayo!!" Perintah Leon pada Gisella dan juga Byun " Mafioso!! Jaga markas, dan segera hubungi aku jika ada masalah!!" Perintah Leon pada seluruh mafiosonya.
Mereka pun langsung menuju ke telaga merah, dan sesampainya di sana,,,,,
"Dimana Jenie?" Tanya Leon dengan lembut pada Gisella.
"Lah, kenapa nih orang jadi lembut begini?" Bisik Byun pada Gisella yang berada di dekatnya.
"Biasalah, biasanya kan laki-laki kalau udah sama perempuan pasti bakal kayak gitu?!" Bisik Gisella balik ke telinga Byun.
"Hey!!!! Cepat katakan!" Ucap Leon yang sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan kekasihnya.
Gisella pun menjelaskan pada Leon bagaimana cara agar dia bisa bertemu dengan Jeni.
Sebelum itu Gisella menyuruh Byun untuk menghubungi Nathan dan menyuruhnya untuk segera datang bersama dengan yang lain.
1 jam kemudian, Nathan bersama Nadia dan juga Lisa pun sampai di lokasi telaga merah.
"Gisella ada apa? Kenapa mendadak kamu menyuruh kita buat datang ke tempat seperti ini?" Tanya Nadia yang masih tak mengerti.
"Aku butuh bantuan kalian untuk tugas baru!" Ujar Gisella memberi tahu.
"Lagi?" Tanya Nathan sembari menghela nafas.