Kamar 126

Kamar 126
Mama


Kemana pun Gisella dan juga Chan berlari, mereka selalu di hadang oleh kemunculan Wendy dengan tiba-tiba. Sampai akhirnya Chan dan juga Gisella merasa lelah untuk berlari lagi.


Brukkkk,,,,,


Suara Gisella yang jatuh karena sudah lelah untuk berlari lagi.


"Gisella?!" Ucap Chan yang langsung menolong Gisella.


Chan langsung menggendong Gisella karena tahu Gisella tak lagi mampu untuk berlari lagi.


"Chan, kenapa kau mau menggendong wanita itu? Apa kau mencintainya? Apa kau sudah tidak ingin lagi bersama dengan aku?!" Tanya Wendy dengan mengubah dirinya ke wujud cantiknya di depan Chan.


"Enyah lah kau iblis!!!!!!!"


Deg,,,,,


Wendy merasa marah mendengar ucapan itu dari mulut Chan.


"Kalau begitu aku akan membawa kamu dengan paksa!!!" Ujar Wendy yang mengancam Chan.


Chan terkejut dan bingung harus melakukan apa.


"Chan, lari lah dan kembali ke alam kita!" Pinta Gisella dengan kaki yang masih sakit.


"Tidak, Gisella! Aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian di sini!" Ucap Chan.


Mendengar ucapan Chan dan Gisella, Wendy semakin murka di buatnya.


"Kau peduli padanya?"


"Kalau begitu, kalian harus mati!!!!" Ucap Wendy yang setelahnya mengeluarkan ular dari dalam mulutnya.


Ular yang keluar dari mulut Wendy langsung menuju Chan dan Gisella. Ular itu hendak menggigit Gisella dan juga Chan.


Ular yang keluar dari mulut Wendy bukanlah ular biasa, melainkan ular jelmaan yang jika sekali menggigit akan membawa roh ke neraka.


Ular itu semakin dekat, Chan yang hendak menggendong Gisella pun bingung harus berlari ke arah mana lagi.


Saat ular itu sudah dekat ke arah mereka, tiba-tiba saja mereka menghilang. Bahkan Wendy juga tidak melihat mereka pergi ke mana.


Namun ternyata Gisella dan Chan masih berada di sana hanya saja tidak bisa dilihat oleh Wendy dan juga ular miliknya.


Gisella dan juga Chan sangat bingung kenapa Wendy tidak bisa melihat mereka berdua. Saat itu ternyata Gisella menyadari kalau ada arwah baik yang memegang tangannya saat Chan masih menggendongnya.


"Kenapa ular itu berhenti?" Tanya Chan yang masih bingung.


Gisella menoleh ke tangan kanannya yang ada di belakang tubuh Chan, dan melihat kalau tangannya di pegang oleh hantu baik yang dulu pernah menolongnya untuk menjemput Chan.


"Kamu?" Ucap Gisella terkejut.


Hantu itu tersenyum ke arah Gisella, begitu juga dengan Chan yang menoleh ke belakang juga melihat hantu itu.


Deg,,,,,,


Hati Chan merasa senang dan juga tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Mama?" Ucap Chan setelah menoleh ke belakang dan melihat sosok itu.


Deg,,,,,


"Apa? Ma,,,mama? Di,,,dia?" Ucap Gisella gelagapan karena tak percaya kalau selama ini yang sudah meminta tolong padanya untuk menjaga Chan adalah mama Chan sendiri.


"Dia mama kamu?" Tanya Gisella.


"Mama, Chan sangat merindukan Mama!!" Ucap Chan yang hendak menurunkan Gisella dari gendongannya.


"Chan, tunggu! Jangan sekarang nak! Kalian harus kembali ke raga kalian dulu sebelum iblis ini mengetahui keberadaan kita!" Ucap Mama Chan.


Mata Chan berkaca-kaca melihat mamanya yang kini ada di hadapannya.


"Mama kamu benar Chan, kita harus kembali ke raga kita dulu sebelum kamu benar-benar selamanya ada di sini!" Ucap Gisella.


"Nak, dunia kita berbeda! Kamu harus tetap menjalani kehidupan kamu sebagai manusia!! Percayalah Mama akan selalu ada di dekat kamu!" Ucap Mama Chan.


Wendy yang saat itu terlihat bingung karena tidak bisa melihat siapapun di alamnya sendiri.


Chan pun menggendong Gisella dan berjalan menuju ke raganya dengan di gandeng oleh mamanya. Wendy sangat kesal karena kehilangan mereka berdua di waktu seperti itu. Wendy tidak pernah menyangka kalau itu akan terjadi. Sampai akhirnya Gisella dan juga Chan sampai ke raga mereka, dan Chan langsung menurunkan Gisella di dekat raganya.


"Teman-teman kalian sudah berhasil menjaga raga kalian! Dan sekarang kalian harus segera kembali ke raga kalian, waktu kalian tidak banyak!" Ucap Mama Chan yang menyuruh Chan dan juga Gisella untuk segera masuk ke raga mereka.


"Mama, bisakah aku memelukmu?" Tanya Chan dengan haru.


"Tidak sekarang, Nak!"


"Lalu, apa Chan bisa melihat mama setelah Chan kembali ke raga Chan?" Tanya Chan.


"Gisella sudah berhasil membuka indra keenam kamu, jadi kamu bisa melihat mama setelah kamu kembali ke raga kamu!" Ucap Mama Chan. "Cepatlah waktu kalian tidak banyak!!" Ucap Mama Chan lagi.


"Chan ayo kita kembali?!" Ucap Gisella dengan mata yang berkaca-kaca karena mendengar pembicaraan antara ibu dan juga anak itu.


"Chan mencintai mama!" Ucap Chan.


Gisella langsung masuk ke dalam raganya, namun tidak dengan Chan yang langsung memeluk mamanya.


Deg,,,,


Hal itu membuat Mama Chan terkejut, saat itu juga Wendy melihat kalau Chan sedang bersama dengan mamanya dan langsung melesat ke arah mereka berdua.


Menyadari kalau anaknya dalam bahaya, Mama Chan langsung mendorong Chan untuk kembali ke raganya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dunia nyata, Gisella sudah berhasil bangun namun Chan masih terlihat menutup matanya. Namun setelah selang beberapa detik Chan juga membuka matanya.


"MAMA" Teriak Chan pertama kali setelah membuka matanya.


Teriakan Chan sontak membuat semua orang yang berada di sana terkejut dan bertanya-tanya.


"Gisella, apa kau baik-baik saja?" Tanya Jeni yang hendak mendekati Gisella namun di halangi oleh Leon.


Tunggu!!" Ucap Leon yang langsung menodongkan pistol ke arah Gisella.


"Hey kenapa kau menodongkan pistol ke arahku?" Tanya Gisella polos.


"Katakan, apa kau benar Gisella atau bukan?" Ucap Nathan yang membuat Gisella mengingat sebuah perjanjian yang dia buat sebelum dia melakukan astral projection untuk menjemput Chan.


"Baiklah!" Ucap Gisella yang setelahnya langsung memeluk Chan hangat.


Melihat hal itu, semuanya percaya kalau itu memang benar Gisella dan juga Chan.


"Sekarang kita semua percaya kalau ini kalian!" Ucap Nathan.


"Chan, apa kau baik-baik saja?" Tanya Gisella pada Chan karena melihatnya bersedih.


"Gisella, maafkan aku karena tidak percaya padamu!" Ucap Chan yang sudah mulai sadari dari pengaruh Wendy. Gisella mengangguk lalu tersenyum ke arah Chan.


"Aku memaklumi itu, Chan! Karena kamu dalam pengaruh Wendy!" Ucap Gisella di dalam batinnya.


Entah kenapa raut wajah Chan mendadak sedih.


"Chan, kenapa kok lo sedih? Lo nggak suka balik ke dunia ini?" Tanya Nathan yang melihat Chan bersedih.


"Gue rindu sama Mama gue!" Ucap Chan.


Gisella menghela nafasnya lalu berkata,,,,


"Aku akan mempertemukan kamu dengan Mama kamu setelah aku selesai memagari kamar ini!" Kata Gisella yang mampu membuat Chan tersenyum kembali.


Setelah itu Gisella memagari kamar itu dengan air dari bunga anggrek hitam dan juga beberapa mantra miliknya.