
"Eh?!" Byun terkejut karena Gisella langsung memeluknya.
"Haish, kalau bukan karena lo sahabat Gisella, gue nggak bakal ngebolehin lo buat meluk Gisella!" Ucap Chan sambil menghela nafasnya. Karena bagaimana pun Chan sudah mewajari kalau Gisella memang sangat akrab sekali dengan Byun.
"Pinjem bentar doang Chan, lama nggak ketemu!" Ucap Byun sembari membalas pelukan Gisella.
Pelukan Byun kali ini bukanlah pelukan karena perasaannya pada Gisella yang tak terbalaskan, melainkan perasaan yang sudah menganggap Gisella sebagai seorang adik sekaligus sahabat untuknya.
Gisella pun melepas pelukan dan bertanya pada Byun.
"Byun ,lo ke mana aja selama ini? Kenapa lo tiba-tiba menghilang tanpa kabar setelah acara malam itu?" Tanya Gisella yang sangat penasaran pada Byun.
"Sorry, Sel! Gue nggak bermaksud buat pergi dari kalian semua!" Ucap Byun yang membuat semua mata kini tertuju pada mereka berdua.
Mereka yang ada di sana seperti menyaksikan kedua kakak beradik yang baru saja bertemu setelah sekian lama terpisah jauh.
Byun pun memulai ceritanya sewaktu dia pulang dari mansion Gisella dulu.
Flashback on
Di malam itu , Byun yang terlihat mengendarai mobil dengan kecepatan penuh sepulang dari mansion Gisella. Tidak sengaja Byun menjatuhkan ponselnya dan memutuskan untuk mencarinya, tanpa dia sadari ada sebuah mobil truk yang melaju dengan kencang hingga menabrak mobil yang di kendarai oleh Byun.
Byun yang saat itu membutuhkan pertolongan karena terjebak di dalam mobil, tak sengaja melihat anak kecil yang melintasi jalan tersebut. Anak itu terlihat sedang meminta tolong kepada seluruh orang yang ada di dekat sana untuk menolong Byun yang masih terjebak di dalam mobil. Byun tidak tahu mengenai anak kecil itu, tapi yang pasti Byun akan mengucapkan terima kasih pada anak itu setelah menemukannya. Karena berkat anak kecil itu Byun bisa selamat. Byun yang berusaha mencari anak kecil itu, namun hasilnya nihil. karena Byun tidak bisa menemukan, Dimana keberadaan anak kecil itu.
Setelah Byun sembuh, Byun juga memutuskan untuk mengunjungi Mansion Gisella yang dulu. Namun sayangnya di sana sepi tidak ada seorangpun yang ada di sana. bahkan Byun pun sudah beberapa kali datang ke sana namun mansion itu tetap kosong.
Byun saat itu sebenarnya sudah merasa putus asa karena tidak tahu lagi harus mencari para sahabatnya di mana. Bahkan Byun sudah mencoba melacak Di mana keberadaan markas mafia nomor satu. Namun hasilnya nihil, Byun yang sudah menjadi mafia nomor 3 tidak pernah menemukan kan letak dimana keberadaan mafia nomor 1. Sampai akhirnya dia di pertemukan di tempat tadi dengan mereka semua.
Itulah sebabnya, Axel dan Jesicca selalu berpindah pindah sekolah dan juga tempat tinggal, tujuannya sebenarnya Byun ingin mencari para sahabatnya itu ke segala penjuru dunia.
Flashback off
"Oh, jadi selama ini, papa hampir keliling dunia itu karena mau mencari para sahabat papa ini?" Ucap Axel yang kini tahu akan tujuan papanya yang sering berpindah tempat tinggal.
"Haish, diam lo curut!!" Ucap Byun yang suka sekali menggoda anaknya.
Setelah itu Jiso pun menyarankan supaya Byun dan keluarga kecilnya juga ikut tinggal satu mansion dengan mereka. Namun Byun masih menunggu keputusan dari istrinya terlebih dahulu.
Byun bisa mengenal dan bertemu dengan istrinya, ketika dia sedang berlibur ke pantai untuk mencari inspirasi untuk melakukan penjelajahan dunia.
Mereka saling bercerita dan bersenda gurau bersama sembari menunggu kedatangan istri Byun, untuk di mintai persetujuan kalau tinggal bersama satu mansion bersama dengan mereka.
Dan tak butuh waktu lama, karena ternyata mansion Byun tak jauh dari kediaman mereka, istri Byun datang ke mansion itu.
Ting tong
Suara bel berbunyi, dan Gisella yang sudah menebak, kalau itu adalah istri Byun, dirinya langsung menuju pintu untuk menyambut kedatangannya.
Ceklek,,,
"Hay, apakah suamiku ada di sini? Eh maksudku Byun!" Sapa wanita itu yang langsung menanyakan tentang suaminya.
"Kamu cantik, cocok untuk Byun!" Ucap Gisella yang terpanah akan kecantikannya, karena istri Byun terlihat masih sangat muda.
"Hah?" Ucapnya terheran.
"Udah panggil lo gue aja!" Suruh Gisella.
"Haish, kan udah tua! Masak manggilnya lo gue sih?" Ucap wanita itu yang langsung akrab dengan Gisella.
"Justru biar kayak anak muda! Oh iya kenalin, gue sahabatnya Byun!" Ucap Gisella sembari mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan istri Byun.
"Lo pasti Gisella kan?" Ucapnya langsung menebak.
"Kok lo tahu?" Tanya Gisella heran.
"Byun tuh sering banget cerita tentang lo, sampai gue iri tahu nggak!" Ucap istri Byun memberi tahu.
"Benarkah? Eh btw tapi lo jangan cemburu ya, gue sama Byun emang suka gitu!" Jelas Gisella supaya tidak terjadi kesalahpahaman diantara mereka.
"Ya nggak lah, mana mungkin gue cemburu! Lagi pula dia udah jadi suami gue ,dan lo juga sudah jadi istrinya Chan kan?" Ucapnya sembari tersenyum ke arah Gisella.
"Wah-wah ternyata Byun cerita banyak tentang kita ke lo!" Ucap Gisella berdecak kagum.
"Gimana nggak, setiap mau tidur aja pasti yang di bahas tuh kalian!" Ucapnya yang malah meneruskan pembicaraan mereka di ambang pintu.
"WOY!!" Teriak Byun karena Gisella malah mengajak istri Byun mengobrol di ambang pintu.
"Haish, dasar Byun!" Ucap istrinya yang malu akan tingkah suaminya.
"Kenapa kalian malah ngegibah di sana? Hah? Buruan masuk!!" Perintah Byun dari dalam mansion.
"Ini sebenarnya mansion siapa sih?😒😒!" Ucap Nathan yang memutar mata malasnya ke arah Byun.
Gisella pun mengajak istri Byun untuk masuk setelah berkenalan tadi.
"Semuanya, kenalin ini sindy! Istri Byun!" Ucap Gisella memperkenalkan istri Byun pada semuanya yang ada di mansion.
Setelah memperkenalkan Sindy sebagai istri dari Byun. mereka membahas untuk tinggal bersama satu Mansion. Dan ternyata Sindy menyetujui itu.
Suho juga sudah menyuruh arsitek terkenal untuk membesarkan mansion itu dalam satu hari. Supaya mereka semua yang tinggal di sana merasa nyaman.
Mereka lalu mengadakan acara Barbeque untuk merayakan kembalinya Byun pada mereka.
Malam harinya mereka menghabiskan waktu bersama sembari mengadakan acara barbeque ,mereka cukup bersenda gurau dan tertawa bersama, karena kini kebahagiaan mereka sudah semakin lengkap karena Byun telah kembali kepada mereka. Menghabiskan waktu bersama sampai tidak mengingat waktu yang sudah mulai larut. bahkan Dira sampai ketiduran di pangkuan Alfin . karena memang Alfin sangat dekat dengan daerah dibandingkan Dila. Itu karena sikap Dira yang yang sedikit lebih tertutup dan penakut dibandingkan Dila. Maka dari itu Alfin lebih dekat dengan Dira karena Dila bahkan sudah mandiri dan lebih berani. Tapi bukan berarti Alfian tidak dekat dengan Dila ya!.