Kamar 126

Kamar 126
Buka mata kamu!


"Chan!!! Apa kau tahu siapa Wendy? Dia adalah iblis!!!!" Ujar Gisella.


Deg,,,,,


Pernyataan Gisella membuat semua orang yang ada di sana terperanjat kaget saat mengetahui hal itu. Karena mereka semua memang sudah mengetahui kalau kekasih Chan bernama Wendy meskipun mereka belum tau wajah Wendy seperti apa.


"Gisella, apa yang kamu bicarakan? Itu tidak mungkin!" Bantah Chan yang tak percaya dengan ucapan Gisella.


"Tapi kenyataannya memang seperti itu!!" Ucap Gisella lagi yang berusaha meyakinkan Chan.


"Gisella, kenapa tiba-tiba kamu menuduh Wendy begitu? Dia bahkan sekarang hilang entah kemana, dan kamu malah menuduhnya? Ada apa denganmu?" Kata Chan yang membela Wendy.


"Chan, percayalah padaku! Wendy adalah iblis!" Ucap Gisella dengan wajah memelasnya.


Chan menggelengkan kepalanya lalu berkata "Nggak,,, aku nggak percaya sama kamu!" Kata Chan yang membuat hati Gisella merasa sedih karena tidak dipercaya oleh Chan.


"Kenapa sulit sekali untuk meyakinkan dirimu Chan?" Ucap Gisella yang hendak menyerah untuk meyakinkan Chan.


"Kamu berbicara tanpa adanya bukti, Gisella! Bagaimana aku bisa percaya begitu saja padamu? Bagaimana kalau yang kamu katakan itu salah? Wendy pasti akan merasa sakit hati ketika mendengarnya! Lagi pula kalau Wendy iblis, aku tidak mungkin bisa melihatnya!!" Bantah Chan.


Gisella sudah mulai kehabisan akal untuk memberi tahu kebenarannya pada Chan. Sampai akhirnya hanya ada satu jalan untuk membuatnya sedikit percaya.


"Baiklah, aku akan mengatakan sebuah rahasia!! Kau sebenarnya bisa melihat mereka yang tak kasat mata sama sepertiku!!!!" Ucap Gisella setelah sebelumnya menghela nafas panjang untuk mengatakan itu.


Deg,,,,,,


Chan terdiam seketika saat mendengar ucapan Gisella.


"Tapi kenapa aku tidak bisa melihat apa yang kamu lihat?" Tanya Chan penasaran.


"Itu karena mata batin kamu sudah separuh terbuka dari lahir, kau bisa melihat mereka namun tidak semuanya! Saat itu aku ingin membuka mata batin kamu sepenuhnya!! Tapi aku tidak bisa melakukannya tanpa persetujuan dari kamu Chan! Aku memilih merahasiakan ini dari kamu!! Kamu tidak bisa melihat mereka karena kamu dalam pengaruh Wendy, Chan!!" Ucap Gisella yang menjelaskan panjang lebar.


Semua orang yang ada di sana hanya bisa terdiam, menyaksikan perdebatan antara Gisella dan juga Chan.


"Kalau begitu, buka sepenuhnya indra keenam milikku! Agar aku bisa melihat mereka sama sepertimu! Dan untuk membuktikan kebenaran mengenai Wendy!" Pinta Chan dengan nada datar.


"Baiklah, aku akan membuatmu percaya dengan apa yang aku katakan tadi!! Sekarang tutup mata kami!!" Suruh Gisella lalu kemudian Chan menutup matanya.


"Aku minta tolong pada kalian semua, apapun yang terjadi jangan pernah melepaskan kalung yang sudah aku berikan kepada kalian!" Ucap Gisella yang saat sebelum masuk ke kamar itu sempat membagikan kalung berliontin air anggrek hitam.


Gisella lalu membaca sebuah mantra untuk membuka sepenuhnya mata batin milik Chan.


"Terima kasih karena kau sudah mengantarkannya padaku, hahaha!!" Ucap Wendy yang tak lain adalah iblis itu.


Suara Wendy hanya di dengar oleh Gisella, dan spontan Gisella membelalakkan matanya karena teringat kalau Chan belum memakai kalung anggrek hitam, karena tadi Chan masuk ke dalam kamar terlebih dahulu.


"Astaga!! Chan!!!" Ucap Gisella.


"Chan buka mata kamu!!" Kata Gisella yang mulai khawatir dengan Chan yang arwahnya di bawa pergi di bawa oleh Wendy.


"Chan, bangun!!! Buka mata kamu!!" Ucap Gisella yang sudah berlinang air mata.


"CHAN, KAU DENGAR AKU!!! KU BILANG KEMBALI BUKA MATA KAMU!!! JANGAN IKUTI APA KATA DIA!!!" Bentak Gisella pada Chan yang masih menutup matanya.


Semua orang berusaha menenangkan Gisella, namun Gisella semakin menjadi-jadi, dengan menangis dan tak tahu lagi harus bagaimana karena pikirannya hanya tertuju pada keselamatan Chan. Hatinya seakan tak berdaya lagi dan hendak ikut mati karena melihat Chan yang tidak membuka matanya lagi.


"Gisella, sebaiknya kamu datang ke alam lain untuk menjemputnya! Sama seperti saat Chan diambil oleh iblis saat itu! Kita akan di sini menjaga raga kamu dan juga Chan!!" Ujar Nathan yang menyarankan agar Gisella pergi ke alam lain dan mengambil lagi arwah Chan yang diambil oleh Wendy.


"Tapi siapa yang akan membantuku di sana nanti? Kita memerlukan hantu baik untuk menyelamatkannya dan bahkan hantu baik itu tidak ada di sini!" Ucap Gisella "Chan, ku mohon bangunlah dan jangan turuti apa kata dia! Kembalilah ke alam ini!!" Ucap Gisella yang mulai kehabisan akal.


Semua orang sangat bingung dengan situasi itu. Sampai akhirnya Gisella langsung menyuruh Leon dan juga Alex untuk mendudukkan Chan di sebuah kursi dan meminta semuanya untuk duduk melingkari Gisella dan juga Chan.


"Aku akan menjemput Chan sendiri! Dan jika nanti yang kembali ke raga ini bukan kamu, aku meminta kalian untuk membunuh saja raga ini!!" Ucap Gisella dengan tegas.


Ucapan Gisella membuat semua orang membelalakkan matanya karena tak percaya Gisella bisa berkata seperti itu.


"Bagaimana mungkin?" Tanya Jeni.


"Iya bagaimana bisa kita membunuh kalian berdua?" Tanya Nadia yang mulai menitihkan air matanya juga melihat sahabatnya berkata seperti itu.


"Ini demi kebaikan semuanya! Jika nanti ragaku di rasuki oleh arwah yang bukan diriku begitu juga dengan Chan, kalian harus membunuh raga kami!!" Ucap Gisella lagi.


"Tapi,,,,,,," ucap Nadia terpotong.


"Tapi bagaimana kami bisa tau kalau itu kalian atau bukan?" Tanya Nathan yang memotong ucapan Nadia tadi.


"Aku akan memeluk Chan sebagai tanda kalau itu adalah arwah atau roh kami yang asli!" Ucap Gisella tanpa berpikir panjang.


"Baiklah, kita semua akan menjaga raga kalian di sini semampu kita!" Ucap Nathan meyakinkan semua orang terutama Gisella.


"Nathan, kenapa kamu menyetujuinya? Bagaimana kalau sampai terjadi apa-apa sama Gisella?" Ucap Nadia yang sudah berurai air mata.


"Sayang, ini sudah menjadi keputusan Gisella! Dan kita harus bisa menghargai keputusannya!" Pungkas Nathan yang membuat Nadia pasrah akan keadaannya.


Byun yang saat itu juga merasakan kekhawatiran pada Gisella pun akhirnya angkat bicara,,,


"Gisella, biarkan aku ikut denganmu!" Pinta Byun yang tidak ingin melihat Gisella terluka.


"Aku tidak akan membiarkanmu membahayakan nyawa bersama denganku Byun, yakinlah bahwa aku akan kembali!" Ujar Gisella yang peduli pada kekhawatiran Byun. Gisella terisak melihat Chan yang masih menutup matanya.


"Aku tidak memiliki banyak waktu lagi, aku akan segera menyusul Chan dan membawanya kembali ke alam manusia!" Ujar Gisella yang setelahnya memulai ritual dan merapal mantra untuk melakukan astral projection.


"Semoga kau berhasil Gisella!" Ucap Jeni lirih sembari berdoa untuk keselamatan Gisella dan juga Chan.


Gisella pun menutup matanya dan memulai astral projection.