Kamar 126

Kamar 126
Kecewa


"Maksud kamu gimana? apa kamu pemilik mansion ini sebelumnya? ada cerita apa di balik mansion ini sebenarnya?" tanya Gisella yang semakin di buat penasaran akan sejarah apa yang ada di mansion itu.


"Apa kalian berdua ingin benar-benar tahu tetang mansion ini?" tanya Tao memastikan.


"Katakan saja yang sebenarnya pada kita, istriku sejak datang kemari sering sekali di ganggu oleh mereka?!" pinta Chan yang meminta Tao menceritakan semua tentang mansion itu.


Tao pun menoleh pada Gisella dan menatapnya lalu berkata,,,,,


"Apa yang lo lihat di dalam?" tanya Tao.


"Banyak suara tangisan dan juga suara anak kecil yang sedang bermain di halaman itu! Tapi yang menampakkan diri hanya satu, yaitu seorang wanita yang menggantung di atap kamar kami?!" ujar Gisella menjelaskan apa yang dia alami tadi.


"Itu artinya kalian dalam masalah besar!" ucap Tao.


Gisella dan juga Chan saling menatap dan kembali dibuat penasaran dengan ucapan dari Tao tadi.


"Kenapa kamu bisa bilang begitu?" tanya Gisella.


"Mansion ni memang besar, tapi setahu gue sudah kurang lebih 5 tahun mansion ini di jual, namun tidak ada yang mau membelinya, itu karena aura mistis yang menyelimuti mansion ini!" Jelas Tao pada Gisella dan juga Chan.


"Tapi aku bahkan tidak melihat aura kejahatan di sana?!" ungkap Gisella yang menurutnya memang tidak ada aura mistis dari roh jahat.


"Mungkin karena kamu belum merasakannya!" Ucap Tao.


Tao pun mulai menceritakan tentang mansion itu dan juga pemiliknya duku.


Flashback on,,,,,,,


Dulu mansion besar yang dibeli oleh Nathan itu adalah milik dari pasangan suami istri yang bernama Baskara dan juga Diana. Mereka memiliki 3 orang anak, dua laki-laki dan yang satu perempuan. Saat itu terjadi sebuah pembantaian di mansion ini, dan seluruh keluarga itu mati, bahkan tidak ada satu pun yang selamat dari peristiwa itu. Dan ternyata yang menjadi tersangka adalah istrinya yang bernama Diana. Itu karena mayat diana yang tergantung di atap kamar dan itu juga yang membuat semua orang berpikir kalau Diana lah pembunuhnya, posisi bahkan juga menyimpulkan bahwa Diana yang bersalah. Polisi mengatakan kalau Diana sengaja menghabisi seluruh keluarganya dan setelahnya dia melakukan bunuh diri dengan cara menggantung.


Flashback off


"Tapi kenapa dia melakukan itu?" Tanya Chan setelah mendengar cerita dari Tao.


"Gue sendiri juga nggak tau soal itu, namun berita itu berhasil di hilangkan dan tidak tersebar ke mana pun , dalam arti lain supaya ada yang mau membeli mansion besar ini! Sampai akhirnya mansion ini berhasil terjual dan dibeli oleh teman kalian itu!" Jelas Tao pada mereka


"Apa kau juga sering melihat mereka berkeliaran di sini?" Tanya Gisella pada Tao.


"Aku tidak pernah melhat mereka, tapi aku bisa merasakan kalau mereka memang masih ada di sekitar mansion yang kalian tinggali!" Ucap Tao.


"Chan, sekarang bagaimana?" Tanya Gisella pada Chan.


"Nanti kita bicarakan ini dengan Nathan dulu!" Jawab Chan.


"Saran gue, lebih baik kalian pergi saja dari sini dan mencari tempat lain untuk kalian tinggali!" Ucap Tao menyarankan "Aku yakin arwah mereka pasti akan datang lagi dan menghantui kalian semua nantinya!".


"Makasih ya ,Tao! Lo udah kasih tau ini sama kita!" Ucap Gisella yang mengucapkan terima kasih atas apa yang disarankan oleh Tao.


"Iya sama-sama, gue ngasih tau ini ke kalian berdua supaya tidak ada korban lagi, dan gue nggak mau kalau sampai ada yang meninggal di mansion itu dengan cara yang tragis.


"Iya, kalau kalian butuh apa-apa, kalian langsung saja pergi ke rumah gus! Gue akan dengan senang hati membantu kalian!" Ucap Tao supaya Gisella dan Chan tidak terllau khawatir.


Setelah itu Gisella dan juga Chan pun langsung kembali ke mansion.


Chan sengaja mengajak semuanya untuk pergi ke sebuah restauran Jepang, dengan tujuan membahas tentang mansion..


Sesampainya mereka di sebuah restauran bernuansa Jepang,,,,


"Nathan, ada yang mau gue omongin?!!" ucap Chan yang mengawali pembicaraan.


"Ada apa Chan?" tanya Nathan yang merasa penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Chan..


"Gue sama Gisella nggak nyaman sama mansion nya!" ujar Chan lang langsung memberi tahukan apa yang Chan dan juga Gisella rasakan.


"Loh, memangnya kenapa? Mansion yang kita tempati adalah mansion terbesar yang gue punya di Jepang, mansion gue yang lain nggak terlalu besar! apa mansion nya masih kurang buat kalian?" ujar Nathan khawatir karena takut kalau Chan dan Gisella benar-benar tidak nyaman dengan mansion miliknya itu.


"Nathan, maksud Chan bukan begitu! Tapi memang aku merasakan ada yanag janggal di mansion itu!" ujar Gisella.


"Kenapa kalian bilang kayak gitu? kalian berdua nggak suka ya sama mansion nya?" ucap Nadia yang mencoba menanyakan penyebab Chan dan Gisella merasa tidak nyaman.


"Bukan itu,Nad! tapi memang di sana ada sosok yang mengganggu di ana, kalian memang tidak akan bisa melihat mereka,, tapi aku benar-benar merasakan kehadiran mereka, bahkan Chan pun tidak bisa mendengar suara-suara mereka?!"" ujar Gisella memberi tahu teman-temannya itu.


"Jadi, ini soal hantu lagi? Gisella, aku tahu di mana pun pasti ada penghuninya! entah itu jahat atau baik, tapi selama mereka nggak gangguin kita, Ya nggak usah di tanggapi?!" ucap Nadia yang merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh Gisella.


"Nadia benar, Sel! aku di sana juga merasa nyaman-nyaman aja tuh?!"" ujar Lisa yang membela Nadia.


"Tapi,,,,,," ucap Gisella terpotong.


"Atau kalau nggak gini aja! kamu sama Chan cari mansion sendiri saja!" ucap Nadia yang mampu membuat Gisella merasa sedih karena tidak menyangka kalau Jiso akan mengatakan ha seperti itu padanya dan juga Chan.


"Loh, Nad! kok kamu ngomongnya gitu sih?!" ucap Jeni yang mencoba menengahi mereka.


"Habis mau gimana lagi, Jenn? Gisella kan tadi udah bilang kalau dia nggak nyaman tinggal di mansion itu! Ya, mau nggak mau kalau dia nggak stay ya cari mansion sendiri!" ujar Jiso lagi.


"Tapi kalau aku pergi,, aku takut terjadi apa-apa sama kalian!" ujar Gisella yang sebenarnya merasa kecewa dengan ucapan Nadia tadi.


"Kamu nggak usah khawatir, kita udah punya suami masing-masing yang bakal bisa jagain kita! jadi nggak usah khawatirkan kita!" ujar Nadia yang setelahnya beranjak dari duduknya dan mengajak Nathan untuk pergi dari restauran itu.


"Nathan ayo kita pergi!" ajak Nadia pada Nathan sembari menarik tangan suaminya.


"Loh, Nad! kok pulang sih? kita kan belum makna!!" tanya Lisa yang melihat Nadia beranjak dari duduknya.


"Aku sudah kenyang" ujar Nadia yang setelahnya pergi tanpa menarik tangan Nathan lagi..


Tanpa di tarik tangannya pun Nathan langsung berlari menyusul istrinya, dan tak lupa dirinya juga pamit terhadap semua teman-temannya yang masih berada di restauran itu.