Kamar 126

Kamar 126
Terungkap


"Pak, boleh saya bertanya?!" Ucap Mark memulai obrolan.


"Iya nak silahkan, tanyakan saja apa yang ingin di tanyakan!" Ucap pak Satyo mempersilahkan Mark untuk bertanya.


"Albert itu siapa pak?!" Tanya Mark.


Deg,,,,,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Alfian, Lucas dan Alfin. Mereka bertiga berjalan menuju ke arah belakang, tepatnya di dekat kolam renang.


Jauh di sisi kolam renang yang lain, Alfian melihat adanya makhluk tak kasat mata yang bahkan terlihat seperti sedang mengenakan tuxedo pernikahan. Alfian tau mereka tak akan bisa mendekat karena kalung yang di kenakan oleh ketiga pria itu.


Namun Alfian di buat terkejut saat mendapati seorang wanita paruh baya di antara kerumunan para pria itu. Yang awalnya menunduk lalu menatap ke arah Alfian dengan seringai tajamnya. Alfian tersentak, sampai akhirnya.


Alfin terkejut saat melihat ke arah Alfian, "Renjun! Hidung lo!!" Ucap Alfin ketika melihat hidung adik bungsunya itu mengeluarkan darah. Sontak ucapan Alfin tadi mengundang Lukas untuk langsung menoleh ke arahnya.


Alfian sendiri tak sadar akan hal itu. Lalu mengusap hidungnya, untuk memastikan apakah benar ada darah yang keluar dari hidungnya. Dan benar saja, ternyata memang benar kalau hidung Alfin mengeluarkan darah, sepeti mimisan.


"Lo baik-baik aja kan?!" Tanya Lukas yang tak kalah khawatir.


Alfian mengusap darah itu menggunakan lengan baju yang dia kenakan. Mengusapnya hingga tak terlihat, lalu seketika pandangan Alfian menjadi kabur.


"Alfian!!" Pekik Lukas dan Alfin ketika melihat Alfian yang hendak ambruk dan segera di dudukkan di sebuah kursi kolam renang.


Back to Mark


"Dari mana kau tahu Albert?!" Tanya pak Satyo penasaran.


"Apa bapak tidak mengenali anak bapak sendiri? Dia pasti akan sangat kecewa kalau bapak tidak mengakui dia, yang memiliki nama asli ,Angel!"


Kata Mark lagi.


Deg,,,,


Pak satyo seketika geram, saat Mark mengatakan kalau nama asli Albert adalah Angel. Bagaimana bisa Mark tahu mengenai itu semua? Sedangkan rahasia itu sudah tersimpan rapi semenjak 1 tahun yang lalu.


"Kenapa kau malah membahas orang yang tidak dikenal tuan? Kenapa kita tidak bicarakan masalah penjualan rumah ini? Apa tuan lupa tujuan utama tuan datang ke sini?!" Tanya Pak Satyo pada Mark dengan nada santainya.


Ya, orang yang tak lain dan tak bukan. Pria paruh baya yang di temui Mari di dimensi lain itu adalah Pak Satyo. Orang tua dari Albert alias Angel.


"Pak, saya mohon jawab dulu pertanyaan saya mengenai Albert putra bapak!" Pinta Mark yang mulai penasaran dan memohon supaya Pak Satyo mau angkat bicara.


Namun sayangnya, bukannya mendapatkan jawaban yang diinginkannya. Mark dan juga para saudaranya di usir dari sana.


Pak Satyo beranjak dari duduknya, "Silahkan kalian keluar dari sini!" Ucap pak Satyo mengusir mereka dari sana.


Akan tetapi, mereka seperti ingin menuntaskan itu semuanya sebelum pergi dari sana.


"Cepat keluar dari sini!" Kata pak Satyo yang terus saja mengusir mereka dari sana.


"Pergi!!!!!!" Bentaknya lagi.


Sedangkan di sisi Alfin, dirinya mendengar suara orang yang sedang membentak seseorang pun langsung memapah Alfian bersama dengan Lucas.


" Ada apa ini??" Ucap Alfin begitu sampai di ruang tamu dengan memapah Alfian.


Mark yang melihatnya terkejut dengan apa yang terjadi sama Alfian.


"Apa yang terjadi sama Alfian? Kenapa dia?!" Tanya Mark khawatir.


"Kita nggak tahu tiba-tiba dia pingsan tadi, tapi ini dia udah sedikit baikan. Jelas Lukas.


"Cepat pergi atau kalian akan tau akibatnya!" Entah kenapa justru pak Satyo malah mengancam mereka. Lukas yang geram dengan ucapan dari pak Satyo tadi itu seperti ingin marah, namun di halangi oleh Mark.


Tentu saja, mereka tidak bisa berkelahi di sana bukan. Secara Lukas itu adalah king mafia yang baru.


Namun tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan sebuah serbuan dari beberapa orang yang memakai topeng hitam.


Gubrakk,,,


Suara pintu samping yang di buka dengan paksa pun membuat mereka semua bingung sekaligus penasaran akan siapa mereka yang memakai topeng itu. Mereka langsung di kepung dengan orang-orang yang mengenakan topeng hitam itu.


"Apakah kalian berniat untuk mengungkap kematian dari putraku?" Ucap pak Satyo dengan entengnya.


"Kau iblis!!!!" Ucap Mark.


"Iya, lantas kalian mau apa?! Kalian semua akan mati dan menjadi santapan iblis kegelapan! Hahaha!" Ucap pak Satyo diiringi tawa menggelegar, pak Satyo pikir dirinya akan menang. Namun dirinya tak tahu kalau yang sebenarnya dia hadapi itu adalah seorang king mafia.


Alfian memang sudah sadar, akan tetapi masih sedikit lemas mengenai apa yang dia lihat tadi, saat berada di kolam renang.


Kembali lagi pada posisi mereka yang telah di kepung banyak orang memakai topeng hitam. Yang di ketahui memanglah suruhan dari pak Satyo.


"Tangkap mereka semua!!" Perintah pak Satyo saat itu. Lalu dengan cepat mereka langsung menyerang untuk menangkap ke 5 bersaudara itu. Lucas yang sudah kehabisan kesabaran tak dapat berdiam lagi. Dia langsung mengeluarkan pistol dan menembaki semua yang ada di sana.


Pak Satyo yang melihatnya terkejut bukan main. Pasalnya ada banyak orang suruhannya, namun mereka mati sia-sia di tangan seorang yang dikiranya masih bocah.


Karena takut tertembak, pak Satyo hendak melarikan diri. Akan tetapi dia kalah cepat dengan Lukas yang sudah menodongkan pistolnya di kepala pak Satyo.


"Jangan bergerak, atau kepalamu aku lubangi!! Bersyukurlah aku tidak langsung membunuhmu wahai orang tua iblis!" Ucap Lucas dengan penuh penekanan.


Pak Satyo yang sejatinya memiliki jiwa pembunuh itu langsung merinding seketika. Menatap kosong karena sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain diam, atau kepalanya akan di lubangi.


"Victor! Ikat dia!!" Perintah Lucas pada adiknya itu. Victor yang terpanggil pun langsung bergegas mengambil tali, yang tadinya akan di gunakan untuk mengikat mereka.


Pak Satyo diikat dan di interogasi mengenai siapa sebenarnya Albert dan Angel. Awalnya dia bungkam, namun perlahan dia mulai menceritakan semuanya.


"Katakan!!!" Ucap Lukas penuh penekanan. Kemudian pak Satyo yang pasrah pun mau tidak mau menceritakan kejadian 1 tahun yang lalu.


Flashback on,,,


Pak Satyo hidup bahagia dengan istrinya. Namun semuanya berubah ketika anak pertama mereka lahir. Awalnya mereka sangat menginginkan bayi laki-laki, karena pastinya nanti akan bisa menjaga adik-adiknya kelak. Namun ternyata istri pak Satyo melahirkan bayi perempuan.


Sebenarnya mereka tak masalah memiliki bayi perempuan, mereka mulai menerimanya. Namun saat istri pak Satyo di vonis tidak dapat memiliki keturunan lagi. Hal itu membuat pak Satyo dan istrinya menjadi frustasi. Mereka yang sangat mendambakan seorang anak laki-laki akhirnya harapan mereka harus pupus.


Sampai akhirnya anak perempuan mereka yang bernama Angel itu di paksa untuk menjadi seorang pria. Istri pak Satyo bernama Sarah.


Di hari itu saat usia Angel menginjak 5 tahun, dirinya di aniaya karena dia perempuan. Sampai pada akhirnya pak Satyo memotong habis rambutnya hingga menjadi mirip seperti seorang pria. Lalu di beri nama Albert.


Angel saat itu hanya pasrah, dan mulai menjalani hidup sebagai seorang pria. Sampai suatu saat dirinya menginjak usia remaja. Dirinya mengalami masa puber seperti membesarnya bagian-bagian tertentu pada badannya.


Hal itu membuat dirinya terlihat seperti perempuan, Pak Satyo yang mengetahui itu meminta istrinya untuk memotong dan membuat p*yud*r* Angel menjadi bidang. Kalian bisa bayangkan itu?


Angel di siksa ,dan memilih ingin mati dari pada harus hidup sebagai seorang pria.


Sampai akhirnya pak Satyo menyembah iblis untuk bisa mendapatkan anak laki-laki. Iblis itu menjanjikan kalau dia akan memberikan seorang anak laki-laki pada pak Satyo dengan alih-alih syarat, harus mengorbankan 10 pria yang masih perjaka, dan harus mengambilnya ketika pria itu hendak menikah.


Pak Satyo dan bu Sarah hanya bisa menurutinya. Dengan menyuruh Albert untuk menjadi seorang pengganti pengantin pria dengan tujuan membunuh pengantin pria yang sebenarnya.


Albert hanya bisa menurut, dan bahkan dirinya sudah berhasil membunuh 7 pengantin pria. Sampai akhirnya dia muak untuk melakukannya.


Di hari itu lebih tepatnya 1 tahun yang lalu,,,


"Ada pernikahan di hari ini! Ambil nyawa pria itu!" Pinta Sarah pada anaknya yang tengah duduk di depan meja rias.


Namun siapa sangka di tangan Albert berkedok Angel itu terdapat sebilah pisau.


"Albert apa kau mendengar ibu?!" Tanya Sarah pada anaknya yang malah berdiam menatap meja rias dan tak mengidahkan ucapannya.


Seketika Albert berkata, "Apa ibu menginginkannya lagi? Apa ibu percaya pada iblis itu? Ibu percaya kalau dia akan memberikan ibu anak laki-laki?!" Katanya dengan penuh cecaran.


Mendengar itu Sarah murka, dia tak terima kalau anaknya itu tidak mempercayai iblis yang mereka anut, "Kenapa kau berkata seperti itu Albert!!! Kau lupa apa yang menjadi tugasmu? Apa kau tidak mau melakukannya?!" Ucapnya dengan suara yang meninggi.


"Iya!! Aku muak pada ibu dan bapak yang selalu menyuruhku untuk membunuh mereka!! Mereka tak bersalah! Mereka berhak bahagia!!" Jawab Albert atau Angel yang tak kalah meninggikan suaranya.


"Kau!!!! Dasar anak tidak tahu diri!!!" Geram Sarah yang hendak menampar putrinya itu. Namun dengan cepat Angel menghalangi tangannya dan langsung menusuk perut Sarah.


Mendapat serangan tusukan itu membuat Sarah terkejut bukan main. Dia terjatuh namun masih bisa bernafas.


Terlihat Angel dengan bergetar memegang pisau yang sudah penuh dengan darah ibunya itu.


Sedangkan di sisi pak Satyo dirinya yang mendengar suara keributan di kamar anaknya, langsung menuju ke sana dan mencoba membuka pintu. Namun ternyata pintunya di kunci dari dalam. Dengan cepat pak Satyo mencari kunci cadangan.


"Apa ibu menyukainya? Masih kurang berapa nyawa lagi yang harus ku bunuh?" Tanya Angel dengan suara yang bergetar.


Sarah tak bisa berkata-kata lagi, lidahnya kelu dan menahan sakit pada bagian perutnya. Dirinya mencoba meraih tangan Angel namun tak sampai.


"Selama ini aku menderita karena ulah ibu dan bapak yang selalu menyuruhku untuk menjadi seorang pria!!! Kalian yang gelap mata ingin seorang anak pria tega menjadikan anak kalian sendiri seperti ini!!! Lihatlah aku sekarang bu!! Menjadi seorang pria yang ibu inginkan, menjadi pria tangguh yang ibu banggakan!!" Menarik nafas di sela ucapannya, "Lihatlah anakmu ini dengan bangga bu!!" Aku anakmu satu-satunya, orang yang sudah tega kau peralat dengan menjadikanku seorang pria gila!! Dan inilah yang aku pelajari darimu dan bapak bu, membunuh!! Dan aku tahu kalau tumbal masih membutuhkan 3 orang lagi bukan?! Maka ayo kita pergi bersama bu, bertiga!! Aku , ibu dan bapak!" Kata Angel sembari menitihkan air mata.


Sarah tampak pelan menggelengkan kepalanya, ujung matanya sudah mengeluarkan bulir bening sedari tadi, saat mendengar pengakuan dari anaknya itu.


"Selamat tinggal ibu, kita akan bertemu lagi nanti!" Ujar Angel. Lalu dengan cepat Angel menancapkan pisau itu tepat di jantung Sarah. Dan seketika saja Sarah meregang nyawa.


Gubrakk,,,


Suara pintu di buka dengan keras , dan yang membukanya tak lain dan tak bukan adalah Pak Satyo.


"SARAH!!!" Teriaknya saat melihat istrinya tak ternyata dengan sidah bersimbah darah.


Mengerti kalau yang melakukannya adalah anaknya sendiri. Pak Satyo yang gelap mata, langsung mengambil pisau yang menancap di jantung istrinya itu dan menusuk jantung anaknya.


Sebelum meregang nyawa, Angel sembat mengucapkan beberapa kata dengan terbata, "Bapak ak-aku men-menya-yangimu!" Kalimat yang keluar dari mulut Angel sebelum dis meregang nyawa.


Setelah itu Pak Satyo menyembunyikan kematian mereka dengan mengatakan pada semua orang kalau mereka akn pindah rumah dan menjual rumah itu. Padahal kenyataannya pak Satyo sendiri mengubur mayat mereka di rumah itu yang tepatnya berada di kamar Angel. Dengan memasang ubin di atas makam mereka itu, sehingga siapapun tidak tahu akan adanya mayat di sana.


Dan mungkin kini hanya tersisa tulang belulang saja, karena sudah 1 tahun lamanya. Pak Satyo sengaja menyebarkan rumor kalau istri dan anaknya meninggal dalam kecelakaan dan sudah di kuburkan dengan layak di pemakaman umum, yang ada di sekitar rumah barunya.


Bahkan ternyata jasad para korban tumbal mereka sengaja di taruh di satu ruangan khusus, yang letaknya di ruangan bawah tanah. Namun tidak ada seorang pun yang tahu akan hal itu. Karena itu di sembunyikan dengan baik oleh pak Satyo.


Flashback off


"Dasar pria tidak memiliki hati nurani!!" Kata Alfin dengan penuh amarah, setelah mendengar cerita itu. Dia tentu saja tidak terima akan perlakuan pak Satyo pada putri kandungnya sendiri itu.


"Kak, sabarlah!" Kata Alfian mencoba menenangkan kakaknya itu.


"Jeno, cepat telepon mafioso, dan suruh mereka ke sini sekarang juga!" Perintah Lucas pada adiknya.


"Iya kak!" Jawab Jeno patuh lalu setelahnya menelpon mafioso.


Setelah itu selang beberpaa menit saja , para mafioso yang tadi di hubungi oleh Victor pun datang ke lokasi.


Lucas menyuruhnya untuk membereskan beberapa mayat yang tergeletak di lantai akibat ulah Lucas tadi. Setelah itu para mafioso di suruh untuk kembali ke markas. Lalu kemudian Mark menelpon polisi untuk datang ke lokasi, tepatnya untuk memberikan hukuman pada Pak Satyo yang telah keji membunuh tanpa menyentuh dengan menjadikan tumbal.


"Apa yang akan kalian lakukan?!" Tanya pak Satyo ketakutan setelah melihat Mark menelpon polisi.


"Apa kau mau mati sia-sia? Lebih baik kau pertanggung jawabkan hidupmu di dalam sel tahanan! Karena mati itu hanya akan menjadi jalan mudah bagimu untuk lari dari tanggung jawabmu!!" Ucap Lukas dingin.


"Meskipun di penjara sekali pun hidupku tidak akan tenang!" Ucap batin Pak Satyo.


Setelah polisi datang, mereka segera menuju ke ruang tamu. Dan menemui 5 bersaudara itu yang telah membekuk Pak Satyo.