Kamar 126

Kamar 126
Aneh


Sedangkan jauh di sisi Gisella masih menunggu Alfian di dalam mobil ,bersama dengan Mark yang sudah duduk di jok kemudi.


Tak lama kemudian Alfian datang menghampiri mereka dan langsung duduk di jok belakang. Sedangkan Gisella sendiri duduk di jok depan bersama dengan Mark.


"Maaf ya ma tadi mules dikit, jadi lama di kamar mandi!!" Alfian meminta maaf karena keterlambatannya dan membuat mama dan kakak angkatnya menunggu lama.


"Iya sayang nggak apa-apa, ya sudah yuk kita berangkat!" Perintah Gisella pada Mark.


"Kemana ma?!" Tanya Mark yang memang tidak tahu tujuan mereka akan ke mana.


"Oh iya mama lupa kasih tahu, kita ke restoran VV ya!" Pinta Gisella yang membuat Mark dan Alfian mengernyitkan dahinya. Kalau untuk makan, kenapa harus repot-repot segala ke restoran? Kan bisa pesan delivery, bahkan di mansion juga bisa bikin makanan apapun yang mereka mau?!


"Udah kalian nggak usah banyak tanya, nanti juga tahu sendiri!! Ayo kita berangkat sekarang, takutnya nanti telat lagi?!" Suruh Gisella pada Mark yang akan mengemudikan mobil itu.


Di perjalanan menuju ke restoran VV, Gisella melihat kedua anaknya yang tampak bingung dengan apa yang nantinya akan mereka lakukan di restoran itu. Pada akhirnya Gisella memberi tahu mereka , kalau dirinya akan menemui kekasih Alfin. Gisella juga menceritakan tujuannya menemui kekasih Alfin secara pribadi, itu karena kekasih Alfin memiliki trauma dengan pertemuan keluarga besar.


Gisella meminta pada kedua anaknya yang ikut itu untuk diam dan memesan apapun yang mereka inginkan, asal tidak mengganggu pertemuan itu nantinya. Bahkan Gisella juga menyuruh mereka untuk duduk di bangku yang berbeda dengan Gisella. Takutnya kalau Alfin banyak orang, nantinya akan membuat kekasih Jaehyun merasa tidak nyaman nantinya.


Di restoran VV milik Suho itu, terdapat tempat makan outdoor dengan pemandangan indah. Mark dan Alfian memilih untuk duduk di tempat outdoor sambil menikmati beberapa hidangan. Ya tentu saja dari tempat mereka berada saat ini, mereka masih bisa melihat jelas mama Gisella yang sedang duduk dengan minum jus mangga di dalam restoran.


Gisella menunggu anak pertamanya itu datang bersama dengan kekasihnya. Tak ada rasa bosan menunggu, karena memang restoran itu sudah seperti miliknya sendiri. Apalagi ada 2 anaknya yang setia menunggunya dari jauh. Sesekali Gisella tersenyum ke arah Alfian dan Mark saat mata mereka saling beradu di kejauhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Alfin, dirinya sedang mengemudikan mobilnya menuju ke restoran VV, bersama dengan Saviana. Terlihat Saviana hanya diam tak bersuara, dirinya bingung bahkan merasa takut akan apa yang akan terjadi, ketika nanti dirinya bertemu dengan mama Alfian.


"Sayang, kok kamu diam aja sih?!" Tanya Alfin sambil masih fokus pada jalanan di depannya, dan sesekali melirik ke arah Saviana. Yang di lirik tak menjawab, dan hanya tersenyum pahit ke arah Alfin.


"Kamu nggak usah gugup sayang, ada aku oke!" Kata Alfin sambil memegang tangan Saviana lalu tersenyum manis ke arahnya.


"Sebentar lagi semuanya akan terbongkar, identitasku akan di ketahui oleh Alfin!! Dan aku akan kehilangan rasa sayang Alfin untuk selama-lamanya!! Maafkan aku Alfin!" Batin Saviana dengan mata yang berkaca-kaca ,namun dirinya masih berusaha untuk menyembunyikan rasa kesedihannya itu dari Alfin.


Saviana tampak menarik nafas dalam-dalam lalu menghelanya dengan perlahan.


"Alfin, bisa kita berhenti sebentar?!" Pinta Saviana di tengah perjalanan mereka menuju ke restoran VV. Tanpa menjawab Alfin tersenyum dan menepikan mobilnya sebentar, sesuai permintaan Saviana. Ketika mobil mereka sudah berhenti.


"Ada apa sayang?!" Tanya Alfin sambil menatap mata Saviana lekat.


"Ada yang ingin aku katakan padamu!" Ucap Saviana dengan hati yang bergetar.


"Katakan saja sayang!"


"Apapun yang akan terjadi nanti, aku mau kamu ikhlas dan berjanji padaku untuk selalu mengingat aku!!" Ujar Saviana dengan menahan sesak di dadanya.


Alfin tampak mengernyitkan dahinya karena bingung, "Sayang, kamu ngomong apaan sih? Kok kayak gitu?!" Tanya Alfin dengan segala rasa penasarannya, akan apa yang baru saja di katakan oleh Saviana.


"Maafkan aku Alfin, aku sangat mencintai kamu!!" Ucap Saviana dengan mata yang berkaca-kaca, mengingat dirinya akan jauh dari Alfin.


Jaehyun hanya mengira kalau Saviana merasa terharu dengan pertemuan yang akan terjadi ini, jadi Alfin hanya tersenyum lalu, "Aku juga mencintai kamu!" Jawab Alfin lalu mencium kening Saviana dan memeluknya dengan erat. Begitu juga dengan Saviana yang membalas pelukannya dengan erat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Axel yang seketika melihat Dila hanya terdiam, setelah mendengar dirinya mengucapkan syarat untuk menjadikan Dila sebagai kekasihnya pun langsung terkekeh.


"Hehe bercanda Dil!!" Ucap Axel yang bertujuan membuat Dila tidak merasa ilfil pada Axel.


"Haish, Echan!! Lo bikin gue jantungan aja tahu nggak!!" Ucap Dila sambil mengusap dadanya.


"Gue nggak tega aja sih Dil kalau jadiin lo pelarian, tapi kalau lo mau sih juga nggak apa-apa!" Kata Axel yang mungkin sedikit tulus dari hatinya yang paling dalam.


Dila tentu saja terkejut dan kembali membulatkan matanya, "Isshhh Axel!!!!" Geram Dira sambil mendorong Axel.


Byurrrrr,,,


Axel langsung tercebur ke kolam yang tak begitu dalam di air terjun itu. Dia basah kuyup karena Dila yang mendorongnya tadi. Dila malah tertawa melihat Axel dengan pakaiannya yang sudah basah kuyup.


"Sukurin!!" Ucap Dila sambil mash tergelak.


"Ck, awas ya kamu!!" Axel yang geram pun menarik tangan Dila dan menceburkannya bersama dengannya.


Byurrr,,,,


Tak mau kalah di tertawakan oleh Dila, kini Axel tertawa lepas melihat Dila yang juga sudah basah kuyup. Dila juga ikut terkekeh, hatinya merasa senang melihat Axel yang bisa tertawa lepas seperti itu di hadapannya, setelah kematian saudara kembarnya. Tentu ini menjadi momen langka, dan Dila bahagia karena bisa membuat Axel tertawa lepas seperti itu.


Mereka berdua bersenang-senang di air terjun pribadi buatan arsitek, yang di suruh oleh Ayah Nathan. Menghabiskan waktu bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di restoran VV di sana tampak Gisella sedang duduk sendiri sambil minum satu gelas jus mangga yang dia pesan tadi. Memang dirinya sengaja menyuruh kedua anaknya pergi menjauh dulu, supaya nanti kekasih Alfin tidak merasa trauma.


Selang beberapa saat saja, mobil Alfin memasuki area parkir restoran yang begitu luar. Mark dan Alfian melihatnya karena memang posisi duduk mereka ada di outdoor restoran. Mereka menikmati makanan yang mereka pesan tadi.


Di dalam mobil Saviana merasa sangat khawatir akan apa yang akan terjadi nanti. Mungkin ini akan menjadi akhir dari hubungannya dengan Alfin.


"Saviana, kenapa hanya diam? Ayo kita turun, mama aku sudah menunggu kita di dalam!" Ujar Alfin yang membuyarkan lamunan Saviana.


"Alfin aku-"


"Ada apa lagi sayang? Mama aku akan sangat senang melihat kamu!" Alfin tersenyum lalu melepaskan sabuk pengamannya begitu juga dengan Saviana.


Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan memasuki restoran. Alfian yang melihat kekasih kakaknya itu dari kejauhan tampak kagum, namun berbeda dengan Mark yang malah mengernyitkan dahinya.


Pov Mark dan Alfian


"Wah, kak lihatlah pacar kak Alfin cantik banget!" Alfian tampak terpesona pada kecantikan Saviana dari kejauhan.


"Tapi kok kayak ada yang aneh ya!" Ujar Mark sambil mengerutkan dahinya.