
"Ya!! Mereka adalah kedua orang tua kami! Tapi mereka memiliki niat untuk menjadikan gue sama Tio sebagai tumbal! Karena adik perempuan kami sudah menjadi tumbal pertamanya!" Ucap Tao yang perlahan menceritakan yang sebenarnya pada mereka semua tentang peristiwa yang pernah terjadi di mansion itu sebelumnya.
"Tio terlahir dengan jiwa seorang pembunuh! Sehingga dia membunuh Baskara dan Diana yang tak lain adalah kedua orang tua kami sendiri!" Ujar Tao lagi.
"Tapi kenapa kalian menghabisi orang tua kalian sendiri?" Tanya Chan pada Tao.
"Bukan gue, tapi Tio!! Dia sangat murka ketika mengetahui kalau adik perempuan kami mati karena di jadikan tumbal oleh mereka!" Kata Tao yang di dalam hatinya merasakan sedih yang teramat mengingat kedua saudaranya telah tiada lagi.
"Jadi Tao sendiri yang sudah membunuh mereka dan sengaja memalsukan identitas kita, karena yang polisi tahu seluruh anak Baskara dan Diana telah mati!" Ucap Tao menjelaskan kebenarannya.
"Sudah?!" Ketus Leon.
Tao langsung menatap tajam ke arah Leon berada, dan dirinya hendak menusuk Leon. Akan tetapi Leon berhasil menghindar dari serangan Tao.
"Cih, kau tidak memiliki bakat apapun dalam berkelahi!" Ucap Leon meremehkan Tao.
Tao langsung menusuk Leon dengan cepat dan mengenai bagian tangan Leon. Semua yang melihat itu tampak terkejut dengan apa yang dialami oleh Leon.
"Apa yang kau katakan tadi?" Ucap Tao sembari tersenyum seringai ke arah Leon. "Gue bisa aja langsung mengantarkan istri lo ini ke neraka! Tapi nanti setelah gue bisa menghabisi lo terlebih dahulu!!!" Ucap Tao dengan niat balas dendamnya.
"Cih, ini belum seberapa!" Ucap Leon yang memang sudah biasa terluka, apalagi dia adalah pemimpin mafia nomor satu.
"Hentikan perkelahian kalian! Ini rumah sakit!!" Pinta Alex yang mencoba menghentikan perkelahian antara Leon dan Tao.
Mereka tidak menggubris ucapan Alex sama sekali, sedangkan di sisi Nathan. Dirinya segera memberi tahu mafioso milik Leon melalui via chat.
"Chan tolong hentikan mereka! Aku takut kalau nanti sampai terjadi apa apa pada Jeni!" Pinta Gisella yang mengkhawatirkan kondisi Jeni yang masih belum sadarkan diri.
"Tidak! Aku akan tetap terus berada di sisi kamu, Gisella! Bagaimana kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu? Kalau sampai itu terjadi, aku bahkan nggak akan pernah memaafkan diriku sendiri!!" Ucap Chan yang menolak apa yang di minta oleh Gisella padanya.
"Chan, dengarkan aku! Aku baik-baik saja! Lebih baik kamu pisahkan mereka dan lindungi Jeni" ucap Gisella yang memohon pada suaminya, Chan.
Karena tidak memiliki pilihan lain akhirnya Chan pun mengangguk setuju dengan apa yang Gisella minta.
Saat Chan hendak melangkah untuk melerai perkelahian yang terjadi antara Leon dan Tao .
Gubrakkkk,,,,,,
Tiba-tiba saja ada sekumpulan mafioso datang ke ruang perawatan itu.
"Cih, beraninya membawa banyak orang? Dasar lemah!" Ucap Tao yang merendahkan derajat Leon sebagai seorang pemimpin mafia.
"Gue sama sekali nggak nyuruh mereka buat datang ke sini!" Ucap Leon.
"Tapi karena mereka semua sudah ada di sini, apa gunanya gue meladeni orang kayak lo!!" Ucap Leon bangga.
"Mafioso!" panggil Leon pada mafioso miliknya itu.
"Iya bos?" Jawab salah tau mafioso.
"Tangkap dan eksekusi dia!" Perintah dari Leon.
"Baik bos!"
Saat mafioso suruhan Leon itu hendak menangkap Tao, si situ terdapat sebuah perkelahian antara mereka berdua.
5 mafioso berhasil di kalahkan oleh Tao, bahkan mereka langsung mati di tempat, karena tusukan yang langsung mengarah pada jantung mereka.
Dor,,,,
Leon menembak kaki Tao hingga dirinya tidak bisa berdiri.
Setelah jatuh dan tidak bisa berdiri, Leon mengarahkan pistolnya tepat pada kepala Tao.
"Leon, tunggu! Jangan sakiti dia!" Pinta Gisella yang tak sanggup melihat Tao di habisi.
Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Gisella, semuanya langsung menoleh ke arah Gisella berada.
"Gisella, apa maksud kamu? Kenapa tidak?" Tanya Chan penasaran dengan apa tujuan istrinya berkata seperti itu.
"Dia bukan orang yang menyakiti kita! Bahkan dia sudah pernah mengingatkan kita untuk pergi bukan? Itu karena dia nggak mau kalau sampai kita tewas di tangan adiknya!" Ucap Gisella memberi tahu pemahamannya pada mereka.
"Tapi tetap saja, dia adalah bagian dari keluarganya juga!" Ucap Chan.
"Biarkan saja dia hidup!" Ucap Jeni setelahnya sehingga semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara itu.
Leon yang merasa terkejut sekaligus senang karena melihat istrinya yang sudah sadarkan diri.
Leon langsung memeluk hangat istrinya itu.
"Sayang, aku sangat mengkhawatirkan kamu!" Ucap Leon pada Jeni sembari perlahan melepas pelukannya.
Jeni tersenyum lalu berkata,,
"Aku baik-baik saja, lepaskan saja dia sayang! Lagi pula dia bukanlah pelaku sebenarnya!" Pinta Jeni yang baru sadar.
"Tapi kalau kita melepaskan dia begitu saja, di pasti akan kembali lagi dan menyakiti kita lagi!" Ujar Leon khawatir namun masih dengan wajah sinis nya.
"Dia melakukan ini karena dia menginginkan keadilan untuk adiknya!! Aku yakin kalau Tao pasti tidak jahat seperti saudara kembarnya!" Ucap Jeni yang setelahnya menoleh ke arah Tao berada.
"Jeni benar!" Ucap Gisella yang memiliki pemikiran yang sama dengan Jeni.
"Kenapa kalian berkata begitu? Bukankah seharusnya kalian membunuhku?" Tanya Tao heran.
"Itu tergantung pada dirimu! Apa kau benar akan melakukan kejahatan?" Tanya Gisella yang mempu membuat Tao mengurungkan niatnya.
Tao menunduk sedih lalu berkata,,,,
"Gue hanya ingin saudara gue kembali! Tapi gue rasa itu tidak akan mungkin bisa terjadi! Gue menyerang kalian hanya karena ingin membalaskan dendam saudara kembar gue, yang sudah kalian bunuh!" Ucap Tao memberi tahukan niatnya.
"Itu karena saudara kembar lo udah tega menculik dan nyakitin istri-istri kita!! Bahkan mereka nggak melakukan kesalahan apapun!!!" Ucap Leon sedikit emosi.
"Gue tahu itu! Gue tahu kalau istri kalian nggak salah apa-apa! Tapi tidak bisakah kalian mengampuninya? Sedangkan kalian di sini justru mengampuni gue??? Lalu apa bedanya dengan tadi????!" Ucap Tao yang masih mengharapkan keadilan untuk adiknya.
"Tentu saja itu dua hal yang berbeda! Lo udah sempat memperingatkan kita, dengan tujuan menjauhkan kita dari saudara kembar lo itu!!! Sedangkan dia? Hanya ingin menyiksa dan membunuh tanpa ampun!!" Ucap Leon memberi tahu perbedaan antara Tao dan juga Tio.
"Gue juga tau, lo itu king mafia bukan? Lo juga sering menyiksa dan membunuh!! Lalu apa bedanya lo sama saudara kembar gue?!" Tanya Tao lagi yang masih ingin membela saudara kembarnya yang telah tiada.
"Tentu itu juga kedua hal yang berbeda!!! Gue nggak mungkin menyiksa dan membunuh tanpa suatu alasan! Sedangkan saudara lo? Dia bahkan tega menyiksa istri-istri kita tanpa ampun, dan tidak pernah berpikir tentang kesalahan apa yang sudah kita buat sama dia!" Ucap Leon menjelaskan perbedaan antara dirinya dan juga saudara kembar Tao, Tio.
Tao menunduk dan mengurungkan niatnya untuk membunuh mereka.