
Semua yang melihat itu terkejut seolah tak percaya, namun nyatanya terjadi.
"Kenapa bisa begini?" Tanya Chan bingung.
Gisella masih berusaha berpikir mengapa bisa mafioso itu terpental, saat akan mendekati Tao.
"Kalung!" Ucap Gisella singkat, dan langsung membuat seluruh mata menoleh ke arahnya.
"Kalung anggrek hitam yang kita pakai, mampu membuat kita bisa menyentuh Tao dan kita tidak mungkin terpental!" Ucap Gisella menjelaskan, karena nyatanya memang benar semua itu bisa terjadi karena kalung, berliontin air dari bunga anggrek hitam.
"Cepat turunkan Tao sekarang juga!" Pinta Gisella pada suaminya dan juga yang lain, tepatnya yang memakai kalung anggrek hitam.
"Iya Gisella, tenanglah! Kita sendiri yang akan menurunkan jasad Tao!" Ucap Nathan alih-alih supaya Gisella tidak lagi emosi seperti tadi.
Hanya Nathan dan Alex saja yang akhirnya menurunkan Tao dan meletakkannya di ranjang miliknya, yang ada di kamar itu.
Tubuh Tao begitu dingin, dan juga banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Entah siapa yang melakukannya, namun jasad Tao terlihat sangat menyedihkan dan membuat semua orang yang melihatnya , tak mampu membendung air matanya lagi.
"Gisella, sebaiknya kamu lihat apa yang terjadi pada Tao!" Ucap Lisa menyarankan supaya Gisella mencari tahu penyebab kematian Tao.
Gisella mengangguk dan masih menitihkan air mata, melihat Tao yang kini telah tiada.
Gisella pun akhirnya memutuskan untuk mencari tahu , tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Tao, sampai dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Gisella menyentuh tangan Tao, dengan tujuan mencari tahu kisah apa yang sebenarnya terjadi pada Tao.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Flashback on
5 hari sebelum kematian Tao, di malam hari
"Cepat baca mantra itu atau adik perempuan kamu aku ceburkan ke dalam kolam ini!!" Ucap sosok iblis pada Tao.
"Tidak!! Jangan lakukan itu!!" Ucap Tao yang masih belum menyadari kalau yang dia ajak bicara itu adalah iblis yang selama ini mengambil jiwa adiknya.
"Cepat baca mantra nya!!!!" Ucap iblis itu lagi.
"Baiklah, aku akan membacanya! Tapi tolong lepaskan adikku!" Ucap Tao yang hanya dia tau kalau adiknya akan terlepas setelah dia membaca mantra yang di suruh oleh iblis itu.
"Hhhh itu mudah!" Jawab iblis itu singkat.
Tanpa pikir panjang Tao pun langsung membaca mantra itu, sesuai dengan apa yang disuruh oleh iblis itu padanya.
"Aku sudah membacanya! Sekarang lepaskan adikku!!" Pinta Tao pada sosok iblis itu.
"Hahahaha!!!! Apa kau pikir aku ini bodoh? Tidak akan mungkin aku melepaskan adikmu dengan mudah! Dia adalah tumbal yang di berikan oleh orang tuamu!! Aku menyuruhmu untuk membaca mantra itu, karena dulu kedua orang tua mu belum sempat menyelesaikan ritualnya!!! Dan sekarang?! Kau dengan bodoh menuruti perintahku!! Kau dan juga adikmu akan menjadi budak ku untuk selama-lamanya!! Hahahaha!!" Ucap sosok iblis itu bangga pada dirinya sembari tertawa jahat.
"Apa? Bisa-bisanya lo bohongin gue!!!!" Ucap Tao tak menyangka kalau dirinya hanya di tipu saja oleh sosok itu.
Tiba-tiba sosok itu langsung menghilang bersama dengan adik Tao.
"Tidak!!" Ucap Tao yang langsung terbangun dari tidurnya, karena ternyata itu adalah mimpi buruk Tao.
"Kenapa mimpi tadi seperti nyata? Lalu kenapa seketika gue bisa merapal mantra kayak gitu?" Tanya Tao bingung karena sebelumnya dia memang tidak mengetahui tentang mantra apapun.
Tao lalu mengusap wajahnya kasar menggunakan kedua tangannya.
Tok tok tok
"Ini saya Tuan! Ini sudah waktunya sarapan!" Jawab mafioso yang ternyata mengetuk pintu kamar Tao , sembari menyuruh Tao untuk sarapan di hari itu.
"Iya, gue akan segera turun!" Jawab Tao dari balik pintu kamar dan masih duduk di ranjang miliknya.
Di hari itu saat sarapan, wajah Tao terlihat sangat pucat dan Tao juga batuk.
Uhuk uhuk,,,,
"Tuan, apa tuan baik-baik saja?" Tanya salah satu mafioso yang khawatir dengan kondisi Tao.
"Iya, gue baik-baik aja! Ayo jangan hanya melihat! Ikutlah sarapan sama gue!!" Ucap Tao mengajak seluruh mafioso yang kebetulan berjaga di dalam mansion itu.
"Tidak tuan, kami akan makan setelah tuan nanti!" Jawab mafioso itu lagi.
"Oh ayolah, tidak usah formal seperti itu!" Ucap Tao lagi dan di turuti oleh mafioso yang dia beri perintah untuk menemani dia sarapan juga.
Akhirnya pagi itu, Tao sarapan bersama dengan para mafioso miliknya.
Lalu kemudian saat malam harinya, tepatnya saat Tao tengah bercermin. Tao melihat satu sosok yang sama persis yang ada di mimpinya tadi pagi.
Tao langsung membelalakkan matanya melihat sosok itu,
"Pergi kau!!" Ucap Tao penuh emosi dan langsung mengambil vas bunga, lalu setelahnya melempar kaca itu dengan vas bunga.
Cetiar,,,
Suara pecahan vas bunga dan kaca membuat para mafioso khawatir dan langsung menuju kamar Tao.
Tok tok tok
"Apa tuan baik-baik saja?" Tanya mafioso yang kini berada di depan pintu kamar Tao.
"Iya, gue baik-baik aja! Uhuk,,,uhukk!!" Ucap Tao sambil terbatuk-batuk.
Di hari kedua, Tao tepat menerima telepon dari Chan saat Gisella menyuruhnya untuk menanyakan kabar Tao. Dan untuk memastikan kau Tao baik-baik saja.
Di hari saat menjelang kematian Tao. Tao terlihat seperti orang linglung dengan tatapan kosong di dalam kamar. Bahkan seperti ada yang mengendalikan dia untuk melakukan percobaan bunuh diri.
Ya tentu kita semua tahu siapa yang sudah mengendalikannya. Iblis sudah mengendalikan Tao untuk melakukan bunuh diri, karena Tao sudah merapat mantra itu secara tidak sengaja, melalui mimpinya. Dan kelak jika Tao sudah meninggal, Jiwanya akan langsung dikuasai oleh iblis itu.
Flashback off
Setelah Gisella diperlihatkan kejadian saat Tao mengalami bunuh diri. Gisella juga diperlihatkan oleh roh Tao yang lehernya diikat dengan rantai besi dan terbilang cukup besar ukurannya.
Di samping tepat Tao duduk juga ada adiknya yang sama-sama diikat lehernya oleh iblis itu. Mereka menjadi korban tumbal karena ulah kedua orang tua mereka.
"Tao?" Panggil Gisella pada Tao karena tanpa sengaja Gisella langsung masuk pada astral projection yang dia buka.
"Gisella? Ce-pat per-pergi dari si-sini!! Ini bu-bukan tempat ka-kamu!!!" Ucap Tao dengan terbata karena lehernya sakit terikat oleh rantai besar.
"Tidak, aku akan menolong mu!" Ucap Gisella.
"Jangan bo-doh Gisella!! Cepat kembali!! Ucap Tao yang berusaha membentak Gisella, agar Gisella segera kembali ke alam dunia.
Dari bentakan Tao tadi, Gisella langsung membulatkan matanya dan kembali dengan nafas terengah-engah.
"Gisella, kamu kenapa? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Chan pada Gisella karena merasa khawatir pada istrinya yang sedang hamil.
"Iya sayang, aku baik-baik saja!" Jawab Gisella supaya membuat semuanya tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.