
"Nah gitu dong!" Ucap Lisa tersenyum senang pada Alex.
Alex pun berjalan menuju kamar Jeni dan Leon, Alex hendak memanggil mereka untuk makan bersama di meja makan.
Akan tetapi saat hendak mengetuk pintu kamar Jeni dan Leon, Alex justru mendengar sesuatu dari balik pintu kamar Jeni dan Leon.
"Ahhhhh,,,, uuhhhh,,,,,,fasterr,,,,,,,ahhhhh!!!"
******* yang membuat Alex merinding ketika mendengarnya. Alex yakin kalau itu berasal dari dalam kamar Jeni dan juga Leon.
Alex sendiri langsung membulatkan matanya saat pertama mendengar ******* itu.
"Astaga, mereka berdua lagi ngapain sih? Haish, kenapa harus gue yang dengar mereka berdua lagi begituan? Emang nasib gue lagi apes kali ya! Udahlaj mendingan gue turun aja lagi!" Ucap Alex yang setelahnya langsung kembali turun ke meja makan.
Setelah itu sesampainya di meja makan lagi.
"Loh kok kamu sendiri? Jeni sama Leon mana?" Tanya Lisa yang hanya melihat Alex turun sendirian saja.
"Mereka lagi main!🌚" Kata Alex yang langsung membuat semuanya mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Alex.
"Pfffff, sukurin lo!! Bukannya nyuruh mereka buat turun, eh malah lo dengar orang lagi begituan!!" Ucap Nathan menertawakan Alex.
"Haish, nyebelin lo!" Kata Alex.
"Sudahlah, kenapa nggak di suruh berhenti aja sih?" Kata Chan menyarankan untuk menyuruh mereka berhenti.
"Yaelah, kasihan dong , masak lagi enak-enak di ganggu sih?" Ucap Alex yang kasihan kalau mereka di ganggu.
"Tapi setidaknya suruh mereka untuk makan, kalau mereka menolak ya kita tinggal makan duluan!" Ucap Chan.
"Itu akibatnya😒 !" Ucap Lisa setelah Chan berhenti berbicara.
"Apa lagi sih sayang?" Tanya Sehun dengan nada manjanya pada Lisa.
"Nggak ada apa-apa!" Ucap Lisa singkat.
"Haish, ya sudah, aku akan panggil mereka dulu!" Kata Alex yang setelahnya pergi untuk kembali menuju kamar Jeni dan juga Leon.
Namun saat Alex hendak menaiki tangga untuk menuju kamar Jeni dan juga Leon, tiba-tiba saja Jeni dan ;Leon sudah menuruni tangga dari atas. Terlihat Leon sedang menggendong Jeni saat menuruni tangga itu.
"Lah, itu mereka!" Ucap Alex saat melihat Jeni dan Leon.
"Bukannya tadi habis main? Kok cepat banget?" Kata Nathan yang langsung menuju pada inti pertanyaan.
"Eh, kata siapa?" Ucap Jeni sedikit bingung.
"Kata Alex tuh!" Jawab Nathan.
Leon dan juga Jeni langsung menoleh pada Alex , saat Nathan mengatakan kalau Alex lah yang memberi tahu mereka, kalau Jeni dan Leon habis main.
"Hey kenapa menatap gue kayak gitu? Gue dengar sendiri *******-******* kalian yang penuh dengan gairah!! Sampai telinga gue ternodai!😫" Ucap Alex yang seolah polos dan tak pernah melakukan hal seperti itu.
"Ish, apaan sih sayang!" Ucap Lisa dengan nada malasnya.
"Kayak lo nggak pernah aja😒!" Ucap Leon yang membalikkan kata-kata Alex.
"Lo nggak lihat tuh si Lisa aja sampai nggak bisa jalan, dan lo mau bilang kalau telinga lo ternodai!! Ternodai pala lo!" Kata Nadia yang kini membuat Jeni dan Leon tahu kalau Lisa juga tidak bisa berjalan.
Semuanya pun menertawakan Alex dan setelahnya kebetulan para pria langsung membantu memasak di dapur, sehingga pekerjaan mereka cepat selesai.
Mereka pun makan bersama di meja makan.
"Eh mau ngapain lo?" Kata Nathan yang melihat Alex hendak membantu di dapur.
" Ya mau bantuin kalian lah!" Ucap Alex yang mau membantu pekerjaan di dapur.
"Udah selesai baru mau bantuin?" Kata Nathan dengan mata malasnya menatap Alex.
"Hehe, sorry bro!" Kata Alex sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya iya!" Jawab Alex lalu mengambil makanan itu dan menaruhnya di meja makan.
"Syukurlah udah selesai!" Kata Leon yang baru saja hendak membantu.
"Lo juga! Bukannya bantuin dari tadi, eh malah main!" Kata Chan kesal.
"Ya elah Chan, gue juga pengen kali punya anak, dan Jeni juga sama kayak gue, jadi gue lakuin apa yang dia inginkan! Termasuk di waktu makan siang ataupun malam!" Ucap Leon menjelaskan lalu setelahnya bertos ria dengan Nathan.
"Cocok lo, gue juga gitu!" Ucap Nathan setelah bertos ria dengan Leon.
"Sudah-sudah kenapa malah ngomongin yang kayak begitu sih!!" Kata Chan.
"Ya mau ngomongin apa lagi coba?" Tanya Nathan.
"Ya ngomongnya nanti aja, siapa tahu nanti juga ada waktunya sendiri buat bahas yang kayak begitu!" Ujar Chan yang ternyata juga memiliki pikiran seperti itu.
"Hey kalian bertiga! Kenapa malah ngerumpi? Kayak ibu-ibu komplek aja! Buruan kita udah lapar nih" Kata Nadia menegur mereka yang malah asik mengobrol di dapur.
"Eh, iya iya sayang, sabar ya!" Kata Nathan yang langsung mencuci tangannya setelah selesai memasak.
"Begini nih, tipe suami kalau takut sama istri!" Ucap Leon mengejek Nathan.
"Sekali lagi lo ngomong kayak gitu, gue tabok mulut lo pakai panci!" Kata Nathan geram, karena di ejek oleh Leon.
"Hey, udah berhenti! Kita ini sama-sama tipe suami yang takut sama istri, jadi nggak usah sok ngatain satu sama lain!" Kata Chan menengahi ucapan Nathan dan Leon.
"Eh, gue nggak tuh!" Jawab Alex yang sudah duduk di dekat Lisa.
"Apa kamu bilang?" Kata Lisa dengan tatapan sinis nya.
"Hehe nggak kok sayang!" Ucap Alex yang juga takut dengan istrinya.
"Pfff, sukurin lo!" Kata Nathan yang tertawa melihat Alex manja pada istrinya.
"Udah jangan pada gibah mulu! Ayo kita makan malam!" Ucap Chan yang menyuruh mereka untuk makan.
Setelah itu mereka pun makan malam bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkat cerita
Setelah makan malam, mereka mengobrol di ruang keluarga.
Entah kenapa kehamilan Gisella membuatnya ,menjadi lebih peka terhadap mereka yang tak terlihat.
Meskipun mansion mereka sudah di pagari oleh Gisella, namun tetap saja Gisella masih bisa mendengar suara mereka yang ingin meminta tolong.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Akhh!!!!!" Teriak Gisella yang tiba-tiba bangun dari tidurnya.
Chan yang mendengar Gisella berteriak pun ikut terbangun dari tidurnya, karena khawatir pada Gisella.
"Sayang, kamu kenapa? Ada apa?" Tanya Chan khawatir sembari mengelus lembut rambut Gisella.
"Sayang, aku tadi bermimpi sangat aneh!" Ucap Gisella memberi tahu Chan.
"Aneh apanya?" Tanya Chan penasaran.
"Banyak sosok hantu yang meminta tolong padaku, namun hanya ada satu sosok saja yang tidak! Dia seperti ingin mengambil sesuatu dari mansion itu!" Kata Gisella menjelaskan apa yang dia mimpikan tadi.
"Maksud kamu mansion yang mana?" Tanya Chan bingung, karena memang ada banyak mansion milik mereka.