
"Mama!" Panggil Dila pada Gisella yang sudah ada di ambang pintu.
"Eh, Dila sayang!" Gisella menoleh ke arah Dila sambil tersenyum.
Dila menatap mamanya dari rambut hingga ujung kaki mamanya, "Mama mau ke mana?!" Tanya Dila sambil menaikkan satu alinya ke atas.
"Mama mau keluar sebentar sama, Mark dan Alfian!" Ucap Gisella.
"Loh, kok Dila nggak di ajak sih?!" Dila memanyunkan bibirnya karena tidak di ajak oleh mamanya.
"Dila sayang, mama harap kamu mengerti, mama janji mama akan ceritain ke kamu semuanya nanti!" Gisella membujuk anak gadisnya itu sambil mengusap lembut rambut Dila.
Dila menghela nafasnya pasrah, "Hahh, baiklah! Tapi janji buruan pulang ya ma!" Ujar Dila.
"Pasti sayang!" Jawab Gisella sambil tersenyum ke arah Dila.
Setelah itu Gisella masuk ke dalam mobil sembari menunggu Alfian dan juga Mark yang sedang bersiap. Lalu Dila berjalan gontai masuk ke dalam mansion dengan wajah lesunya. Kebetulan saat itu Axel yang baru keluar dari kamarnya , melihat Dila yang berjalan dengan lemas dan tampak lesu sekali.
"Dila!" Panggil Axel lalu berjalan mendekat ke arah Dila, "Lo kenapa?!" Tanya Axel setelah berada di dekat Dila.
"Gue nggak kenap-kenapa, cuma lagi bosen aja!" Jawab Dila dengan lesu. Namun seketika Dila ingat kalau di mansion dirinya bisa melihat pemandangan apapun, termasuk air terjun buatan yang di buat khusus oleh Ayah Suho.
"Ke air terjun yuk!" Ajak Dila sambil tersenyum dengan wajah tampak berbinar menatap Axel.
Axel yang di ajak pun tampak menaikkan satu alisnya. Pasalnya semenjak Axel tinggal satu mansion bersama dengan mereka, dirinya belum tahu kalau di sana juga ada air terjun buatan. Dirinya hanya tahu adanya pantai saja di belakang mansion.
"Oh iya lupa, lo belum tahu kan? Udah ayo ikut gue!" Dila langsung menarik tangan Axel dan mengajaknya ke lokasi air terjun. Axel yang ketarik oleh Dila pun hanya pasrah sambil memandang tangannya yang di tarik oleh Dila.
Tanpa mereka sadari, Mark yang melihat Dila menggandeng tangan Axel tadi, merasa sedikit kesal. Namun dia berusaha menyembunyikannya, apalagi? Tentu saja dia cemburu melihat kedekatan Axel dengan Dila. Mark langsung menepis pikiran kesalnya pada Axel setelah suara membuyarkan lamunannya. Suara Alfian mengajaknya untuk segera menuju mobil, karena Gisella sudah menunggu mereka berdua di sana.
Mark dan Alfian pun langsung berjalan menuju mobil. Sedangkan di sisi Dila, dia kini sudah sampai di sebuah taman bunga buatan yang ada di dekat mansion, dirinya mencari sebuah pintu yang ada di antara taman bunga itu. Dia lalu membukanya dan mengajak Axel untuk masuk ke sana. Pintu itu di buat khusus , jadi siapapun tidak bisa melihat adanya air terjun di sana. Bahkan gemericik air pun tidak bisa terdengar, dan hanya akan mendengarnya setelah masuk ke pintu itu.
Sesampainya mereka berdua di air terjun, Dila yang sudah sering berada di sana pun masih saja menatap kagum keindahan air terjun itu. Begitu juga dengan Axel yang baru pertama kali melihatnya, namun dia yang kagum masih menyembunyikan sikap kagumnya dan masih bersikap dingin.
"Axel, berhentilah bersikap dingin seperti itu!! Ini bukan lo!!" Dila berdecak kesal melihat Axel yang bahkan tidak bisa menunjukkan sikap kagum terhadap apa yang dia lihat. Bahkan Dila sampai tidak tega melihat Axel yang terus bersikap cuek seperti itu.
Axel langsung menoleh ke arah Dila lalu menghadap ke arah Dila yang ada di sampingnya. Kini mereka saling berhadapan.
Dengan menatap Axel dan bersungguh-sungguh, "Gue mau lo kayak dulu lagi, gue mau lo berubah jadi diri lo sendiri lagi Axel!" Ujar Dila dengan ketulusan hatinya.
Bukannya menjawab ,Axel langsung mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju ke sebuah batu besar yang letaknya tak jauh dari air terjun. Axel terlihat memasukkan kakinya ke air setelah melihat celananya setinggi lutut.
Merasa di cuekin oleh Axel, Dila berdecak kesal, "Haish, lo ngeselin banget sih, Axel!! Lo dengerin gue nggak sih?!" Tanya Gisella yang setelahnya malah memilih untuk ikut duduk bersama dengan Axel di sampingnya.
Axel menatap gemericik air yang jatuh dari ketinggian itu. Menatapnya dengan tatapan sendu, sembari membayangkan kalau yang sedang bersama dengannya itu adalah Dira.
"Apa kalau gue berubah kayak dulu lagi, Dira bakal bisa balik?!" Tanya Axel dengan masih menatap ke arah air terjun.
Dila tampak menghela nafasnya sebelum menjawab ucapan Axel tadi, "Dira tidak akan pernah kembali Axel!! Ingatlah kalau lo itu masih hidup! Dira pasti sedih kalau ngelihat lo yang terus-terusan kayak gini?! Gue harap lo bisa mengerti itu, dan gue juga berharap lo bisa balik ceria lagi kayak dulu?!" Ucap Dila panjang lebar.
Axel pun menunduk dan memikirkan apa yang tadi di katakan oleh Dila. Dirinya sejenak merenungkannya, sampai akhirnya, "Dil!!" Panggil Axel namun masih belum menoleh ke arah Dila.
"Iya?!" Jawab Dila yang ternyata juga sama tak menatap ke arah Axel.
"Gue rasa apa yang lo bilang tadi ada benarnya juga!!" Kata Axel setelah menyimpulkan. Dila tampan senang dan senyum merekah indah mendengar setiap kata yang di katakan oleh Axel tadi.
"Nah gitu dong!!" Dila masih saja menjawab namun tanpa menoleh ke arah Axel.
"Gue bakal berubah asalkan dengan satu syarat- " ucap Axel yang memotong ucapannya sendiri, dan berhasil membuat Dila langsung penasaran di buatnya.
"Asal apa?!" Dila yang penasaran akan syarat yang di berikan oleh Axel pun memutuskan untuk menoleh ke arah Axel.
"Asal lo mau mau gantiin posisi Dira di hati gue! Jadi kekasih gue!!" Jawab Axel namun belum menoleh ke arah Dila.
Deg,,,
Mendengar apa yang di katakan oleh Axel tadi. Dila begitu syok, dan langsung membelalakkan matanya dengan menatap Axel dengan heran. Merasa dirinya masih saja di tatap oleh Dila, akhirnya Axel langsung menoleh menatap ke arah Dila dengan tatapan sendunya.
Kini mata mereka beradu, Dila bingung harus berkata apa lagi setelah mengetahui syarat yang di berikan oleh Axel padanya. Itu cukup membuat Dila mati kutu dan entah kenapa perasaannya jadi tak karuan. Dila masih menatap Axel, terdapat keseriusan di mata Axel untuk mengatakan semuanya pada Dila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan jauh di sisi Gisella masih menunggu Alfian di dalam mobil ,bersama dengan Mark yang sudah duduk di jok kemudi.