
Jeni bisa terlihat kembali kalau dia memutari pohon itu sebanyak 3 kali bersama orang yang dia cintai. Maka dari itu Jeni meminta agar Gisella mencarikan kekasihnya. Lalu Gisella meminta imbalan, menukarnya dengan semua bunga anggrek hitam itu. Jeni bilang kalau itu tidak bisa di lakukan karena telaga merah masih membutuhkan bunga anggrek hitam itu. Dan menyarankan kalau mengambil harus menyisakan setidaknya jangan semuanya.
"Baiklah, katakan di mana aku harus menemukan kekasihmu?" Tanya Gisella.
Jeni pun menceritakan semuanya pada Gisella tentang kekasihnya berada. Kemudian Gisella segera membuka matanya dan mengajak Byun untuk bergegas mencari kekasih Jeni.
"Gisella, apa kau baik-baik saja?" Tanya Byun setelah melihat Gisella membuka matanya.
"Aku baik-baik saja, ayo kita pergi!" Ajak Gisella sembari menggandeng tangan Byun.
"Tapi bagaimana dengan bunganya?" Tanya Byun yang ketarik akibat di gandeng paksa oleh Gisella.
"Sudahlah aku akan jelaskan semuanya di mobil nanti!" Ujar Gisella mempercepat langkahnya.
Sesampainya di mobil, Gisella langsung masuk ke tempat untuk menyetir.
"Biarkan aku yang menyetir!" Ujar Gisella yang langsung menyalakan mobilnya dan melajukan nya.
Gisella langsung mengendarai mobil itu menuju ke sebuah markas besar. Ya, itu adalah markas besar milik mafia nomor satu.
"Gisella, kenapa kita ke sini? Kau tau ini markas yang berbahaya buat kita! Ketua mafia di sini adalah nomor satu dan terkenal sebagai psikopat kejam!" Ujar Byun yang sedikit takut.
"Aku tidak peduli dengan itu!! Sekarang tujuanku hanya satu, yaitu mencari pria yang bernama Leon.
"Di markas sebesar ini bagaimana caramu mencarinya? Lagi pula kita tidak akan bisa masuk!! Markas ini milik mafia nomor satu di dunia dan tidak sembarang orang boleh masuk!!" Ujar Byun memberi tahu.
"Aku tidak peduli, yang penting aku akan masuk ke dalam dan mencari orang dengan nama Leon!" Ujar Velia penuh dengan keyakinannya, lalu langsung keluar dari dalam mobil.
Melihat Gisella yang langsung keluar dari dalam mobil, Byun pun ikut turun dari mobil itu.
"Gisella tunggu!!" Ujar Byun hingga menghentikan langkah Gisella.
"Ada apa lagi Byun??" Tanya Gisella yang sudah tak sabar untuk masuk ke dalam markas besar itu.
"Katakan padaku kenapa kamu bersikeras untuk melakukan semua ini? Kau tahu kan kalau ini bahaya buat nyawa kamu?" Tanya Byun yang khawatir.
"Iya aku tahu, tapi ada nyawa orang yang harus aku lindungi dan selamatkan!"
"Tapi kenapa harus kamu? Masih banyak orang di luaran sana selain kamu, Sel?!" Bantah Byun lagi sembari mengingatkan Gisella.
Gisella sempat berfikir sejenak sampai akhirnya dia berkata,,,,,,"Ini sudah menjadi tugasku, Byun!"
Byun hanya bisa menghela nafasnya dan terheran kan sikap keras kepala Gisella.
Karena tadi Byun belum sempat menanyakan tentang apa yang terjadi saat Gisella menutup matanya tadi, akhirnya Byun bertanya pada Gisella.
Gisella menjelaskan semuanya pada Byun tentang bunga anggrek hitam yang akan diberikan pada Gisella jika Gisella mampu membawa kekasih dari penjaga bunga itu.
Setelah menjelaskan pada Byun, Gisella langsung masuk ke dalam markas besar itu.
"Kalau kamu nggak mau masuk ke dalam! Nggak usah ikut!!" Ujar Gisella lalu berjalan meninggalkan Byun.
"Haish, sebenarnya siapa yang kamu lindungi, Sel? Sampai kamu rela melakukan hal senekat ini! Rasanya sangat tidak mungkin kalau hanya demi penjaga anggrek itu?!" Ujar Byun di dalam hatinya.
Kemudian Byun langsung menyusul Gisella. Sampai akhirnya mereka berdiri tepat di depan gerbang markas besar itu. Terdapat lebih dari 5 mafioso yang berjaga di sana.
"Mau apa kalian?" Tanya salah seorang mafioso itu dengan tatapan tajamnya.
"Kita,,,,,," terpotong.
"Kita mau mencari orang yang bernama Leon? Katanya dia ada di sini?!" Ujar Byun memotong pembicaraan Gisella.
"Kalian tidak bisa bertemu dengannya!" Kata mafioso yang lain.
"Tetap kalian tidak boleh masuk ke dalam untuk bertemu dengannya!!" Kata salah satu mafioso itu lagi.
Gisella yang geram dan juga tidak sabar dengan pembicaraan itu, akhirnya Gisella langsung masuk begitu saja. Bahkan Byun tidak menyangka kalau Gisella akan senekat itu.
Beberapa mafioso itu pun menangkap Gisella karena mengira kalau Gisella adalah salah satu musuh yang di perintahkan untuk memata-matai markas besar mafia nomor satu di dunia.
Tidak hanya Gisella, Byun yang mencoba menolong Gisella pun akhirnya juga ikut tertangkap.
"Hey, lepaskan aku!" Ujar Gisella berontak.
"Lepaskan dia!!" Ujar Byun.
"Kau sendiri tertangkap tapi meminta kita buat melepaskan dia? Jangan mimpi!!" Jawab salah satu dari mafioso itu.
"Kau kasar sekali pada wanita?!" Ujar Gisella.
"DIAM!!" bentak mafioso itu.
Gisella dan Byun pun di bawa ke sebuah ruangan yang gelap, mereka tahu kalau itu adalah ruang bawah tanah. Tangan mereka diikat dan hanya ada satu lampu penerangan saja, bahkan cahayanya sudah mulai redup dan mungkin akan segera padam.
"Haish!! Gisella, bagaimana sekaran?" Tanya Byun.
Gisella pun mulai berpikir tentang bagaiman cara untuk melepaskan diri dari ikatan itu dan juga untuk bertemu dengan orang yang bernama Leon.
Saat Gisella tengah berpikir, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang perlahan memasuki ruangan Gisella dan juga Byun terikat.
"Siapa itu?" Tanya Gisella.
"Aku juga tidak tahu!" Ujar Byun yang sama-sama tak mengerti siapa yang datang menghampiri mereka.
Muncul seorang pria dengan pedang panjang di tangannya, sehingga membuat siapapun yang melihat kehadirannya membuat bulu kuduk merinding.
"Siapa kamu?" Tanya Gisella memberanikan dirinya.
"Harusnya aku yang bertanya pada kalian! Siapa kalian?" Tanya orang itu.
"Siapa kau?!" Tanya Byun gantian.
"Kalian tidak tahu siapa aku?" Tanya orang itu lagi.
"Mafioso!!!" Panggil orang itu.
"Ada apa king?" Tanya mafioso yang langsung mendekat ke arah orang yang tadi memanggilnya.
"King? Kau ketua mafioso?" Tanya Byun yang seakan tak percaya dengan apa yang kini ada di depannya.
"Kau bahkan sudah tahu sebelum aku mengatakannya." Ujarnya.
"Kita datang ke sini untuk mencari seorang pria bernama Leon, kekasihnya menyuruhku untuk mencarinya di markas besar ini!" Jelas Gisella " Apa kau menyekapnya? Di mana dia sekarang? Kekasihnya sangat membutuhkan dia!" Kata Gisella dengan tangan yang masih terikat.
"Siapa yang akan percaya pada omong kosong mu?" Tanyanya lagi. "Apa kau pikir aku akan percaya begitu saja pada perkataan mu itu?"
Deg,,,,,,
Gisella dan juga Byun terperanjat kaget saat mendengar kalimat itu dari mulut pria yang tengah memegang pedang panjang itu.
"Apa maksudnya Kau?' " tanya Gisella yang setelahnya menyadari "Kamu Leon?" Ucapnya lagi.
"Iya Gue Leon!!" Jawab pria itu yang kini kita tahu kalau dialah orang yang dicari Gisella dan juga Byun.