
Namun tanpa mereka sangka, saat mereka keluar dari rumah Tao. Mereka dikejutkan oleh seseorang yang berjalan dari arah makam Diana dan Alex. Mereka membelalakkan mata mereka melihat siapa yang berjalan dari arah makam itu.
"Tao??!!!" Ucap Gisella tak menyangka sekaligus bingung.
"Hey, apa yang sudah terjadi pada kalian?" Tanya Tao pada semuanya yang terlihat menggendong istri mereka masing-masing.
"Kau!!! Kenapa kau masih hidup??!!" Tanya Leon yang kembali terlihat marah pada Tao, dengan menggendong Jenie yang perutnya terus mengeluarkan darah.
"Tentu aku masih hidup, memangnya aku kenapa?dan ada apa? Apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Tao pada mereka terutama pada Leon yang paling banyak mendapatkan darah pada tubuhnya, karena tadi sudah membunuh.
"Situasi seperti apa ini? Bukankah kau baru saja menghabisinya? Tapi kenapa sekarang dia masih ada di hadapan kita?" Tanya Alex yang keheranan melihat kejadian itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa yang kalian maksud? Menghabisi? Kalian menghabisi siapa? Siapa yang kalian habisi?" Tanya Tao penasaran dengan apa yang dimaksud oleh Alex tadi.
"Pikirkan ini nanti saja, kita harus segera membawa istri-istri kita ke rumah sakit terdekat, Dan Jenis juga sangat membutuhkan pertolongan luka pada perutnya!" Ucap Nathan yang menyuruh mereka untuk segera menuju ke rumah sakit.
Mereka berlalu pergi tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Tao tadi. Tao sendiri terdiam sejenak dan berpikir, setelah dilewati begitu saja dengan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Tao
"Apa yang mereka katakan tadi? Menghabisi siapa?" Ucap Tao sembari berpikir.
Deg,,,,,,
Tao membelalakkan matanya, dan setelahnya dia langsung berlari ke dalam rumahnya.
Tao langsung masuk ke dalam rumahnya dan pergi menuju tempat, di mana tempat itu yang sudah di gunakan untuk menyekap Lisa, Nadia dan juga Gisella tadi.
Tao terdiam membeku, mata Tao terpaku menatap saudaranya yang tergeletak di lantai dengan darah yang begitu banyak, bahkan Tao sendiri hampir tidak bisa lagi mengenali saudara kembarnya itu.
"TIO!!!!!!!!" Teriak Tao pada saudaranya itu dan langsung mendekati tubuh yang tergeletak di lantai itu.
"Apa yang sudah terjadi sama kamu? Kenapa kamu bisa sampai seperti ini? Apa yang kamu lakukan?" Ucap Tao yang menangis di depan jasad saudara kembarnya itu.
Tio sendiri adalah saudara kembar Tao, wajah mereka sangat mirip sehingga tidak ada yang bisa mengenali mereka karena memang wajar mereka yang sangat identik. Leon mengira kalau yang dia bunuh tadi adalah Tao, itu sebabnya mereka heran dan terkejut saat bertemu dengan Tao tadi.
"Aku akan membalaskan ini semua pada mereka! Aku akan membunuh mereka yang sudah tega menghabisi mu!!!aku bersumpah!!" Ucap Tao menatap adiknya itu dengan tatapan dendam akan mereka yang bertanggung jawab atas kematian Tio, saudara kembar Tao.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rumah sakit,
Gisella, Nadia dan Lisa sudah di obati oleh dokter karena luka lebam yang mereka dapatkan tadi, dan sudah dipastikan kalau mereka baik-baik saja. Mereka pun di tempatkan di ruang yang sama, karena Nathan meminta kamar VVIP agar mereka bisa terus bersama.
Jeni yang sudah langsung ditangani oleh dokter pun juga sudah mendapatkan perawatan yang sepadan dengan luka yang dia alami. Kondisinya juga sudah mulai membaik, namum dia masih belum sadarkan diri. Leon masih terlihat sangat marah dan terpukul melihat istrinya yang terluka, dan tak kunjung sadar.
"Sayang,!" Panggil Gisella.
"Iya, ada apa?" Jawab Chan pada istrinya itu.
"Aku masih bingung!" Ucap Gisella.
"Apa kamu nggak merasa ada yang janggal dengan kejadian tadi? Bukankah Tao sudah terbunuh? Bahkan kita semua melihatnya dengan mata kepala kita sendiri! Tapi kenapa bisa dia hidup lagi?" Ucap Gisella yang penuh dengan pertanyaan.
"Aku berpikir kalau yang di bunuh oleh Leon tadi bukanlah Tao! Tapi pasti saudara kembarnya! Karena, tidak mungkin ada 2 Tao bukan?!" Ucap Alex yang langsung berpikir kalau Tao memiliki saudara kembar.
"Gue setuju sama apa yang di bilang Alex!" Ucap Nathan yang setuju dengan pendapat Alex.
"Kalau memang benar begitu, pasti saat ini Tao sangat terpukul karena kehilangan saudaranya!" Ucap Chan perduli.
"Gue nggak perduli tentang itu! Bahkan gue juga bakal menghabisi dia kalau sampai terjadi sesuatu sama Jeni!" Ucap Leon yang memang sedang mengkhawatirkan kondisi istrinya yang tak kunjung sadar.
Mereka semua masih sibuk berbincang untuk membahas itu, namun berbeda dengan Leon yang terus menatap sendu istrinya, yang kini belum juga sadar.
Tiba-tiba,,,,
Gubrakk,,,,,
Suara pintu ruangan itu terbuka paksa dan yang melakukannya adalah Tao. Semua mata langsung mengarah pada Tao yang baru saja datang dengan nafas yang membara, tatapan matanya menunjukkan dendam pada mereka semua yang ada di sana.
Tao datang dengan membawa sebilah pisau di tangannya, dengan tujuan untuk membalaskan dendam adiknya yang telah terbunuh oleh mereka.
"Tao?" Ucap Chan yang melihat adanya Tao.
"Pergi lo dari sini!!!" Usir Nathan pada Tao.
"Gue nggak akan pergi dari sini sebelum gue habisi kalian semua!!!" Ucap Tao mengancam semua yang ada di sana.
"Tao? Kenapa kamu jadi seperti ini?" Tanya Gisella yang melihat perubahan Tao.
"Cepat pergi dari sini!! Atau gue nggak akan segan-segan buat memenggal kepala lo!!" Ketus Kim Kai dengan tatapan dinginnya menatap Tao, dengan penuh kebencian.
"Gue yakin! Pasti lo yang udah bunuh saudara kembar gue!!!!" Ucap Tao sembari menunjuk ke arah Leon.
Deg,,,,
"Saudara?" Tanya Chan bingung.
"Jadi??,,,,,," Ucap Gisella terpotong.
"Iya! Dia bernama Tio! Saudara kembar gue yang udah kalian habisi dengan kejam!!" Ucap Tao dengan penuh amarah.
"Tao, tenanglah dulu! Sebaiknya kamu ceritakan ini dengan baik-baik! Kita memang bersalah karena sudah membunuh saudara kembar kamu! Tapi karena kita juga memiliki satu alasan!" Ucap Gisella yang mencoba menjelaskan kepada Tao.
"Jadi, cerita itu semuanya bohong?" Ucap Chan yang menanyakan tentang cerita yang telah dikatakan oleh Tao.
"Asal kalian tahu! Gue sama saudara kembar gue itu adalah anak kandung dari pasangan Alex dan Diana!!" Ucap Tao yang membuat semuanya merasa bingung.
"Apa? Jadi apa maksud kamu membohongi kita semua?" Tanya Gisella pada Tao yang nyatanya telah berbohong dengan cerita yang dia buat.
"Gue sengaja nyuruh kalian buat pergi dari mansion itu ,supaya saudara kembar gue berhenti menghabisi semua orang yang tinggal di mansion itu!" Ucap Tao sembari menodongkan pisau yang dia bawa tadi.
"Jadi Alex dan Diana itu?" Tanya Chan sembari mengerutkan dahinya.
"Ya!! Mereka adalah kedua orang tua kami! Tapi mereka memiliki niat untuk menjadikan gue sama Tio sebagai tumbal! Karena adik perempuan kami sudah menjadi tumbal pertamanya!" Ucap Tao yang perlahan menceritakan yabg sebenarnya pada mereka semua tentang peristiwa yang pernah terjadi di mansion itu sebelumnya.