Kamar 126

Kamar 126
Kedatangan Mark


"Chan kemari lah, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu!" Panggil Gisella yang meminta Chan untuk duduk di dekatnya. Chan yang di panggil pun langsung menuju ke arah Gisella berada.


"Ada apa sayang?" Tanya Chan sambil duduk di dekat Gisella.


"Apa kamu ingat dengan Mark?" Tanya Gisella balik.


Chan tampak berpikir sejenak untuk mengingat, "Mark yang bantuin kita itu?!" Ucap Chan setelah mengingat akan sosok Mark. Gisella menjawabnya dengan anggukan.


"Ada apa dengannya?!" Tanya Chan.


"Bagaimana kalai misalnya Mark kita suruh tinggal di sini?!" Ucap Gisella sembari tersenyum tanda meminta persetujuan.


"Gisella, kita tidak bisa memasukkan sembarang orang ke mansion ini! Dia kan juga pasti memiliki keluarganya sendiri!!" Kata Chan yang tampaknya tidak setuju dengan saran dari Gisella.


"Eh, sayang! Mark itu sudah tidak memiliki keluarga! Dia bahkan tinggal sendiri di desa itu!! Apa kamu lupa kalau dulu mamanya meninggal dan papanya di penjara bahkan mendapat hukuman penjara seumur hidup?!" Gisella tampak mengingatkan kejadian belasan tahun yang lalu pada Chan, bahkan saat mereka belum saling memiliki rasa satu sama lain.


"Nanti kita tanya dulu sama yang lainnya aja ya sayang!" Ucap Chan memberi tahu.


"Haish, sayang kenapa nggak sekarang aja sih?!" Rengek Gisella yang meminta Chan untuk segera membicarakan ini pada yang lain juga.


"Woy, kalian berdua ngapain malah pacaran di sini?!" Tanya Byun yang tiba-tiba saja datang bersama dengan Nathan dan juga Alex.


"Nah tuh sekalian aja bilang sama mereka, Chan!" Pinta Gisella yang melihat kedatangan mereka.


"Ada apa?!" Tanya Nathan penasaran.


Chan pun menghela nafasnya lalu memberitahukan niat Gisella untuk mengajak Mark tinggal di mansion itu. Mereka pun akhirnya membahas tentang hal itu.


Nathan akhirnya setuju, begitu juga dengan yang lainnya. Sampai akhirnya dia menyuruh Lukas dan juga Adam untuk menjemput Lucas yang ada di desa Loka. Anak-anak yang lain bahkan belum mengetahui kalau Lukas akan diajak tinggal bersama dengan keluarga besar itu di mansion.


Malam hari itu juga Dila bisa tersenyum bahagia setelah bersenda gurau bersama para saudara-saudaranya, meskipun masih teringat dengan Dira. Namun setidaknya dia merasa lebih baik lagi. Berbeda dengan Alfin yang terlihat terduduk lesu sambil menikmati minuman di tangannya. Dia masih terus kepikiran akan penolakan dari kekasihnya, untuk datang ke mansion menemui keluarga besar Alfin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Lukas dan Adam bersiap ke desa Loka untuk menjemput Lukas yang berada di sana.


Sesampainya mereka di desa Loka. Tepatnya rumah Mark. Lucas langsung mengetuk pintu rumah itu, berharap di buka oleh Mark.


Tok tok tok


Ceklekk


Tampak pintu di buka dan keluarlah Mark dari dalam rumah. Mark tampak mengernyitkan dahinya karena bingung melihat anak-anak dari keluarga Gisella datang berkunjung ke rumahnya.


"Kalian? Kalian mau ngapain ke sini? Kalian berdua keponakan dari kak Gisella kan?!" Tanya Mark memastikan tentang dugaannya.


"Ada apa? Apa ada masalah?!" Tanya Mark penasaran akan apa maksud kedua anak itu datang berkunjung ke rumahnya.


"Tidak ada masalah sama sekali! Justru mereka menginginkan kamu tinggal bersama kita di mansion besar!!" Ucap Lukas memberi tahu akan tujuannya datang.


"Apa?!" Mark tampak tertegun mendengar penuturan dari Lukas, "Tapi-!" Kata Mark terpotong.


"Tapi apa? Apa lo menolak?!" Tanya Lukas dengan menaikkan satu alisnya ke atas.


"Bukannya gue menolak ajakan kalian, tapi bagaimana dengan sahabat-sahabat gue yang ada di sini?!" Mark tampak bingung untuk mengambil keputusan antara tinggal atau ikut dengan mereka.


"Mereka hanya sahabat lo!! Lagi pula kata mama Gisella kamu tidak memiliki keluarga lagi setelah kejadian di masalalu,! Lo sebaiknya ikut kita saja, masalah sahabat itu nanti gampang, lo bisa berkunjung ke sini bukan?!" Kata Adam menjelaskan panjang lebar.


Mark tampak berpikir sejenak untuk mencerna semua saran dan juga penjelasan dari Adam "Apa mungkin ini sudah menjadi takdir hidup gue?? Untuk hidup bersama dengan mereka yang sudah berbaik hati menolong gue di masalalu?? Gue juga nggak mungkin bisa menolak ajakan dari kak Gisella ini!" Batin Mark.


Mark menarik nafas untuk mengatakannya dengan serius, "Baiklah gue akan ikut sama kalian!" Akhirnya Mark menyetujui ajakan dari Adam dan juga Lukas.


"Nah gitu dong!" Jawab Adam dan Lukas kompak sembari tersenyum ke arah Mark.


Tak dapat di pungkiri, ternyata Leon menugaskan banyak mafioso untuk mengawal Lukas dan Adam saat akan ke desa Loka. Leon tidak ingin kalau nantinya akan terjadi apa-apa sama anaknya. Padahal meskipun begitu, Lukas adalah calon King Mafia setelah Leon, Daddy nya.


Mark pun bersiap untuk ikut pergi dengan Lukas dan Adam ke mansion besar. Namun sebelum itu, Mark meminta waktu untuk berpamitan dengan kedua sahabatnya Taemin dan Mela. Mark pun menemui mereka di rumah mereka masing-masing untuk berpamitan. Dengan berat hati meninggalkan kedua sahabatnya yang bahkan sudah seperti menjadi saudara untuk Mark. Setelah berpamitan, mereka pun segera menuju ke mansion besar.


Di tengah perjalanan, Mark menaiki mobil bersama dengan Lukas dan Adam. Terlihat banyak mafioso yang mengawal mobil mereka.


"Kenapa kalian bawa mafioso sebanyak ini?!" Tanya Mark penasaran.


"Ini sih udah biasa, lagi pula ini cuma 10 doang kok!" Kata Lukas dengan santainya menjawab ucapan dari mark.


"Haish, 10 itu banyak banget lo!" Mark di buat heran dengan Lukas dan Adam yang bahkan selalu di kawal oleh beberapa mafioso untuk keselamatan mereka.


"Lagian ini juga bukan kemauan kita kok!" Jelas Adam.


"Iya Adam bener! Sebenarnya gue bisa jaga diri gue sendiri! Tapi ini yang minta Daddy jadi gue mau gimana lagi selain nurut, dari pada nggak dapat jatah!" Kata Lukas sambil terkekeh.


"Oh iya, gue bahkan belum tahu nama kalian, kalau boleh tahu siapa nama kalian?!" Tanya Mark yang memang belum mengetahui nama dari mereka karena mereka memang belum sempat berkenalan saat masih berada di vila dulu.


"Gue Lukas!" Ucap Lukas.


"Gue Adam, lo bisa panggil gue Jin!" Jawab Adam memberi tahu namanya.


"Gue Mark, kalian pasti udah tahu kan siapa gue!" Ujar Mark yang sudah bisa menebak kalau mereka pasti sudah tahu nama dari Mark.


"Ada 5 pasangan suami istri yang tinggal di 1 mansion dan juga anak-anak mereka yang sangat banyak, termasuk kita berdua! Kita menyebutnya keluarga besar!!" Lukas tampak memberi tahu Mark tentang siapa saja yang ada di mansion besar itu.