
"Jadi begitu ceritanya?!" Ujar Lisa sembari menyeka air mata yang hendak jatuh dari pelupuk matanya.
"Jadi Tiara itu bukan anak kandung kamu?" Tanya Gisella yang masih tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Lisa.
Lisa hanya menjawab dengan gelengan kepalanya saja.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu!! Terima kasih atas semua pengakuan kamu, Lis?!" Ujar Alex yang setelahnya berdiri dari duduknya.
"Loh, kamu mau kemana?" Tanya Gisella heran.
"Gue mau pulang, Chan mobilnya gue bawa! Lo nanti pulang sama Gisella aja!" Ujar Alex kemudian dia langsung pergi begitu saja.
"Kenapa setelah aku menceritakan kebenarannya, kau justru malah berubah seperti ini?" Ujar Lisa di dalam batinnya namun matanya masih melihat Alex yang pergi begitu saja.
Lisa pun menunduk sedih melihat Alex yang pergi begitu saja setelah Lisa menceritakan segalanya padanya.
"Gisella, aku mau ke kamar dulu!" Ujar Lisa lalu berdiri dan pergi menuju kamarnya sendiri.
"Loh, kita sarapan dulu, Lis!!" Ajak Gisella.
"Aku tidak memiliki selera untuk makan, Sel! Kamu sarapan sama Chan saja!" Kata Lisa tanpa menoleh ke arah Gisella dan langsung melanjutkan jalannya.
Setelah Lisa masuk ke dalam kamarnya, Gisella menanyakan semuanya pada Chan.
"Chan, ada apa dengan Alex? Tadi dia sendiri yang menyuruh Lisa untuk menceritakan semuanya!! Tapi kenapa setelah Lisa jujur dan menceritakannya , kenapa Alex malah jadi kayak gitu?!" Ujar Gisella sedikit kesal pada Chan.
"Aku juga nggak tahu, mungkin Alex perlu waktu untuk mencerna semuanya?!" Ujar Chan.
"Kok kamu bilangnya gitu?" Tanya Gisella heran.
"Ya kan aku beneran nggak tahu!" Ujar Chan sembari mengedikkan bahunya.
"Haish, ya sudah! Kamu mau menginap di sini atau mau pulang?" Tanya Gisella pada Chan.
"Aku di sini aja, lagi pula kalau aku pulang pakai mobil kamu, terus nanti kamu pulang pakai apa?"
"Iya juga ya!" Ujar Gisella sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah itu mereka berdua sarapan bersama di mansion Lisa. Lalu kemudian Gisella mengantar Chan ke kamarnya sedangkan Gisella mengambil makanan untuk di bawa ke kamar Lisa.
"Lis? Apa kamu tidur?" Tanya Gisella yang telah masuk ke dalam kamar Lisa dengan membawa nampan berisi makanan.
Lisa tak menjawab pertanyaan Gisella. Gisella sendiri melihat Lisa yang sedang duduk melamun di tepi ranjang miliknya itu.
"Lisa, ini aku bawakan makanan untuk kamu!" Ujar Gisella sembari meletakkan makanan di meja yang ada di dekat ranjang Lisa.
"Aku tidak lapar, Sel!" Jawab Lisa dengan tatapan kosong menatap ke luar jendela kamarnya.
Gisella langsung memeluk Lisa karena kasihan melihat Lisa yang sedang bersedih.
"Kamu nggak boleh lemah kayak gini, Lis!" Ujar Gisella yang masih memeluk Lisa.
"Tapi apa salahku, Sel? Kenapa setelah aku menceritakan semua masalalu ku padanya dia justru pergi meninggalkan aku begitu saja!" Ujar Lisa dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Gini aja, kita lihat aja di hari-hari selanjutnya! Kita pastikan apakah Alex benar-benar berubah atau hanya hari ini saja?! Dan kamu jangan sedih lagi ya?!" Kata Gisella yang mengelus pundak Lisa.
"Tapi, Sel,,,,,,,," Terpotong.
"Tidak, Sel! Aku ingin merenungkan diriku sendiri di sini, Sel!" Ucap Lisa.
"Oh iya, besok kita ke gedung yang akan di gunakan untuk acara pernikahan Nadia juga Jeni?!" Ujar Gisella memberi tahu.
"Apa pernikahannya sebentar lagi?" Tanya Lisa yang lupa akan hari pernikahan para sahabatnya sendiri.
"Hey, bahkan pernikahannya sudah H-1, Lis!!" Ujar Gisella yang mencubit pelan pipi Lisa.
"Astaga, kenapa aku bisa sampai melupakan itu?" Ujar Lisa dengan menatap mata Gisella.
"Sudah-sudah sekarang cepatlah sarapan!" Suruh Gisella pada Lisa yang kini sudah mulai tidak melamun lagi.
Singkat cerita, di hari berikutnya Gisella, Chan dan juga Lisa datang ke gedung yang nantinya akan di gunakan untuk acara pernikahan Jeni dan Nadia.
Di sana ternyata sudah ada Jeni, Nadia ,Leon dan juga Nathan. Setelah turun dari mobil milik Gisella, mereka berjalan menuju para sahabatnya yang sudah lebih dulu sampai di tempat itu.
"Eh, Gisella! Lisa?!" Ujar Nadia yang melihat kedatangan Gisella dan juga Lisa.
"Hay, Jis!" Sapa Gisella lembut dengan senyum manis yang tersirat pada wajahnya.
"Oh iya, gimana menurut kalian?" Tanya Nadia yang meminta pendapat pada Gisella dan juga Lisa.
"Ini terlihat sangat mewah!" Kata Gisella sembari melihat ke sekeliling.
Lisa tidak menjawab dan hanya diam sembari sibuk mencari keberadaan Alex. Gisella yang menyadari itu akhirnya bertanya pada Lisa.
"Lisa, ada apa?" Tanya Gisella yang masih melihat mata Lisa tak henti-hentinya memperhatikan sekitar.
"Nggak ada apa-apa kok, Sel!" Jawab Lisa yang terlihat sangat khawatir. Mulutnya bisa berbohong, namun hatinya tidak bisa.
Sampai akhirnya Lisa tahu kalau Alex tidak ada di sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari pernikahan telah tiba, semua para tamu yang di undang pada acara tersebut menyambut kedua pasangan pengantin itu. Perta berlangsung sangat meriah dan suasana di sana penuh dengan haru pernikahan. Janji suci pernikahan sudah mereka ikrarkan dan kini mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Semuanya tampak sangat bahagia dengan bersatunya para pasangan tersebut.
Namun hanya Lisa saja yang merasa sangat sedih saat itu, hatinya tidak bisa berbohong kalau dia khawatir akan Alex. Bahkan di acara tersebut Alex sama sekali tidak terlihat di sana.
",Alex, kamu ke mana? Kamu ada di mana? Kenapa kamu nggak datang ke acara pernikahan ini?!" Tanya batin Lisa yang matanya sibuk mencari keberadaan Alex.
"Kalau kamu memang marah sama aku, seharusnya kamu nggak melibatkan mereka yang sedang menikah bukan? Harusnya kamu ada di sini untuk mengucapkan selamat pada mereka! Jujur hari ini aku sangat merindukan kamu! Maaf jika karena menceritakan masalalu ku kau menjadi seperti ini! Kalau aku tahu begini jadinya, aku tidak akan pernah menceritakannya padamu, Alex?!" Ujar Lisa di dalam hatinya sembari menoleh ke kanan dan kiri karena mencari keberadaan Alex.
Di sisi Gisella, dirinya tengah kebingungan mencari keberadaan Chan yang entah berada di mana.
Gisella yang bertemu dengan Lisa pun akhirnya menanyakan pada Lisa dimana keberadaan Chan.
"Lis, kamu nggak lihat, Chan?" Tanya Gisella pada Lisa yang tengah bersedih dan hanya menjawab pertanyaan Gisella dengan gelengan.
Kini tibalah saatnya 2 pasang pengantin itu melemparkan bunga ke arah para tamu yang sudah menunggunya di belakang, termasuk juga Gisella dan Lisa.
Jeni dan Nadia berdiri berdampingan sembari memegang bunga di tangan mereka masing-masing.
Hitungan pun di mulai, Nadia dan Jeni mengatakannya secara bersamaan.
"Satu,, dua,,, tiga,,," semua yang tengah bersiap untuk menerima bunga itu tiba-tiba saja berjalan mundur kemudian membuat Gisella dan Lisa bingung.