Kamar 126

Kamar 126
Masalalu Klara 2


"Nyonya, kapan waktu terakhir ada mengalami menstruasi?!" Tanya dokter sari.


Sejenak Klara berpikir, dan menyadari kalau dia sudah telat datang bulan selama 1 bulan lamanya, "Mungkin 1 bulan yang lalu dok!" Ucap Klara enteng.


Dokter Sari nampak tersenyum, "Selamat ya nyonya, anda positif hamil! Usia kandungan anda di perkirakan sudah 4 minggu lamanya!" Ucap Dokter Sari yang membuat Klara tersentak kaget. Dia seakan tak percaya mendengarnya. Bahkan dia tidak menyangka kalau dirinya akan bisa hamil.


"Apa ini serius dok? Apa dokter tidak bercanda dengan ini?!" Tanya Klara dengan mata yang berbinar.


"Kalai nyonya tidak percaya, silahkan nyonya tes menggunakan testpack ini!" Dokter Sari memberikan 1 testpack pada Klara. Dengan tangan gemetar karena masih tidak menyangka kalau dia hamil. Klara mengambil testpack itu, lalu setelahnya dia menggunakannya di toilet pribadi milik dokter yang ada di ruang pemeriksaan itu.


Lalu kemudian setelah beberapa menit, Klara keluar dengan membawa testpack itu. Matanya sudah dibanjiri air mata. Testpack yang selama ini ia selalu nantikan ada 2 garis biru itu pun telah menjadi kenyataan. Tuhan sudah mengabulkan semua doa-doanya selama ini.


Klara kembali ke rumahnya dengan hati yang sangat bahagia. Dia ingin mengetahui apa reaksi suaminya mengetahui kalau dirinya yang di dambakan hamil itu akan memberikan sebuah kejutan tak terduga untuk suaminya.


"Nak, mama akan menjaga kamu! Papa kamu pasti akan sangat senang mendengar kabar tentang kehadiran kamu di perut mama ini!" Kata Klara dengan isak tangis bahagia, sembari mengelus perutnya yang masih rata itu.


Namun tiba-tiba saja sebuah ketukan pintu rumah terdengar,,,


Tok tok tok,,,


Klara yang penasaran dengan siapa yang mengetuk pintu pun, memutuskan untuk membukanya.


Ceklekkk,,,,


Pintu terbuka dan terlihatlah seorang wanita cantik dengan perut buncitnya yang mungkin sudah berusia 7 bulan lebih.


"Maaf anda siapa ya?!" Tanya Klara yang memang tidak mengenali siapa wanita yang ada di depannya itu.


Menghela nafas, "Kau mungkin tidak mengenaliku, tapi suami kamu itu pasti sangat mengenalku!!" Ucap wanita itu dengan nada sinis. Ya, dia adalah Ana yang dengan sengaja datang di saat Bram tidak ada di rumah. Dia sudah sangat geram ingin melakukan sesuatu pada istri pertama suaminya itu.


"Maaf anda siapa ya? Apa anda ada urusan dengan suami saya? Tapi maaf dia sedang tidak ada di sini! Dia sedang di kantor!" Jawab Klara dengan mengatakan yang dia tahu.


"Cih, kau bahkan sangat percaya diri saat mengatakan kalau dia ada di kantor? Apa kau sama sekali tidak curiga pada suami kesayangan kamu itu? Apa kau pikir- "Ana memotong ucapannya, "Sudahlah, kita lanjutkan nanti saja!" Ucap Ana.


Klara sungguh tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh wanita di depannya itu. Dia tidak terlalu memperdulikannya, "Maaf sebelumnya, kalau tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, silahkan pergi! Saya harus istirahat!" Klara yang memang sudah merasa lelah karena efek dari kehamilannya itu. Mencoba mengusir Ana secara halus.


Mendengar dirinya di usir, wajah Klara memerah, dirinya tidak bisa lagi menahan amarahnya, "Pengawal, cepat bawa dia!" Ucap Klara menyuruh 2 pengawal yang sengaja dia bawa untuk menangkap Klara dan membawanya ke suatu tempat untuk melakukan apa yang dia inginkan selama ini.


"Tidak, kalian siapa! Jangan mendekat atau aku akan berteriak!!" Ancam Klara mulai ketakutan dengan 2 pria berbadan kekar yang akan menangkapnya itu.


Bugg,,,


Klara seketika pingsan setelah tengkuknya di pukul oleh salah satu dari pria berbadan kekar itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jauh di tempat lain, Bram bahkan tak merasakan curiga atau merasa khawatir akan istrinya. Baginya selama dia tidak menemui istri pertamanya itu, Klara pasti akan aman di rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah tempat yang gelap dan sepi, cahaya tamaram tampak menerangi ruangan menakutkan yang kini dia pijaki. Klara di ikat dan di dudukkan di sebuah kursi dengan kondisi yang masih pingsan. Tak jauh di sisi lain, terlihat Ana duduk di kursi miliknya dengan 2 pengawal yang berdiri di samping kiri dan kanannya. Dirinya terlihat menunggu mangsanya sadar dari pingsannya.


Tak berapa lama menunggu, Klara mulai sadar dari pingsannya dan menyadari kalau dirinya telah diikat di sebuah kursi.


Ana tampak berjalan ke arah Klara, "Kau sudah bangun rupanya!!" Ucap Ana sembari mengelus perutnya yang buncit.


Dengan mata memerah menahan amarah, "Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau melakukan ini padaku? Aku bahkan tidak mengenal dirimu!!!" Tanya Klara dengan nada yang sedikit meninggi.


"Apa kau benar-benar ingin tahu siapa diriku? Dan apa yang membuatku membawamu kemari?" Menghela nafas, "Oh , tidak! Nanti kau bisa pingsan lagi setelah mengetahui siapa aku sebenarnya!" Ucap Ana dengan nada mengejek.


"Katakan!!!" Teriak Klara dengan emosi yang sudah mulai memuncak.


Ana mendengus, "Baiklah jika itu mau mu, jangan salahkan aku, karena kau sendiri yang menginginkannya!" Ucap Ana dengan seringainya. Lalu kemudian dia tampak berjalan ke arah Klara dan mendekatkan wajahnya,


Plakkkk,,,,,


Sebuah tamparan keras sebelum dia mengungkap jati dirinya yang sebenarnya. Klara tampak merintih kesakitan menahan panas pada pipi kirinya yang tiba-tiba di tampar oleh Klara.


"Namaku adalah Ana! Aku adalah istri kedua dari tuan Bram! Suamimu!!"


Deg,,,,


Ucapan yang terlontar dari mulut Ana membuat Klara sejenak terpaku dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


"Apa kau pikir aku akan percaya begitu saja padamu?!" Ucap Klara yang tak mempercayai ucapan dari Ana.


Ana menyeringai, "Kau tak percaya? Baiklah, akan aku tunjukkan bertapa liarnya suami mu saat sedang berada di atas r*njang bersama denganku!!" Ucap Ana lalu menunjukkan sebuah video pada Klara tentang adegan panas antara suaminya dan wanita yang kini ada di hadapannya.


Pikiran Klara sekarang menjadi kalut, di sisi lain dia tidak percaya pada apa yang dia lihat barusan. Namun di sisi lain dia tidak bisa membohongi hatinya sendiri yang merasa sangat sakit mengetahui pengkhianatan suami nya. Bahkan Klara berpikir tidak akan pernah memaafkan suaminya kalau sampai semua itu memang benar.


"Kau sudah melihatnya? Ah, aku tahu kau pasti tahu kan kalau anak yang ada di dalam perutku ini adalah hasil dari buah cintaku dengan mas Bram?!" Ucap Ana dengan nada mengejek.


Klara sedari tadi sudah menangis, hatinya sakit mengetahui suaminya yang selama ini dia percaya ternyata malah bermain api di belakangnya. Klara sangat kecewa terhadapnya.


"Apa yang kau inginkan dariku!!!" Ucap Klara di sela isak tangisnya.


Menghela nafas, "Aku tidak minta banyak padamu!! Gugat saja mas Bram, dan kau akan aku bebaskan? Bagaimana?!" Ana memberikan sebuah tawaran pada Klara.


Klara berdecih "Cih, lebih baik aku mati daripada harus menggugat cerai mas Bram? Lagi pula kenapa harus aku yang meninggalkannya? Kau yang sudah merusak rumah tangga kami! Kau yang seharusnya pergi!!!!" Klara berteriak pada Ana dengan kekesalannya.


Plakkk,,,,


Kembali sebuah tamparan di lemparkan pada Klara, karena Ana yang sudah geram akan apa yang di katakan oleh Klara tadi. Singkatnya Ana tidak bisa dan tidak ingin ucapannya di tolak. Atau dia akan berbuat nekat.


Dengan menahan rasa sakit pada pipinya , Klara mencoba menahannya, "Aku tidak akan pernah takut padamu! Suamiku pasti akan menemukanku di sini!!" Ucap Ana dengan penuh percaya diri.


Ana berdecih mendengarnya, "Cih apa kau sedang mengalami halusinasi? Suamimu eh maksudku suamiku itu sekarang pasti sedang berada di kantor, bahkan dia jarang sekali menemui mu! Tidak mungkin kalau dia datang ke sini!!" Ujar Ana dengan nada percaya dirinya.


Klara mengepalkan kedua tangannya, dia tahu kalau dirinya pasti tidak akan bisa lepas dengan mudah dari tangan wanita di depannya itu.


"Sebenarnya apa yang kau mau?!" Tanya Klara lirih.


"Sudah aku katakan bukan? Aku menginginkan hakku, berikan mas Bram padaku! Dan aku anggap semuanya selesai!" Ucap Ana memberikan penawaran pada Klara lagi.


"Tidak!! Bahkan meskipun aku mati saat ini juga, aku tidak akan pernah mau menggugat cerai mas Bram!"


"Cih percaya diri sekali, bahkan kau tidak bisa memberikan apa yang dia inginkan! Keturunannya akan lahir dari rahimku ini!" Ucap Ana sembari mengelus perutnya yang buncit.


"Hhh, apa kau pikir aku ini tidak bisa memberikan anak pada mas Bram? Saat ini aku bahkan sedang mengandung anaknya! Dan aku minta padamu untuk melepaskan aku!!" Ucap Klara mencoba berontak.


Mendengar pernyataan dari Klara tadi, mendadak wajah Ana yang tadinya tersenyum sinis. Kini berubah menjadi datar. Entah kenapa dia seperti mendengar suatu ancaman drai mulut Klara itu.


Kembali Ana menyeringai, "Bagus sekali, kau sedang hamil rupanya? Kalau begitu, aku akan melenyapkan mu! Dan juga calon bayi itu!! Aku tidak ingin mengambil resiko kehilangan mas Bram!!!" Ucap Ana dengan seringai liciknya.


"Apa yang akan kau lakukan padaku?! Lepaskan aku!!!" Ucap Klara yang tiba-tiba menangis, dirinya merasa kalau calon anaknya itu akan terancam. Dia menyesal telah mengatakan kebenaran bahwa dirinya hamil pada wanita di depannya itu.


"Baiklah, aku rasa kau masih tetap bersikeras dengan keputusanmu! Jadi mari kita bermain-main!! Dan tubuhmu akan aku jadikan koleksiku!! Aku juga akan mengatakan pada mas Bram kalau istri pertamanya telah berselingkuh dan kabur dengan pria lain!" Ucap Klara dengan rencana jahatnya.


Klara yang mendengarnya membelalakkan matanya, dia sangat ketakutan sekarang. Memang wanita di depannya itu pasti tidak akan membiarkan dirinya lepas. Klara yakin kalau memang saat itu adalah akhir dari hidupnya.


"Pengawal, cepat panggil teman-teman kalian, eh tidak! Panggil 3 orang saja!" Perintah Klara.


"Baik bos!" Jawab pengawal itu lalu memanggil 3 temannya yang ada di depan.


"Mau apa kau? Apa yang akan kau lakukan!! Dasar j*l*ng!!" Teriak Klara pada Ana.


"Hehhh\, kita lihat saja siapa yang nantinya akan di cap sebagai j*l*ng!!" Sinis Ana.


Lalu kemudian selang beberapa di belakang sudah ada 5 orang pengawal. 3 yang tadi di panggil oleh pengawal Ana tadi, dan 2 orang pengawal yang tadi yang menemani Ana tadi.


Klara yang melihat 5 orang pengawal berbadan kekar itu tampak ketakutan. Dirinya memiliki firasat buruk mengenai tatapan sinis yang di berikan Ana padanya.


"Pengawal, lihatlah wanita ini! Aku akan berbaik hati pada kalian untuk menikmati tubuh wanita ini!! Puaskan h*srat kalian berlima! Aku yakin tubuhnya itu sangat indah!!" Ucap Ana melecehkan Klara melalui ucapannya.


Klara yang ketakutan pun langsung menggeleng, "Tidak! Jangan lakukan itu!! Ku mohon lepaskan aku! Kasihan anakku! Aku sedang mengandung! Ku mohon lepaskan aku!" Klara menangis meronta meminta dirinya di lepaskan dari ikatan itu. Jujur saja dia sangat takut dengan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.


"Aku sudah memberikan kamu penawaran mudah tadi, tapi dengan lantang kau menolaknya! Jadi apa gunanya kau hidup? Lebih baik kau mati, bukankah itu apa yang kau inginkan?!" Ucap Ana sembari melipat kedua tangannya di dada, "Tenang saja aku akan menuruti ucapan mu, kau lebih memilih mati bukan?! Hahaha!" Tawa Ana terdengar menggelegar di ruangan yang hanya di hiasi lampu yang tamaram itu.


"Silahkan lakukan!" Ucap Ana mempersilahkan ke 5 pengawalnya itu melepaskan h*srat mereka pada Klara.


"Tidak jangan! Jangan mendekat!! Jangan sentuh aku!!!" Teriak Klara memohon, namun itu semua hanya sia-sia. Dirinya di gilir oleh 5 pria berbadan kekar itu. Bahkan dia diperlakukan seperti binatang. Hentakan yang keras menyebabkan dirinya mengalami pendarahan hebat, yang di yakini kalau itu pertanda bahwa janin milik Klara telah tiada. Dia keguguran.


Dengan menahan sekujur tubuh yang sakit, dirinya melihat darah yang keluar dari bagian intimnya,"Maafkan mama karena tidak bisa menjaga kamu nak, maaf!! Mama akan membalaskan dendam ini!" Batin Klara di isak tangisnya.


Masih di saat yang sama, Klara yang tengah di gilir itu pun tak luput dari kamera ponsel yang di pegang sendiri oleh Ana. Tentu saja untuk dia unggah dan menyebarkan gosip, kalau wanita yang dianggap sebagai istri sah dari Bram itu tengah berselingkuh.


5 Jam kemudian, terlihat Klara yang sudah terkulai lemas tak berdaya. Dirinya pingsan hingga 1 jam lamanya.


"Apakah dia sudah bangun?!" Tanya Ana pada salah satu pengawalnya.


"Belum bos, dia masih pingsan" jawab salah satu pengawal itu.


Tersenyum sinis, "Kalau begitu siapkan peralatannya, aku ingin membuat tubuhnya menjadi salah satu koleksiku, bahkan aku akan memajangnya di musium milikku!" Ucap Ana.


Pekerjaan ana adalah pembuan patung atau manekin. Dirinya sering sekali membuat manekin-manekin dari tubuh manusia asli, akan tetapi dia selalu merasa kurang akan karyanya. Tidak ada yang tahu kalau manekin buatannya itu terbuat dari tubuh manusia asli yang di beri lilin.


Sampai akhirnya dia memutuskan untuk membuat manekin terakhir untuk menutup koleksinya. Dia ingin menghadiahkan manekin itu pada calon anaknya kelak. Bahkan suaminya tidak pernah curiga dengan apa yang selama ini dia lakukan.


Beberapa menit kemudian, tampak Klara sudah terbangun dari pingsannya. Namun dia tak dapat berbuat apa-apa, bahkan untuk mengangkat tubuhnya saja dia tak berdaya. Badannya terasa remuk redam saat itu. Dia sungguh pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.


"Kau sudah bangun?!" Tanya Klara yang datang bersama beberapa pengawalnya. Belum sempat menjawab ucapan dari Ana, "Pengawal pegang tubuhnya, pastikan dirinya berpose layaknya model pakaian dalam! Akan ku buat manekin terbaru sekaligus terakhir!" Ucap Ana. Klara tersentak dan membulatkan matanya. Dia langsung di pegang oleh kedua pengawal yang memang di tugaskan khusus untuk membantu Ana melakukan pekerjaan gilanya itu.


"Ka-kau akan ta-tahu akibatnya! Aku akan mem-balaskan den-dendamku!! Meskipun aku mati, aku akan tetap selalu ada di dekatmu!!!" Ancam Klara dengan sekaligus mengucap sebuah sumpah.


"Oh aku takut sekali!!! Hahaha!!!! Kau pikir aku akan takut? Jangan harap!!! Aku bahkan bisa melakukan apapun yang aku mau!! Kau ingin terus berada di dekatku meski sudah mati? Baiklah, aku akan membuat kamu melihat betapa bahagianya kehidupanku saat menjadi nyonya Bram!! Hahaha!!" Tawa Ana terdengar sangat menggelegar, sehingga siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa merinding.


Kemudian tanpa basa basi lagi, Ana langsung menuangkan cairan lilin yang biasa dia gunakan untuk membuat manekin itu pada tubuh Klara. Panas? Itu pasti, bahkan jika kita terkena api kecil saja itu membuat tubuh kita melepuh. Tapi bahan yang di gunakan oleh Ana itu merupakan bahan langka, hingga saat terkena lelehannya siapapun akan langsung membeku seperti menjadi patung dalam waktu singkat.


Manekin tubuh Ana itu langsung saja di pajang di museum milik Ana. Membuat semua orang kagum akan karya milik Ana itu. Mereka berpikir bagaimana bisa membuat patung manekin yang begitu mirip dengan manusia?


Mereka tidak tahu saja kalau itu memang benar terbuat dari manusia.


Tuan Bram yang sudah menerima video rekaman itu pun langsung naik pitam, mengetahui kalau istri pertamanya itu sudah selingkuh di belakangnya. Dan tanpa dia tahu kalau itu hanyalah akal-akalan yang memang sudah di susun rapi oleh Ana ,istri kedua tuan Bram.


Setelah itu tampak keluarga mereka hidup bahagia, akan tetapi mereka masih belum mengetahui kalau anak mereka yang bernama Windy itu selalu di ikuti oleh arwah Klara.


Sebenarnya Windy adalah gadis dingin. Dirinya sangat pendiam, entah sebab apa. Tidak ada yang mau berteman dengan dirinya. Lalu kenapa Viola mau berteman dengannya? Tentu saja dengan uang.


Lalu kenapa bisa Windy tidak mendapatkan teman?


Itu karena dia yang di kelilingi oleh kabut hitam yang penuh dengan dendam, dari sosok Klara. Klara bahkan membuat semua teman-temannya menjauhi dirinya.


Flashback off