
Di mansion ,teman-teman mereka sedang menunggu kedatangan Gisella dan juga Chan.
"Gisella, Chan! Kalian kemana saja? Kenapa kalian malah pergi dalam kondisi seperti ini?" Ucap Nathan yang merasa kesal karena Chan dan Gisella tidak ikut mencari Nadia dan Lisa tapi malah keluyuran entah kemana.
"Nathan, tenanglah dulu! Aku sama Gisella lagi cari cara supaya Nadia sama Lisa segera ditemukan!" Ucap Chan yang menjelaskan pada Nathan.
"Lalu dengan cara apa kalian akan menemukan mereka? Kalian bahkan tidak merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai" Ucap Nathan yang menanyakan cara untuk menemukan Nadia dan Lisa yang hilang.
"Ini semua terjadi semenjak Gisella bilang kalau mansion ini bermasalah! Dan sekarang lihatlah apa yang terjadi pada istriku dan juga Nadia?!" Ucap Alex yang malah menyalahkan Gisella sebagai orang yang bertanggung jawab atas hilangnya teman-teman mereka.
"Berhenti menyalahkan istriku!!! Dia tidak melakukan apapun!! Justru dia bahkan sudah memberi tahu kalian sebelumnya tentang mansion ini! Harusnya kalian berpikir begitu!!! Lalu kenapa kalian malah menyalahkan istriku yang jelas-jelas tidak bersalah!!" Kesal Chan karena istrinya disalahkan dalam hal ini.
"Sudah-sudah jangan dilanjutkan! Apa kalian pikir dengan berdebat Nadia dan Lisa bisa ditemukan, hah?" Ucap Leon menengahi perdebatan yang terjadi diantara mereka.
Gisella menangis mendengar itu dan ditenangkan oleh Jeni.
"Kalian sendiri yang membuat istri kalian menghilang! Jadi berhenti menyalahkan Gisella!!" Ucap Chan dengan amarahnya.
"CUKUP!!" Ucap Gisella dengan sedikit berteriak agar semuanya diam, namun masih terus berderai air mata.
"Bagi kalian aku yang bersalah atas semua yang terjadi pada Nadia dan Lisa!! Kalian tenang saja! Aku sendiri yang akan bertanggung jawab atas hilangnya mereka berdua!!" Ucap Gisella disela isak tangisnya.
"Gisella?! Kamu nggak salah sayang? Kamu itu nggak bersalah dalam hal ini!" Ucap Chan yang tidak menyangka kalau Gisella akan berkata seperti itu.
"Chan, apa yang dikatakan oleh Nathan dan Alex memang benar! Semua ini mungkin tidak akan terjadi kalau saja aku tidak berkata seperti itu tentang mansion ini!" Ucap Gisella menatap sendu Chan.
"Gisella, jangan salahkan dirimu! Kau sendiri bahkan terluka karena hal ini!" Ucap Chan yang hendak mengatakan yang sebenarnya pada mereka. Namun Gisella mencoba menyuruh Chan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada mereka.
"Kalau kamu memang sudah merasa seperti itu dan merasa kalau kamu salah, maka lakukanlah segera!!" Ucap Nathan yang masih menyalahkan Gisella.
"Segera cari keberadaan Nadia dan juga Lisa sampai ketemu!!" Ucap Sehun setelahnya yang juga tak henti-hentinya berpikir kalau Gisella yang bersalah dalam hal ini.
"Aku akan membuktikan pada kalian kalau istriku tidak ada sangkut pautnya, dengan hilangnya Nadia dan Lisa!!!" Ucap Chan yang menatap tajam ke arah Nathan dan Alex.
"Chan sudahlah! Jangan diteruskan lagi, sekarang begini saja, nanti malam tinggalkan aku sendirian di kamar! Biar aku tahu apa yang nantinya akan terjadi terhadapku sama seperti Nadia dan Lisa!" Ucap Gisella menyarankan.
Deg,,,,,,
"Gisella, apa yang kamu katakan? Aku tidak akan rela kalau sampai kamu mempertaruhkan nyawa kamu sendiri seperti ini! Kita bisa melakukan cara lain untuk menemukan mereka! Tapi tidak dengan cara yang kamu sarankan, sayang! Jangan lakukan hal seperti itu!!" Pinta Chan khawatir.
"Chan, ini adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada Nadia dan juga Lisa! Biarkan aku menjadikan pancingan agar mereka bisa segera ditemukan!" Ucap Gisella yang pasrah dengan keputusan yang dia buat.
"Tapi bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu padamu, Gisella?" Tanya Chan sembari menatap Gisella dengan wajah memelas nya.
"Jika sesuatu terjadi padaku, maka kamu harus yakin bahwa aku selalu mencintaimu, sampai kapan pun!" Ucap Gisella sembari menelan ludah dan mencoba tersenyum ke arah Chan, supaya Chan tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
"Chan, begini saja! Gue bakal memerintahkan semua mafioso yang gue punya untuk menjaga seluruh wilayah yang ada di sekitar mansion ini! Dengan begini kita bisa mengetahui apakah Lisa dan Nadia itu di culik atau tidak!" Ucap Kim Kai yang baru mengingat kalau dirinya memiliki ratusan bahkan ribuan mafioso.
"Gisella, kau dengar itu? Biarkan mafioso milik Kai mencari keberadaan Nadia dan juga Lisa! Kamu tidak perlu mengorbankan diri kamu sendiri untuk mencari mereka!" Ucap Chan yang mencoba menghalangi niat Gisella.
Gisella lalu memegang Pipi Chan lalu berkata,,,,
"Chan, sayang! Dengarkan aku! Entah mereka berada di alam lain atau masih berada di dunia ini, percayalah padaku kalau aku akan membawa mereka kembali!" Ucap Gisella meyakinkan Chan akan keputusannya yang sudah bulat.
Di saat Gisella dan juga Chan sibuk berdebat dengan rencana yang akan dilakukan Gisella. Nathan dan juga Alex mendengarkan percakapan mereka dengan penuh rasa kekhawatiran, akan suatu hal yang terjadi pada istri-istri mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Leon, dirinya langsung menelpon mafioso miliknya yang bertugas di Jepang untuk segera menuju ke mansion yang mereka tinggali.
Namun Leon menyuruh mereka semua untuk bersembunyi, supaya nanti kalau memang ada penculik yang berusaha datang, mereka bisa langsung menyergapnya.
Pukul 19.00
Setelah perdebatan Gisella dan juga Chan berakhir. Chan akhirnya memutuskan untuk membiarkan Gisella menjadi umpan bagi siapa pun pelaku yabg sudah membawa Nadia dan Lisa pergi, entah itu sosok hantu, iblis atau manusia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam itu Gisella sengaja berada di dalam kamar sendirian, namun Chan dan juga yang lainnya bersembunyi. Hal itu mereka lakukan supaya mereka bisa tau apa yang akan terjadi pada Gisella nanti.
"Semoga aku segera bertemu dengan kalian, dan bisa langsung membawa kalian kembali!" Ucap Gisella di dalam batinnya.
Tiba-tiba,,,,
Greppp,,,,,
Gisella terbius oleh sosok yang memakai pakaian serba hitam. Sosok itu juga menggunakan topeng yang menutupi seluruh bagian wajahnya, hingga siapapun tidak bisa mengenalinya.
Mereka semua yang bersembunyi di sana sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat di sana. Mereka terkejut ketika melihat sosok itu mengeluarkan tas plastik yang berisikan darah, lalu segera dia siramkan pada tubuh Gisella yang tengah pingsan dan juga menyiramkan darah itu pada seluruh isi kamar.
Chan yang melihat itu hendak mengejar orang yang sedang membawa Gisella, namun niatnya dihalangi oleh Leon.
"Tunggu, jangan gegabah! Lebih baik kita ikuti dia dulu!" Ucap Leon menghalangi langkah Chan.
Chan yang merasa tak bisa berbuat apapun hanya melampiaskan kekesalan dan amarahnya pada kedua tangannya, yang tampak mengepal dengan sangat kuat.
Sampai akhirnya mereka pun memilih untuk mengikuti sosok itu secara perlahan.