Kamar 126

Kamar 126
Astral projection (Daniel)


"Pergilah bersama denganku, Chan kamu sudah lebih dulu pergi ke alam selanjutnya!" Ucap Kris sembari mengulurkan tangan pada Gisella.


"Aku tidak mau bersama denganmu!! Aku lebih memilih mencari jalan sendiri untuk bisa bertemu dengan, Chan!!" Ucap Gisella yang membantah apa yang dikatakan oleh Kris.


"Kau memang wanita yang keras kepala! Kalau kau tidak mau ikut denganku secara baik-baik , maka aku akan memaksa kamu!!!" Ucap Kris mengancam Gisella.


Kris lalu mendorong Gisella hingga membentur sebuah tembok.


"Akh" rintih Gisella karena merasa sakit akibat terbentur.


Samar-samar Gisella mendengar suara teriakan memanggil namanya, itu adalah orang-orang yang sedang menunggu Gisella tersadar dari pingsannya. Bahkan samar-samar Gisella juga mendengar suara tangisan Chan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, di dunia nyata, rumah sakit. Saat Gisella terbentur tembok raganya bergetar hebat sehingga membuat semua orang khawatir dan panik dengan kondisi Gisella yang belum sadarkan diri sampai saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Chan!! Iya itu suara Chan!! Chan kamu di mana?!" Ucap Gisella yang terus bertanya ke segala arah, karena yang Gisella tahu Chan sudah tiada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi dunia nyata, dokter yang di panggil untuk memeriksa kondisi Gisella menyatakan kalau Gisella mengalami koma. Sontak hal itu membuat semuanya yang ada di sana terkejut dengan apa yang dikatakan oleh dokter itu. Mereka sempat tak percaya karena mereka semua tahu kalau Gisella hanya pingsan saja, dan tidak mungkin sampai dia koma.


"Tidak!!!!! Anakku pasti baik-baik saja!!!" Ujar Fara yang tak lain adalah Mama Gisella, dia menangis sejadi-jadinya melihat anaknya yang kini telah dinyatakan koma.


"Sayang tenanglah!" Ucap Daniel yang mencoba menenangkan istrinya itu. Meskipun hatinya juga hancur ketika mengetahui anaknya dinyatakan koma, namun dirinya harus terlihat kuat dan tegar di hadapan istrinya.


"Bagaimana aku bisa tenang, Pa?! Anak kita yang tadinya baik-baik saja kenapa sekarang bisa dinyatakan koma, Pa!! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, Pa! Dokter pasti sudah salah dalam membicarakan tentang hal ini!! Cepat pastikan kebenarannya, Pa!!!!" Ujar Mama Gisella sembari menangis histeris.


"Kita pasti bisa melewati ini, Ma! Anak kita pasti baik-baik saja!!" Ujar Papa Gisella dengan memeluk istrinya yang masih histeris karena hal itu.


Chan yang juga syok mendengar kalau calon istrinya dinyatakan koma, merasa sangat bersalah akan apa yang kini terjadi pada Gisella.


Chan duduk di dekat ranjang Gisella sembari terisak.


"Karena diriku, sekarang kau harus menjadi seperti ini! Bangunlah sayang, semua orang menunggumu di sini!" Ucap Chan yang terisak di dalam tangisnya menangisi Gisella yang koma.


"Bangun Gisella!! Jangan hanya menutup mata kamu!!! Ayo kita menikah! Kenapa kamu malah tidur di sini?? Aku ingin kamu bangun sayang!! Ayo kita menikah dan memiliki banyak keturunan!!!Bangun Gisella!!!!" Ujar Chan yang kini menangis sejadi-jadinya.


Semua orang yang ada di sana juga ikut terisak saat mengetahui kebenaran tentang kondisi Gisella yang dinyatakan koma oleh dokter.


"Tenanglah, Chan!!" Ucap Leon yang memeluk Chan untuk membuat dirinya lebih tenang.


"Lo harus sabar, Chan! Gue yakin, Gisella pasti akan baik-baik saja!" Kata Nathan yang juga berusaha kuat di depan Chan.


"Tapi kenapa dia koma?? Harusnya Gisella nggak kayak gini!! Ini semua karena gue!! Gue yang salah!!!" Ucap Chan yang mulai menyalahkan dirinya sendiri. Karena Chan merasa kalau dirinyalah yang membuat Gisella sampai seperti itu.


"Sudah!! Sekarang bukan saatnya buat lo nyalahin diri lo sendiri!! Sekarang waktunya kita berusaha untuk membuat Gisella kembali sadar dari koma yang tidak wajar ini!!" Ucap Nathan.


Deg,,,,,


"Gisella!! Aku tahu dia di mana!!!" Kata Nathan meyakinkan dirinya sendiri.


"Nathan maksud lo apa?!" Tanya Chan tak mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Nathan.


"Dia sekarang pasti sedang mencari lo di dunia lain melalui astral projection!!" Ujar Nathan yang sangat yakin dengan apa yang dia ucapkan.


"Sayang, aku rasa kau benar! Mungkin Gisella memang mencari Chan di sana karena yang Gisella tahu Chan pasti sudah tiada setelah di dorong dari atap gedung tadi!!" Ujar Nadia yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh  Nathan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menolong Gisella?!" Ucap Chan sembari menyeka air matanya.


"Maksud kalian, Gisella menjelajah alam lain?" Tanya Daniel yang tak lain adalah Papa Gisella.


"Pa, aku mohon jemput Gisella!! Bawa dia kembali!! Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Gisella!!" Pinta Fara istrinya yang sudah menangis sedari tadi.


"Hanya ada satu cara saja untuk menjemput Gisella, yaitu menggunakan astral projection!" Ucap Nathan dengan penuh yakin "Tapi diantara kita tidak ada yang bisa membuka astral projection kecuali Gisella!" Ujar Nathan yang khawatir karena dia tahu kalau tidak ada yang bisa membuka astral projection kecuali Gisella.


Tidak hanya Nathan, Mereka semua juga ikut bingung harus melakukan apa lagi untuk menolong Gisella yang kini berada di alam lain. Semua tak tahu harus meminta tolong pada siapa, karena memang yang mereka ketahui hanya Gisella lah yang bisa membuka astral projection.


Dengan penuh isak tangis Fara, istri dari Daniel memohon pada suaminya.


"Pa, mama mohon! Mama mohon demi keselamatan anak kita, Pa! Mama nggak mau kalau sampai anak kita satu-satunya mengalami hal seperti ini! Tolong bantu Gisella, Pa! Mama mohon!" Ucap Fara yang sudah tak tahu lagi harus berbuat apa dan hanya suaminya lah satu-satunya orang yang bisa membantunya.


Daniel yang juga dilanda rasa bingung akhirnya berkata,,,,


"Baiklah, aku akan menolong anak kita, Ma!" Ucap Daniel sembari memeluk hangat istrinya.


Deg,,,,,,


Semua orang yang ada di ruangan perawatan Gisella mendadak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Papa Gisella. Mereka semua bingung dengan apa yang dimaksud oleh papanya Gisella.


Semua mata langsung mengarah kepada kedua orang tua Gisella lalu kemudian menatapnya dengan penuh heran dan penasaran.


"Maksud om apa?!" Tanya Nathan yang sudah sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Papa Gisella itu.


Daniel menghela nafasnya lalu berkata,,,,


"Sebenarnya om bisa melakukan astral projection dan membuka portalnya, namun om sekarang sudah tidak pernah lagi melakukannya!" Ucap Daniel memberi tahu semua orang yang ada di ruangan itu.


"Tapi kenapa om?" Tanya Alex yang tak kalah penasaran.


"Pa, akan lebih baik kalau kamu ceritanya nanti saja! Sekarang yang harus kita lakukan adalah segera menjemput Gisella, Pa!" Pinta Fara yang sudah tidak tahan lagi untuk menolong anaknya itu.


Daniel menghela nafasnya dan mengatakan kalau Fara tidak boleh pergi untuk menjemput Gisella di alam lain, itu karena Daniel tidak percaya kalau istrinya bisa kembali dengan selamat bersama dengan Gisella.