Kamar 126

Kamar 126
Melia?


Pov Jeni dan Leon.


Sesampainya mereka berdua di markas, Leon menyuruh Jeni untuk tetap berada di dalam mobil dan tidak memperbolehkan Jeni untuk keluar dari mobil.


Mobil milik Leon memang di desain anti peluru, supaya tidak ada yang bisa menyerangnya saat dirinya sedang berada di dalam mobil. Kebetulan kaca mobil milik Leon berwarna hitam dari luar, sehingga musuh tidak dapat mendeteksi adanya orang di dalam mobil itu. Jadi Jeni senantiasa akan aman berada di dalam mobil itu sembari menunggu Leon menjalankan peperangan.


"Jangan keluar dari mobil ini!! Kamu bisa melihat mereka dari sini, namun mereka tidak akan bisa melihat kamu yang ada di dalam?! Kau mengerti!!" Ujar Leon memberi tahu istrinya itu untuk tidak pergi ke mana-mana.


Jeni hanya menghela nafas mendengar apa yang Leon perintahkan ke dia sembari berkata,,,,


"Haish, iya iya baiklah!".


Setelah mendengar jawaban dari Jeni, Leon langsung turun dari mobilnya yang anti akan peluru itu.


Dengan membawa samurai di tangannya, Leon berjalan ke arah mafioso miliknya yang sedang menunggunya. Namun sebelum Leon menemui mafioso miliknya yang memang sudah berperang melawan musuh duluan. Leon di serang oleh beberapa mafioso musuh.


Namun semua mafioso musuh yang mendekat ke arahnya tewas seketika. Hanya dengan menebaskan samurai milik Leon ke leher beberapa mafioso musuh yang menyerangnya. Leon pun langsung berjalan mendekat ke arah mafioso miliknya dengan santai karena setiap mafioso musuh yang mendekat ke arahnya pasti langsung tewas karena di tebas oleh Leon menggunakan samurai miliknya itu.


Di sisi Jeni yang bisa melihat suaminya dari dalam mobil, kagum akan apa yang dilakukan suami kesayangannya itu.


"Haish, rupanya kau memang benar-benar king mafia sayang?!" Ucap Jeni dengan tersenyum bangga pada suami kesayangannya itu.


Leon akhirnya sampai pada mafioso yang tadi sempat menelponnya.


"Siapa pemimpin mereka?" tanya Leon pada mafioso yang menelponnya tadi.


"Sepertinya dia adalah mafia kelima bos?!" ujar Mafioso itu.


Leon tersenyum seringai mendengar jawaban dari mafioso itu.


"Mereka mau main-main sama gue rupanya?!"


"Habisi mereka semua dan jangan sisakan satu mafioso pun hidup! Bawa pemimpinnya padaku! Aku akan memberi kalian waktu selama 10 menit untuk menghabisi mereka?! Jika tidak kepala kalian semua yang akan menjadi gantinya?!!!!!" ujar Leon yang mampu membuat bulu kuduk semua mafioso miliknya merinding.


"Baik bos!!" Tegas salah satu mafioso yang ada di dekat Leon.


Setelah mendapatkan perintah dari ketua mafia mereka yaitu Leon. 10 menit kemudian Mafioso milik Leon mampu mengalahkan musuh tepat waktu seperti yang diperintahkan oleh Leon.


Mereka juga berhasil membawa pemimpin mafia kelima yang memimpin dari mafioso musuh yang menyerang markas besar Leon.


Pemimpin mereka menggunakan topeng sehingga semua juga tidak dapat mengenali wajahnya. Mafioso milik Leon bisa menduganya karena cara dia bela diri yang mampu membuat semuanya tau kalau dia adalah pemimpin mafia kelima. Pemimpin mafia kelima itu sendiri memang terkenal selalu mengenakan topeng ketika menyerang sehingga tidak ada yang tau seperti apa wajahnya yang sebenarnya.


Leon menyuruh mafioso nya untuk membawa pemimpin mafia kelima itu ke ruang bawah tanah, yang biasa digunakan untuk menyiksa seluruh musuh yang berhasil tertangkap dan membunuhnya.


Kai pun menyuruh mafioso miliknya untuk melucuti senjata yang masih di bawa oleh pemimpin mafia ke lima itu dan juga menyuruh mafioso nya meninggalkannya berdua saja dengan pemimpin mafia kelima yang menggunakan topeng itu.


Setelah semuanya pergi Leon langsung membuka topeng yang dikenakan oleh pemimpin mafia kelima itu.


Dan tak di sangka apa yang kini ada di hadapan Leon membuat dia terkejut sekaligus tidak menyangka dengan apa yang dia lihat saat itu. Leon tidak menyangka kalau yang ada d balik topeng itu adalah seorang perempuan.


Seorang perempuan yang ada di balik topeng itu yang tak lain adalah mantan kekasih dari Leon.


"Hay, Leon? bagaimana kabarmu?" Sapa wanita itu yang diketahui bernama Melia.


"Melia? Kau?" ucap Leon yang entah bagaiman mau berbicara dengan seorang wanita yang kini ada di hadapannya.


"Kenapa kau meninggalkan aku dan memilih bersama dengan wanita j*lang itu?!" ucap Melia pada Leon.


"ISTRIKU BUKAN J*LANG!!!" Bentak Leon pada Melia karena tidak terima ketika istrinya dihina seperti itu olehnya.


Flashback on,,,,,,


Melia adalah mantan kekasih dari Leon sebelum bersama dengan Jeni. Dulu hubungan mereka terjalin dengan baik, namun semuanya mulai berubah ketika orang ketiga hadir dalam hubungan Leon dan juga Melia.


Melia selingkuh dengan pria yang bahkan identitas nya tidak bisa diketahui oleh Leon.


Kai melihat dengan mata kepalanya sendiri saat hendak memberikan Melia kejutan. Saat itu Melia sengaja menginap di sebuah hotel dan Leon juga sengaja tidak memberi tahu melia kalau dirinya akan datang ke hotel itu untuk memberikan kejutan untuk Melia.


Namun tanpa Leon sangka, dirinya justru melihat suatu hal yang membuatnya murka. Bagaimana tidak? Leon melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Melia sedang asik bercumbu di dalam kamar hotel itu bersama seorang pria yang di duga adalah selingkuhan Melia saat itu.


Mengetahui hal itu, Leon tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa berdiam diri lalu pergi begitu saja, tanpa melabrak kekasihnya yang sedang bersama dengan pria lain.


Setelah pergi dari sana Leon memutuskan hubungannya dengan Melia lewat ponsel. Leon merasa sangat sakit hati karena mengalami hal seperti itu, dirinya bahkan tidak pernah menyangka kalau kekasihnya yang sangat dia cintai begitu tega menyakiti hatinya. Leon memutuskan menjadi seorang mafia dan bahkan kini dia bisa mendapat julukan sebagai King mafia nomor satu karena kekuatannya yang tak terkalahkan oleh siapapun dalam berkelahi.


Flashback off,,,,


Greppp,,,,


Melia langsung memeluk Leon begitu saja. Sebelum mafioso suruhan Leon pergi, Leon sengaja menyuruh mafioso nya untuk tidak perlu mengikat pemimpin mafia kelima itu. Jadi Melia bisa memeluk Leon.


"Leon kembalilah padaku dan ceraikan saja wanita itu! Aku masih sangat mencintai kamu?!!!" ucap Melia yang penuh dengan kebohongan.


"Maksudmu, aku harus kembali pada wanita seperti dirimu?!" ucap Leon yang masih membiarkan Melia memeluk dirinya walau hatinya sudah merasa jijik ketika berada di dekat Melia, mantan kekasihnya itu.


"Aku ingin mengulang kembali semuanya dari awal bersama dengan dirimu!" ucap Melia sembari menguap lembut pipi Leon.


"Hhh sayangnya aku tidak!!!!!!!" ucap Leon.


"Leon, aku tahu hatimu hanyalah untukku saja, aku akan melakukan apapun asalkan kau mau kembali kepadaku!" ucap Melia.


"Katakan!! Apa sebenarnya tujuan kamu menyerang markas milikku! Apa kau sudah bosan untuk hidup sampai-sampai kau datang untuk menyerahkan diri?!" ucap Leon dingin pada Melia.


"Aku masih mencintaimu" ujar Melia.