Kamar 126

Kamar 126
Tao


"Oh, kalau gitu aku saranin kamu harus pergi ke telaga yang ada di belakang mansion! Pemandangan di saba indah banget!! Aku sama Kai tadi habis dari sana!" Ucap Jeni memberi tahu dan menjelaskan pada Gisella dan juga Chan.


"Sungguh?" Ucap Gisella yang sedikit tak percaya kalau di belakang mansion itu ada sebuah telaga.


"Iya, kalian berdua ke sana aja! Ada tamannya juga kok!" Ujar Leon yang menambahkan ucapan Jeni tadi.


"Kalau gitu gue sama Gisella mau ke sana dulu!" Kata Chan yang pamit pada Leon dan Jeni yang ada di sana.


Gisella dan juga Chan akhirnya langsung menuju ke telaga yang dibicarakan oleh Jeni dan juga Leon tadi tentang indahnya pemandangan yang ada di sana.


Sesampainya di sana, Chan mengajak Gisella untuk duduk di sebuah kursi yang ada di dekat telaga itu.


Benar saja Gisella dan juga Chan terpukau melihat keindahan dari pesona telaga itu, mereka seperti dimanjakan oleh suasana tenang yang ada di sana.


"Sayang, apa yang ingin kamu katakan?" Ucap Chan memulai pembicaraannya bersama dengan Gisella.


Gisella menatap Chan lalu berkata,,,,


"Sayang, aku rasa ada yang aneh dengan mansion ini," Kata Gisella.


"Aneh? Aneh gimana maksud kamu?" Tanya Chan yang bingung dengan apa yang dikatakan oleh Gisella saat itu.


"Saat kita sampai di sini, tepatnya di depan pintu masuk mansion! Aku mendengar suara tangisan, dan semakin aku ke dalam, suara tangisan itu terdengar semakin jelas dan memilukan!" Ucap Gisella.


"Di kamar yang kita tempati, aku juga mendengar suara anak kecil yang sedang bermain di halaman! Tapi saat aku melihat ke luar, aku tidak menemukan siapapun di sana!" Ujar Gisella lagi.


"Dan yang terakhir, aku melihat seorang wanita yang menggantung di atas kepala kamu, Chan!" Ucap Gisella yang merasakan bingung di dalam hatinya.


"Gisella, bukankah itu hal yang biasa terjadi padamu?" Tanya Chan yang mencoba membuat Gisella tidak terlalu khawatir.


"Iya ,Chan aku tahu itu! Tapi kenapa hanya aku? Kau sendiri seharusnya juga bisa merasakannya bukan? Apa kamu lupa kalau kamu juga memiliki penglihatan yang sama sepertiku juga, Chan? Tapi kenapa kamu sama sekali tidak mendengarnya??!" Ujar Gisella yang sedikit kecewa pada Chan karena mengira kalau Chan tidak percaya padanya.


Chan sempat terdiam sejenak dengan memikirkan ucapan daru Gisella tadi, karena menutut Chan, Gisella memang ada benarnya juga. Kalai Gisella bisa mendengarnya, seharusnya Chan juga bisa mendengarnya, karena Chan kini sama seperti Gisella yang bisa melihat makhluk tak kasat mata.


"Tapi kenapa tiba-tiba kamu mimisan sayang?" Tanya Chan yang heran karena baru pertama kalinya Chan melihat Gisella mengalami mimisan seperti itu.


"Itu biasanya akan terjadi ketika mereka benar-benar ingin meminta tolong padaku, namun justru aku menolaknya! Jangan katakan ini pada semuanya! Aku tidak ingin menghancurkan liburan ini hanya karena mereka khawatir!" Pinta Gisella pada Chan.


"Tapi sayang, kalau kamu terus-terusan menolak permintaan makhluk tak kasat mata yang meminta tolong padamu, kamu pasti mimisan seperti tadi, aku tidak ingin melihatmu seperti itu, sayang!" Ucap Chan yang sangat mengkhawatirkan kondisi Gisella.


"Satu-satunya cara aku akan membuka komunikasi dengan mereka, sepertinya memang ada sesuatu yang menahan mereka di mansion itu?" ucap Gisella yang yakin kalau memang ada sesuatu yang tidak beres di mansion itu.


"Sebaiknya kita katakan saja ini pada yang lainnya!" saran Chan.


"Tidak, Chan jangan lakukan itu!" jawab Gisella yang menolak mentah-mentah saran dari Chan itu.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Chan, suaminya. Membuat Gisella berpikir sejenak.


Saat Gisella sedang berpikir, pandangannya beralih dan tertuju pada seseorang, Gisella melihat seorang pria yang sedang duduk sendirian di tepi telaga itu sambil memandangi telaga itu dengan mata sendu.


"Sayang lihatlah di sana ada orang! dia siapa?!' tanya Gisella yang penasaran dengan pria tersebut. Gisella menunjuk ke arah pria itu sehingga Chan langsung melihat ke mana arah jari Gisella menunjuk.


"Aku juga tidak tahu, Sel!" ujar Chan yang ternyata juga sama tidak tahunya dengan Gisella.


"Bagaimana kalau misalnya kita tanya aja sama dia tentang mansion ini?" Ucap Gisella yang menyarankan Chan untuk menanyakan tentang mansion itu.


"Tapi apa dia tau akan hal itu?" tanya Chan yang ternyata ragu.


"Aku juga nggak begitu yakin, tapi apa salahnya jika kita bertanya?" ujar Gisella yang kemudian disetujui oleh Chan.


"Kamu benar juga, lebih baik kita tanyakan sama dia?!" ucap Chan yang setuju dengan saran dari Gisella tadi.


Karena Gisella dan juga Chan sudah sama-sama yakin ingin menanyakan masalah mansion pada pria itu, Mereka berdua pun langsung mendekati pria itu.


"Permisi?" sapa Gisella pada pria itu. Pria itu langsung menoleh ke arah Gisella dan juga Chan yang berada tepat di belakangnya. Pria itu masih diam dan hanya menatap Gisella dan juga Chan, lalu berdiri dari posisi duduknya.


"Boleh kita berbicara sebentar?' ucap Chan yang sopan pada pria yang belum dia kenal itu.


"Sebelumnya perkenalkan, namaku Chan, dan ini adalah istriku namanya Gisella?!" ucap Chan lagi yang memperkenalkan diri pada pria tersebut.


"Gue Tao" jawab singkat pria itu.


"Apa lo tinggal di sekitar sini?" ujar Chan yang menanyakan keberadaan tempat tinggal Tao.


"Iya, gue memang tinggal di sekitar sini, itu rumah gue!" ucap Tao sembari menunjuk sebuah rumah sederhana yang letaknya tidak begitu jauh dari mansion dan juga telaga itu.


"Oh, jadi kalau begitu, kamu pasti tahu cerita tentang mansion ini?" tanya Gisella yang langsung ke intinya.


"Ada perlu apa kalian menanyakan tentang mansion besar ini?" tanya Tao dengan tatapan dinginnya.


"Ini adalah mansion sahabat gue, dan kebetulan kami semua sedang berlibur di sini, jadi kami menempati mansion ini.." jelas Chan yang menjawab pertanyaan dari Tao.


"Aku sendiri tidak tahu banyak mengenai mansion ini! tapi yang pasti kalian lebih baik pergi dari mansion ini, daripada nasib kalian akan menjadi seperti pemilik mansion ini yang sebelumnya.


Mendengar pernyataan dari Tao mengenai mansion yang mereka tinggali, Chan dan juga Gisella dibuat bingung oleh ucapan Tao tadi.


"Maksud kamu gimana? apa kamu pemilik mansion ini sebelumnya? ada cerita apa di balik mansion ini sebenarnya?" tanya Gisella yang semakin di buat penasaran akan sejarah apa yang ada di mansion itu.


"Apa kalian berdua benar-benar ingin tahu tentang mansion ini?" tanya Tao memastikan.