
Setelah Chan di taruh di atas meja dorong itu, mereka bertiga pun mendorong Chan dan membawanya keluar.
"Ayo kita bawa Chan keluar!" Ujar Nadia yang diangguki oleh Lisa dan juga arwah baik itu.
Di tengah-tengah saat mendorong Chan,,,,,
"Tak ku sangka akan semudah ini?!" Ujar Nadia sembari mendorong meja itu.
"Jangan meremehkan mereka para iblis! Kita harus bergegas membawa Chan sebelum mereka menyadari kalau tawanannya kita bawa!" Ujar arwah baik itu memberi tahu.
Tiba-tiba,,,,,,
~"Kalian mau bawa kemana dia!! Kembalikan dia padaku!"~
Suara itu membuat mereka menghentikan langkahnya tanpa menoleh.
"Suara siapa itu?" Tanya Nadia.
"Jangan menoleh ke belakang!! Kita percepat jalan kita!" Perintah arwah baik itu pada Nadia dan juga Lisa.
"Baiklah ayo kita percepat langkah kita!" Kata Lisa yang langsung mulai mendorong Chan lagi.
~"Kembalikan mereka padaku!! Atau kalian akan mati!!"~ suara itu berasal dari sosok iblis yang mengambil roh Chan.
Sosok iblis itu mulai mendekati mereka, yang hendak keluar dari portal atau astral projection yang sudah di buat oleh Gisella.
"Kalian cepat masuk ke dalam portal itu! Aku akan pergi ke alam ku dengan portal yang berbeda!! Sampaikan salam dan terima kasihku pada Gisella?!" Ujar arwah baik itu yang setelahnya pergi ke portal yang berbeda.
"Tap,,,,," ucap Lisa yang terpotong , karena arwah baik itu langsung memotong tali yang menyatukan mereka tadi.
Iblis itu hendak meraih tangan Lisa namun berhasil di halangi oleh arwah baik itu. Arwah baik itu melemparkan lentera yang dia pegang ke iblis itu, sehingga iblis itu terpental jauh.
Setelah itu akhirnya Nadia dan Lisa berhasil membawa Chan ke alam dunia. Sedangkan arwah baik itu pergi ke alamnya sendiri.
Gisella yang berada di dunia pun juga berhasil menutup portal yang dia buka tadi.
"Kalian baik-baik saja?" Tanya Gisella yang melihat Nadia dan juga Lisa membuka matanya.
"Kita baik-baik saja" jawab Lisa.
"Bagaimana dengan Chan?" Tanya Nadia setelahnya.
Sontak semua pandangan mengarah ke Chan yang masih berada di ranjangnya dan matanya yang belum terbuka.
"Kenapa Chan tidak membuka matanya? Apa kalian tidak membawa Chan bersama dengan kalian?" Tanya Gisella dengan rasa kekhawatiran akan keselamatan Chan.
Belum sempat Nadia menjawab pertanyaan Gisella, Nathan sudah lebih dulu berkata,,,,
"Lihatlah! Tangan Chan bergerak!"
"Benarkah?" Kata Gisella yang merasa senang.
"Nathan, Cepat teteskan air suci itu ke dahi Chan!" Pinta Gisella.
Nathan pun meneteskan satu tetes air suci pada dahi Chan. Tiba-tiba saja Chan langsung membuka matanya dan bernafas tidak beraturan, seperti seorang yang habis menyelam tanpa menggunakan tabung oksigen.
"Chan! Akhirnya kamu sadar!" Ucap Gisella yang senang melihat Chan terbangun.
"Gisella" kata yang keluar dari mulut Chan pertama kali setelah sadar dari komanya.
"Chan, apa kau baik-baik saja?" Tanya Gisella, namun Chan seperti melamun sejenak lalu menatap Gisella dan berkata.
"We-Wendy? Siapa Wendy?" Tanya Gisella pada Chan.
"Chan! dia Gisella bukan Wendy!" Kata Nadia membenarkan.
"Iya aku tahu kalau dia Gisella! Aku membicarakan Wendy!" Ucap Chan lagi.
"Tapi siapa ,Wendy?" Tanya Lisa yang juga penasaran.
Gisella hanya bisa terdiam mendengar Chan yang terus memanggil nama Wendy. Gisella berpikir kalau mungkin ingatan Chan sudah kembali.
"Wendy adalah kekasihku!" Ucap Chan.
Deg,,,,,
Bak jantung yang berhenti berdetak, Gisella berusaha kuat untuk menahan amarah pada hatinya yang kini seperti hancur.
Gisella tidak tahu harus berbuat apa lagi, hatinya yang kini sudah mulai terbuka lagi untuk seorang pria yang tak lain adalah Chan. Kini ingatan Chan justru telah kembali dan mengatakan kalau Wendy adalah kekasihnya.
Gisella hanya bisa bersabar , walau dadanya terasa sangat sesak. Namun dia berusaha untuk tegar.
Bagaimana tidak? Bahkan Gisella merasa sangat khawatir ketika melihat Chan yang tak sadarkan diri hingga Gisella berhasil membawa Chan kembali lagi. Akan tetapi justru Gisella hanya mendapatkan perih di hatinya karena mengetahui Chan berkata seperti itu dan juga ingatannya kembali.
"Chan" ucap Gisella perlahan.
"Gisella, terima kasih atas semuanya, sekarang ingatanku sudah kembali!" Kata Chan yang membuat hati Gisella seperti teriris.
Dengan mengambil nafas dalam-dalam dan juga tersenyum dengan paksa, Gisella berkata "Syukurlah ingatan kamu sudah kembali!"
Semua orang yang ada di sana seakan merasakan sakit hati yang di rasakan oleh Gisella. Meskipun mereka sendiri juga tidak tahu harus berbuat apa, namun mereka memang merasakan kalau Gisella menaruh hati pada Chan.
"Benturan ini membuatku ingat dengan segalanya" ucap Chan.
Nadia memiliki saran untuk membicarakan masalah itu di mansion Gisella. Karena mereka yakin dokter akan memperbolehkan Chan pulang setelah mengetahui kondisi Chan baik-baik saja.
Setelah mendapat persetujuan dokter, akhirnya Chan diperbolehkan pulang ,meskipun dia sudah mengingat segalanya. Akan tetapi dia masih mau ke mansion Gisella untuk membicarakan tentang kepulihan ingatannya itu.
Sesampainya di mansion Gisella. Semuanya duduk di ruang tamu, suasana di sana sungguh canggung . Ditambah Gisella yang tak tahu lagi harus berkata apa ,dan hanya bisa menatap kosong ke depan.
"Bagaimana sekarang? Akhirnya ingatanku telah kembali, tapi kenapa rasanya hatiku sangat berat untuk meninggalkan mansion ini dan juga Gisella?" Ucap Chan di dalam hatinya "Sekarang apa yang harus aku lakukan? Kalau aku masih berada di sini, lantas bagaimana dengan Wendy? Dia adalah kekasihku yang sebenarnya."
Hati Chan sungguh bingung, dirinya bimbang harus melakukan apa. Dirinya hanya terus melamun dan berpikir tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
Semua yang hanya bisa diam ,akhirnya ada yang angkat bicara,,,,
"Chan" kata Nathan yang membuat Chan menoleh ke arahnya "Apa kamu yakin ,kalau kamu sudah mengingat semuanya?"
"Iya , aku mengingat semuanya! Aku adalah pemilik perusahaan besar di beberapa kota, dan salah satunya ada di kota ini!" Ujar Chan yang membuat semua terkejut akan pernyataannya.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Nadia penasaran.
"Aku akan kembali untuk mengelola perusahaan milikku, dan,,,,,,,," ucapan Chan terhenti lalu Chan langsung menundukkan kepalanya.
"Dan apa?" Kata Lisa yang sangat penasaran dengan kelanjutan dari ucapan Chan.
"Dan aku akan kembali pada kekasihku, aku juga akan menikahinya!" Ujar Chan dengan menundukkan kepalanya pertanda bahwa dia menyesal telah melakukan hubungan intim dengan Wendy, Chan tidak bisa lari begitu saja dari apa yang sudah dia perbuat dengan Wendy.
Gisella yang mendengar pernyataan dari Chan ,hatinya sangat sakit bak tertusuk seribu duri. Perih yang dirasakan oleh Gisella karena tahu kalau Chan akan meninggalkan dirinya dengan wanita lain. Meskipun Chan bukan siapa-siapa Gisella, akan tetapi Chan sudah berhasil membuat hari-hari Gisella yang suram berubah menjadi menyenangkan.