Kamar 126

Kamar 126
Makam Baskara dan Diana


"Bagaimana bisa, Chan? Apa kamu nggak kasihan sama Nathan? Dia sangat frustasi atas hilangnya Nadia! Aku juga tidak bisa membiarkannya terus-terusan bersedih seperti itu, dan aku yakin kalau kamu juga merasakan hal yang sama sepertiku!" Ucap Gisella membantah Chan yang sangat mengkhawatirkan dirinya.


Chan lalu menghela nafas dengan kasar lalu berkata,,,


"Kalau begitu, sebaiknya kita beristirahat, aku juga akan menyuruh mereka untuk istirahat sambil menunggu 1x24 jam untuk melapor pada polisi!" Pinta Chan dan langsung di jawab anggukan oleh Gisella.


Setelah itu, Chan pun memberi tahu semuanya untuk beristirahat sejenak. Karena semalaman mereka tidak tidur hanya untuk mencari keberadaan Nadia yang hilang entah kemana.


Akan tetapi berbeda dengan Nathan yang menolak untuk masuk ke dalam kamar. Nathan menolak untuk beristirahat, dan lebih memilih berdiam diri dengan duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Sayang, seharusnya aku tidak meninggalkan kamu sendirian di kamar tadi malam! Seharusnya aku terus berada di sisimu untuk menjaga kamu! Semua ini mungkin tidak akan terjadi kalau tidak pergi ke dapur!! Nadia, sayang! Kamu ada di mana sekarang?!" Ucap batin Nathan sembari menitihkan air mata kesedihan atas hilangnya Nadia.


Pikiran Nathan dipenuhi dengan rasa bersalah karena sudah meninggalkan Nadia sendirian di kamar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Gisella dan Chan.


Di dalam kamar mereka tidur karena tidak istirahat semalaman, mereka lelah karena mencari keberadaan Nadia tadi malam.


Akan tetapi di saat mereka sedang tertidur pulas, mereka mendengar suara gaduh yang berasal dari kamar Lisa dan juga Alex.


Mendengar suara itu mereka khawatir dan langsung berlari keluar menuju kamar Lisa dan Alex.


"Ada apa?" Tanya Chan dengan nafas terengah-engah karena berlari tadi.


"Lihatlah ini!! Lisa tidak ada di kamar!! Dan ada banyak sekali darah di mana-mana!" Ucap Alex yang bingung dengan istrinya yang entah berada di mana.


Gisella menutup mulutnya seakan tak percaya karena melihat banyaknya darah, dan juga Gisella seperti tidak menyangka bahkan Jiso belum ditemukan sampai sekarang, tapi kenapa Lisa justru ikut menghilang dengan kasus yang sama.


"Tapi bagaimana bisa?" Tanya Leon heran.


Flashback,,,,,


Jadi saat Lisa dan Alex hendak tidur , Lisa menyuruh Alex untuk pergi ke kamar tamu yang nantinya akan dipakai untuk Nathan tidur, sekaligus memastikan kalau Nathan sudah beristirahat.


Nathan tak bisa menolak Lisa sehingga dia langsung menuruti ucapan Lisa tadi, Alex pun menuju kamar yang digunakan oleh Nathan untuk memastikan kalau Nathan sudah beristirahat.


Namun betapa terkejutnya Alex saat dia kembali ke kamarnya dan melihat banyaknya darah yang ada di sana, sama seperti saat kejadian hilangnya Nadia. Semuanya yang langsung datang karena mendengar suara gaduh dari Sehun yang mencari-cari keberadaan Lisa.


"Tadi malam Nadia, dan sekarang Lisa? Sebenarnya ada apa dengan tempat ini??!" Ucap Nathan yang mulai frustasi dengan semuanya.


"Tolong"


Gisella kembali mendengar suara teriakan minta tolong, namun dia tidak tahu asal sumber suara tersebut. Sama seperti biasanya hanya Gisella saja yang bisa mendengar suara teriakan minta tolong itu.


Gisella yang terus mencari asal dari teriakan suara minta tolong itu, langsung mencarinya hingga dia sampai pada kamarnya sendiri. Suara itu seolah hilang dan juga lenyap di kamar milik Gisella dan juga Chan.


Saat Gisella masuk ke dalam kamarnya, Chan mengikutinya di belakang. Gisella sendiri kembali mengeluarkan darah dari hidungnya, itu terjadi karena Gisella melihat sosok yang menggantung di kamarnya itu lagi.


"Siapa kau? Kenapa kau terus mengganggu kami? Kembalikan Jiso dan Lisa pada kami!!" Ucap Gisella pada sosok itu.


"Gisella tenanglah!" Ucap Chan yang berusaha menenangkan Gisella.


Sosok hantu yang menggantung itu hanya diam dengan sorot matanya yang tajam menatap Gisella penuh dengan amarah.


Chan perlahan mengusap hidung Gisella yang berdarah itu.


"Chan, ikut aku!" Ucap Gisella mengajak Chan.


"Tapi,,,," ucap Chan terpotong karena Gisella langsung berlari, dan Chan pun langsung menyusulnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di sisi lain ,Nathan, Alex, Leon dan Jeni mencari keberadaan Nadia dan Lisa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok tok tok


Gisella mengetuk pintu rumah Tao dan kebetulan Tao langsung membukanya dengan segera.


"Gisella? Chan? Ada apa? Ini masih sangat pagi!" Ucap Tao menyapa Gisella dan juga Chan yang berada di ambang pintu masuk rumah Tao.


"Bantu kami!" Pinta Gisella dengan nafas terengah-engah karena berlari dari mansion sampai rumah Tao.


"Tunggu-tunggu, katakan dulu ini ada apa sebenarnya?" Tanya Tao yang bingung karena Gisella tiba-tiba meminta tolong padanya.


"Temanku! Dia hilang!!" Ucap Gisella dengan singkat.


"Teman kamu yang kemarin?" Tanya Tao karena mengira kalau yang di bahas Gisella adalah Nadia.


"Tidak, tapi yang satunya lagi!" Ucap Gisella.


Kita nggak tau sebenarnya ada apa dengan mansion itu, kenapa semua teman-teman kita hilang?" Ucap Chan yang membantu Gisella untuk menjelaskan semuanya.


"Ini pertanda buruk!! Aku sudah memperingatkan kalian! Mansion itu memang angker dan berbau mistis! Sekarang bahkan 2 orang teman kalian itu entah berada di mana!! Bahkan polisi sekali pun tidak akan bisa menemukan keberadaan mereka!" Ucap Tao memberi tahu Gisella dan juga Chan.


Mendengarkan penjelasan dari Tao Gisella semakin di buat bingung harus melakukan apa untuk menolong teman-teman nya yang hilang itu. Gisella menitihkan air matanya karena merasa gagal melindungi teman-temannya.


"Sekarang katakan padaku, di mana makam pemilik mansion itu pertama kali?!" Tanya Gisella yang tiba-tiba terpikirkan oleh makam pemilik mansion itu pertama kali, yang tak lain adalah Alex dan Diana.


"Aku akan mengantarkan kalian ke sana!" Ucap Tao yang kemudian berjalan mendahului Chan dan Gisella.


Tao mengantarkan Gisella dan juga Chan untuk ke makam pemilik mansion itu pertama kali. Makam itu terletak tidak jauh dari telaga. Di sana terdapat 5 makam yang tak lain adalah makam satu keluarga yang tewas itu. Sepasang suami istri dan ketiga anaknya.


"Ini makam mereka!" Ucap Tao menunjuk makam itu, "Tapi untuk apa kalian mencari makam ini?" Tanya Tao yang tidak tahu maksud dan tujuan Gisella mencari makam itu.


Tanpa menjawab apa yang dikatakan oleh Tao, Gisella langsung mengambil kalung yang berisi bunga anggrek hitam yang dia pakai. Lalu setelahnya Gisella memberi satu tetes pada setiap nisan yang ada di sana.


"Aku harap ini akan berhasil!" Ucap Gisella di dalam batin sembari meneteskan bunga anggrek hitam pada setiap batu nisan.


"Tao, aku minta tolong sama kamu! Kalau nanti malam makam-makam ini mengeluarkan asap, tolong segera beri tahu aku!" Pinta Gisella pada Tao.


"Tapi bagaimana bisa makam ini mengeluarkan asap?" Tanya Tao yang bingung pada pernyataan Gisella tadi.


"Kita akan lihat nanti malam saja!" Ucap Gisella.


Setelah itu Gisella dan juga Chan langsung kembali ke mansion.