Kamar 126

Kamar 126
Tidak enak badan


Di pagi hari yang cerah saat seluruh anak-anak mereka hendak pergi ke sekolah.


Pov Dira


Dira yang mengatakan bahwa dirinya sedang tidak enak badan menghampiri Gisella dan memberitahu Gisella kalau dirinya tidak bersekolah dulu untuk hari itu.


"Ma, aku sedang tidak enak badan, bolehkah aku meminta libur hari ini?" Ucap Dira yang memang sedang tidak enak badan.


Gisella lalu menyentuh kening anaknya itu untuk memastikan bahwa Dira memang benar-benar sakit.


"Gisella ada apa?" tanya Chan yang baru saja keluar dari kamar dan melihat Dira yang sedang bersama dengan Gisella.


"Chan, ini Dira badannya kurang sehat katanya dia mau minta izin dulu!" kata Gisela memberitahu Chan.


"Apa benar begitu Dira?" ucap Chan memastikan.


Dira hanya menjawabnya dengan anggukan. Lalu kemudian Chan menelpon dokter V (dokter pribadi) untuk datang ke Mansion dan memeriksa kondisi Dira.


Di saat yang bersamaan para anak-anak yang lain sudah berangkat ke sekolah dan juga ke kampus.


Anak-anak tertua mereka yang sudah berkuliah ada 4 orang. yaitu anak dari Chan, Alex ,Nathan dan juga Leon. Masing-masing mereka memiliki anak yang umurnya hampir sama hanya saja Gisella memiliki anak kembar dan yang lainnya memiliki 3 orang Putra dari masing-masing pasangan.


Setelah mereka semua berangkat selang beberapa apa menit dokter V datang untuk memeriksa kondisi Dira. Dira yang saat itu sudah menunggu di dalam kamarnya , terlihat sedang memberikan tubuhnya. Dokter V masuk ke dalam kamar Dira bersama dengan Gisella.


Setelah selesai memeriksa Dira dokter memberikan beberapa obat untuk diminum Dira nantinya.


"Nah Dira kamu dengar sendiri kan apa yang dibilang sama dokter V tadi? kamu harus segera makan kalau minum obat dan beristirahat yang cukup!" ucap Gisella setelah dokter beranjak pergi dari kamar Dira .


"Iya Mama aku tahu kok!" Jawab Dira mengerti.


Setelah itu Gisella memutuskan untuk menyuapi anaknya makan ,karena takutnya Dira tidak menghabiskan makanannya. Setelah Gisella selesai menyuapi Dira dirinya juga memberikan obat yang tadi sudah di bawakan oleh dokter V secara khusus, dan Dira pun meminumnya lalu tertidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bukan hanya itu anak-anak mereka yang paling besar sudah berkuliah sedangkan anak-anak mereka yang lainnya masih bersekolah duduk di bangku kelas 11 dan juga 12 dan dengan berada di kelas yang sama juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author nanti akan kasih tahu dan memberi tanda mereka anak siapa saja supaya kalian para pembaca tidak bingung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


SMA, kelas 11


Pov Alfian


Seperti yang author udah jelasin di episode sebelumnya Alfian adalah anak bungsu dari Gisela dan juga Chan. dan kebutuhan racun juga satu kelas dengan Rafi ,Renald ,Tania .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Back to Alfian


Saat itu Alfian sedang berada di kelas. Terlihat seorang guru sedang menjelaskan di depan kelas. Akan tetapi pandangan racun bukanlah pada guru itu, melainkan pada jendela yang terletak di dekat sebuah pohon yang ada di kelas itu.


Sampai tiba-tiba,,,,


"Pak!" ucap Alfian yang menyala penjelasan dari guru itu.


"Iya ada apa?" Tanya guru itu menoleh ke arah Alfian berada, begitu juga dengan murid yang lain, karena pertanyaan Alfian yang tiba-tiba membuat seluruh murid berdecak kaget.


"Saya, mau minta ijin ke toilet sebentar Pak!" kata Alfian yang beralasan ingin pergi ke toilet.


Alfian yang meminta izin kepada guru itu, langsung dipersilakan oleh guru yang memang sedang mengajar di kelas Alfian.


Alfian yang mendapat kesempatan untuk keluar dari kelas. Langsung segera keluar dari kelas itu dan bukan pergi ke toilet ,namun dirinya justru malah pergi ke sebuah lorong yang sepi untuk menemui satu sosok yang dari tadi menarik perhatiannya.


"Apa sebenarnya yang kamu inginkan! katakan! aku tidak ingin mengganggu!" kata Alfian yang berbicara pada sosok itu, karena memang dari tadi Alfian tidak bisa berkonsentrasi saat berada di dalam.


Akan tetapi saat ditanya oleh Alfian sosok itu hanya diam tak menjawab ucapan dan pertanyaan yang di lontarkan oleh Alfian.


"Baiklah! di sini kamu membutuhkan aku, bukan aku yang membutuhkan kamu! jadi sia-sia aja aku datang ke sini untuk bertanya padamu dan ingin menolong mu tapi ternyata kau sama sekali tidak menggubris !" kesal Alfian pada sosok itu karena dirinya merasa diabaikan.


Alfian hendak berjalan pergi, hantu itu pun berkata dengan tatapan mengerikannya.


"Aku ingin kau membalaskan dendam ku!" pinta hantu itu ketika Alfian sudah membelakangi hantu itu.


Alfian yang mendengarnya seketika langsung membalikkan badannya dan berkata,,


"Apa? Tidak! Aku tidak mau!" Alfian langsung menolak dengan mentah-mentah.


"Salah satu gurumu telah menodai diriku! dan dia dengan kerja membunuhku ketika aku meminta pertanggung jawabannya!" Jelas hantu itu memberitahu Alfian tentang kejadian yang telah menimpanya hingga membuat dirinya meninggal.


Alfian yang mendengar itu menaikkan satu alisnya ke atas "Itu salah kamu sendiri! kenapa kamu mendekati seorang guru?" Alfian menyalakan tangannya dengan menatap kearah hantu itu.


"Bukan aku yang mendekatinya! aku hanya menginginkan kelas tambahan karena nilai ku menurun! dan guru itu saja menyuruhku untuk datang ke rumahnya, tapi tidak aku sangka ternyata itu adalah siasat buruknya!" Ucap sosok hantu itu dari jauh, dan membuat Alfian memilih untuk mendengarkan ceritanya "apa aku tidak bisa mendapatkan keadilan ,bahkan setelah aku mati? arwah ku hanya akan tenang jika guru itu mau mempertanggungjawabkan perbuatannya!" ucap hantu itu memberi tahu lagi.


"Kau salah!! Sebenarnya kamu bisa pergi,,,," ucap Alfian terpotong.


"Alfian!!" Sebuah suara dari ujung lorong itu sontak membuat Alfian langsung berbalik.


"Renald? Lo ngapain?" Tanya Alfian pada Renald yang memanggilnya tadi.


Renald adalah anak bungsu dari Nathan dan juga Nadia. Anak bungsu mereka berada dalam satu kelas yang sama dengan anak bungsu mereka yang lain, karena usia anak bungsu mereka sama.


"Gue ke sini karena disuruh sama guru buat manggil, lagian ngapain sih Iama banget nggak balik-balik!" ujar Renald yang ternyata datang untuk memanggil Alfian, karena ternyata Alfian sudah pergi lebih dari 20 menit.


Alfian langsung melihat jam yang ada di tangannya.


"Haish, Lagian tinggal 5 menit lagi kita istirahat, mendingan kita nggak usah balik ke kelas ,kita ke kantin aja yuk!" ajak Alfian pada Renald alih-alih untuk mengalihkan pembicaraan karena Renald tadi bertanya sedang apakah Alfian di sana.


Dan akhirnya Alfian pun mengajak Renald untuk pergi ke kantin, Renald yang bisa dibilang masih polos langsung menurut saja. Dengan merangkul pundak Alfian mereka berjalan menuju kantin.


"Untung aja gue bisa ngalahin pembicaraan, kalau nggak bisa bingung gue harus jawab apa ke Renald !" Batin Alfian saat berjalan bersama dengan Renald ke arah kantin.


5 menit berlalu dan mereka pun akhirnya istirahat lalu menuju ke kantin.