
"Rasakan! makan tuh cemburu....! Ha....ha.....ha...!" kata dalam hati Yuki yang saat ini perasaannya seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
Karena tak bisa menguasai emosi didirinya, Rani kembali ke perguruan dengan rasa yang menyesak di dadanya, lalu dia berjalan ke tempat latihan.
Gadis itu melihat teman seperguruannya Arya, yang sedang latihan dan Bima memperhatikan Arya yang berlatih sambil menjaga adiknya Desi di tepi jalan.
Rani mengambil dua buah kerikil dan menjentikannya ke arah Arya yang sedang latihan. Namun dengan sigap Arya bisa menangkapnya.
"Wuuuut....!"
"Hap....!"
"Wih...! mantap benar!" seru Rani.
"Hai Rani, latihan bareng yuk!" ajak Arya.
"Boleh...!" balas Rani. Dan mereka berdua saling serang dengan jurus-jurus andalan mereka.
"Hop hiaaat....!"
"Bagh...bugh...bagh....!"
"Kemajuanmu pesat sekali Arya....!" puji Rani saat dia terpojok.
"Aku belum seberapa, masih di bawah kamu!' balas Arya yang merendah.
Mereka pun saling tersenyum dan kembali mengeluarkan jurus-jurus perguruan.
Dengan hitungan detik, Rani bisa membalikan keadaan, dialah yang kini menguasai latihan mereka.
Hop hiaaat....!"
"Bagh...bugh...bagh....!"
"Bagh...bugh...bagh....!"
"Bagh...bugh...bagh....!"
"Aaarrghh.....!" Arya mengerang kesakitan, karena terkena pukulan Rani.
Kemudian selang beberapa menit Rani dan Arya beristirahat. Arya menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang sudah dia siapkan.
Rani menatap ke arah halaman, gadis itu melihat Sersan Saga yang berjalan bersama Yuki dengan membawa beberapa keranjang bunga mawar.
"Kak Saga!" panggil dalam hati Rani yang kemudian dia menghela napasnya.
Beberapa saat kemudian, Sersan Saga berjalan ke arah Rani dan juga Arya.
Mengetahui hal itu, Rani mengambil handuk Arya. Dan pura-pura menyeka keringat Arya yang sebetulnya sudah kering karena sudah di seka Arya tadi.
Rani ingin membalas sakit hatinya, dia ingin Sersan Saga merasakan apa yang dia rasakan.
"Arya, tunggu sebentar ya!" bisik Rani seraya mengulas senyumnya.
Arya yang duduknya membelakangi arah Sersan saga datang, melihat senyum Rani dan menikmati tangan lembut Rani yang menyeka keringatnya.
"Jarang-jatang dapat momen seperti ini" pikir Arya dalam hati yang bahagia.
"Rani...!" panggil Sersan Saga yang sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan Rani.
"Eh, kakak seperguruan. Ada apa ya?" tanya Rani yang masih sibuk menyeka keringat Arya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Sersan Saga yang meninggikan suaranya. Ada rasa sedikit kecewa.
"Latihan...!" jawab Rani yang kemudian memegang tangan kanan Arya dan menaruh handuknya ke tangan kanan Arya.
"Latihan? Aku tidak percaya!" seru Sersan Saga yang menatap Rani dengan tajam, kemudian menanyakan pada Bima untuk lebih jelasnya.
"Apa betul Bim, mereka latihan?" tanya Sersan Saga pada Bima.
"Iya kak...!" jawab Bima yang menggendong adiknya itu sambil menganggukkan kepalanya.
"Rani, kakak ingin bicara denganmu sebentar. bisa kan?" tanya Sersan Saga sambil menarik lengan Rani menjauh dari Arya ,Bima dan Desi.
"Jangan di tarik kayak anak ilang saja!" gerutu Rani sambil mengibaskan tangan Sersan Saga.
"Kamu itu kenapa? Apakah kamu marah ya sama kakak?" tanya Sersan saga.penasaran.
"Tidak kenapa-kenapa..! emaangnya kenapa?" ucap Rani yang balik bertanya.
"Kalau kakak salah ngomong dong? jangan seperti itu? kamu itu marah sama kakak, kakak tahu itu!" seru Sersan Saga sambil menatap wajah polos Rani yang tak bisa menyimpan rasa marah dan cemburunya.
"Hiks....!" Rani terisak, dia tak kuat menyimpan rasa sesak di dadanya.
"Kakak minta ijin mengantar Yuki pulang, boleh apa tidak? kalau boleh Kaka berangkat dan tidak boleh kakak juga tidak berangkat." lanjut kata Sersan Saga.
Rani hanya diam saja, tapi matanya berkaca-kaca dan perlahan menetes ke pipinya.
"Sudahlah, kakak tahu jawabannya....!" kata Sersan Saga sambil air mata Rani yang menetes.
Sersan Saga melihat Raditya dan kedua orang tua angkatnya serta si bibi yang baru tiba dari acara jalan-jalan melihat-lihat pemandangan di lereng gunung.
"Kakak muda...!" panggil Sersan Saga pada Raditya.Dan yang di panggil pun menoleh ke arah sumber suara.
"Hai adik tua!" jawab Raditya yang kemudian menghampiri Sersan saga dan Rani.
"Kenapa? kenapa memanggilku? oh hai pendekar cengeng...! ada apa denganmu?" pertanyaan bertubi-tubi dari Raditya.
"Bisakah kamu menggantikan ku mengantar Yuki pulang ke perguruan Anggrek putih?" pinta Sersan Saga dengan memberi kode dengan kedua alisnya agar Raditya mau menolongnya di situasi seperti ini.
Raditya memandang keduanya secara bergantian.
"Baiklah aku yang akan mengantar Yuki. Kalian berdua cepat berlatih, agar aku ada alasan untuk mengantar Yuki. Lagi pula, aku juga sudah sembuh dari luka tembak kemarin." jawab Raditya sembari mengulas senyumnya.
"Kak Radit makasih" bisik Rani saat memeluk kakaknya, yang seakan mengerti dengan keadaannya pada saat ini.
Rani kemudian melangkahkan kaki menuju ke tempat latihan, sementara itu Raditya menuju ke rumah dan hendak meminta ijin sekaligus berpamitan dengan kakek Darma.
Kemudian Raditya menyiapkan kendaraan yang berupa pick up milik Paman Sidiq yang bakal dia pakai untuk mengantar Yuki dan membawa bunga-bunganya sekalian.
Sambil menunggu Yuki yang sedang bicara serta transaksi keuangan pada kakek Darma, Raditya dengan iseng membaca sebuah artikel tentang Bunga.
...****...
Bunga adalah bagian dari tanaman yang umumnya berpenampilan indah dan mengeluarkan aroma wangi. Bunga adalah salah satu organ tumbuhan yang mempunyai fungsi biologis. Fungsi biologis bunga adalah untuk memicu proses reproduksi tanaman, yaitu dengan cara mempertemukan serbuk sari dan putik.
Dalam proses penyerbukan, bunga juga mendapat bantuan dari pihak ketiga di luar tanaman, yaitu dari angin atau serangga, seperti kupu-kupu dan lebah. Cara reproduksi ini tergantung dari jenis tanamannya, ada yang mampu bereproduksi secara mandiri dan ada yang membutuhkan bantuan dari luar.
Jenis bunga terbagi menjadi bunga tunggal dan majemuk. Satu tangkai bunga tunggal hanya mendukung satu bunga, sedangkan satu tangkai bunga majemuk dapat mendukung banyak bunga. Bunga majemuk disebut sebagai inflorescence. Beberapa contoh bunga tersebut adalah bunga matahari dan anthurium yang sebenarnya merupakan kumpulan dari beberapa bunga atau majemuk, tetapi tampak seperti satu kesatuan bunga tunggal.
Bunga memiliki fungsi yang sangat penting, karena di bagian bunga proses penyerbukan dan pembuahan terjadi. Setelah terjadi pembuahan, tanaman dapat berkembang biak dengan mengeluarkan buah. Dikarenakan bentuk umumnya yang cantik, bunga juga sering dijadikan sebagai tanaman hias agar keindahannya dapat kita nikmati.
Beberapa contoh makna bunga yang paling populer di belahan bumi bagian Barat antara lain:
Bunga mawar merah adalah simbol dari cinta, keindahan, dan hasrat. Inilah yang menyebabkan bunga mawar merah sering digunakan untuk mengungkapkan perasaan antar pasangan atau diberikan kepada orang tua, anak, dan orang terkasih lainnya.
.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...