
"Malahan lebih kecil daripada griffon. Jenis yang tidak ada di tempat karantina anjing."
Kupandang Poirot. Wajahnya memancarkan rasa gembira dan puas.
"Aku benar," gumamnya.
"Aku yakin aku benar. Ayo, Hastings!"
Pada waktu kami keluar untuk masuk ke ruang besar dan papan di belakang kami menutup, seorang wanita yang masih muda keluar dari pintu yang terletak lebih rendah di jalan pendek itu. Tuan Waverly memperkenalkannya kepada kami.
"Nona Collins."
Nona Collins berumur kira-kira tiga puluh tahun, gerak-geriknya cepat dan penuh kewaspadaan. Rambutnya berwarna terang, agak suram, dan ia mengenakan kacamata yang menggantung di hidung.
Atas permintaan Poirot kami masuk ke ruang duduk untuk pagi hari yang kecil dan menanyai Nona Collins dengan saksama mengenai para pelayan, khususnya Tredwell. Ia mengaku tidak menyukai Tredwell.
"Dia angkuh," Nona Collins menjelaskan alasannya. Selanjutnya Poirot menanyakan makanan yang disantap Nyonya Waverly pada malam tanggal 28 itu. Nona Collins menyatakan bahwa ia makan makanan yang sama di ruang duduknya di lantai atas dan tidak menderita sakit apa pun.
Ketika wanita itu akan berlalu, aku mengingatkan Poirot. "Anjing," bisikku.
"Ah, ya. Tentang anjing!" Poirot tersenyum lebar.
"Apakah kebetulan ada anjing di sini, Mademoiselle?"
"Ada dua anjing pencari jejak di kandangnya di luar."
"Bukan. Maksud saya anjing kecil, anjing untuk mainan."
"Tidak ada." Poirot menyilakannya pergi. Kemudian, sambil membunyikan bel Poirot berkata kepadaku,
Tredwell adalah orang yang memiliki rasa penuh percaya diri. Dia menceritakan kisahnya dengan mantap. Pada dasarnya ceritanya sama dengan cerita Tuan Waverly. Ia mengaku mengetahui rahasia lubang persembunyian. Ketika Tredwell yang selalu berbicara dengan sikap memerintah dan angkuhnya berlalu, pandanganku bertemu dengan pandangan aneh Poirot.
"Apa pendapatmu tentang semua ini, Hastings?" "Apa pendapatmu sendiri?" aku mengelak. "Bukan main berhati-hatinya engkau sekarang. Otak tidak akan pernah berfungsi kalau tidak kaurangsang untuk berpikir. Ah, aku tidak akan menggodamu! Ayo, kita menarik kesimpulan bersama-sama. Apa saja yang menarik perhatianmu, terutama yang kelihatan tidak wajar?"
"Satu hal yang menarik perhatianku. Mengapa penculik Johnnie keluar melalui pos pintu selatan dan bukannya yang timur, sehingga tidak ada orang yang akan melihatnya?" "Pendapat yang bagus sekali, Hastings. Luar biasa. Aku akan menambahnya. Mengapa keluarga Waverly diperingatkan sebelumnya" Mengapa penculik tidak menculik anak itu saja dan menyanderanya untuk mendapatkan uang tebusan?"
"Karena mereka mengharapkan uang itu tanpa harus bertindak." "Tentunya hampir tidak mungkin tuntutan uang akan dipenuhi hanya karena ancaman belaka."
"Mereka juga ingin memusatkan perhatian pada pukul 12.00. Jadi, pada waktu gelandangan itu ditangkap, yang lain dapat muncul dari tempat persembunyiannya dan keluar bersama Johnnie tanpa dilihat."
"Itu pun tidak mengubah kenyataan bahwa komplotan penculik mempersulit sesuatu yang sebenarnya gampang sekali. Kalau saja mereka tidak menentukan waktu, kan gampang sekali bagi mereka daripada menunggu saat yang tepat lalu melarikan anak itu dengan mobil pada waktu ia keluar bersama pengasuhnya."
"Ya... ya," dengan ragu-ragu aku mengakui.
"Sebenarnya ada unsur kesengajaan untuk membuat lelucon! Ayolah, kita pandang masalah ini dari sisi lain. Semua peristiwa terjadi untuk menunjukkan ada kaki tangan penculik di rumah itu. Pertama, peracunan Nyonya Waverly. Kedua, penyematan surat di bantal. Ketiga, jam yang dicepatkan sepuluh menit secara misterius - semua terjadi di dalam rumah. Dan kenyataan yang mungkin tidak kaulihat. Tidak ada debu di dalam lubang perlindungan. Tempat itu sudah disapu!"
"Sekarang ada empat orang di dalam rumah. Pengasuh Johnnie dapat kita kecualikan karena tidak mungkin dia menyapu lubang perlindungan, biarpun mungkin saja dia melakukan tiga hal lainnya. Empat orang itu Tuan Waverly dan istrinya, Tredwell si kepala pelayan, dan Nona Collins. Pertama, kita bicarakan Nona Collins. Tidak banyak kecurigaan pada dirinya, walaupun sedikit saja yang kita ketahui tentang dia. Jelas dia cerdas dan baru setahun di sini." "Dia berbohong tentang anjing itu," aku mengingatkan.
"Ah, ya, anjing itu," kata Poirot seraya melemparkan senyuman yang ganjil.
"Biarlah kita lewatkan saja dan melanjutkan dengan Tredwell. Beberapa keterangan tentang dirinya mencurigakan. Satu hal, gelandangan itu mengatakan Tredwell-lah orang yang memberinya bungkusan di desa."
"Tapi Tredwell dapat memberikan alibi berkenaan dengan tuduhan ini." "Bahkan, dia bisa juga meracuni Nyonya Waverly, menyematkan surat ke bantal, mempercepat jam, dan menyapu lubang perlindungan. Di pihak lain, dia dilahirkan dan dibesarkan sebagai pelayan keluarga Waverly. Kelihatannya sama sekali tidak mungkin dia berkomplot dengan penculik. Tredwell tidak masuk hitungan." "Well, lalu?"
"Kita harus meneruskan secara logis - walaupun kelihatannya tidak mungkin. Secara singkat kita pertimbangkan Nyonya Waverly. Tapi, wanita ini kaya dan uang adalah miliknya. Uangnyalah yang digunakan untuk memugar tanah milik keluarga yang