Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Usaha melarikan diri


"Terima kasih bibi..!" seru Yuki yang. kemudian memeluk Emi dan Inah dan di ikuti Linda dan Nilam.


Ketiga gadis itu mengikuti instruksi Emi, mereka berjalan menyusuri lorong-lorong goa buatan manusia itu.


Setelah berjalan begitu lama, akhirnya mereka menemukan sebuah cahaya.


"Itu pintu keluarnya...!" seru Linda dengan senangnya.


"Akhirnya ketemu dengan pantai...!!" seru Nilam.


"Itu rakitnya...!!" seru Yuki yang kemudian berlari mendekati rakit, kemudian dia melepas ikatan tali yang di gunakan untuk menambat rakit itu.


"Nilam ambil dayungnya, habis itu bantu dorong sampai bibir pantai..!" seru Linda yang lebih tua dari Nilam.


"Baik kak..!" balas Nilam.


Mereka pun bekerja sama mendorong rakit sampai di bibir pantai.


Setelah sampai di bibir pantai, mereka mendorongnya lebih ke tengah dan kemudian mereka menaikinya.


"fyuh...! Akhirnya kita bisa menaiki rakit ini...!" seru Yuki penuh kelegaaan.


"Kemana kita sekarang..?" tanya Linda mengambil dayung dan memberikan dayung satunya kepada Yuki.


"Kemana saja asal jauh dari pulau itu..!!" jawab Yuki sambil mendayung.


Yuki dan Linda pun mendayung terus rakit hingga sampai ke tengah laut.


Sedangkan Nilam berada di tengah rakit, gadis itu sebetulnya ketakutan berada di atas rakit yang mengambang di atas lautan yang dalam.


"Semoga saja tidak ada hiu...!!" doa dalam hati Nilam.


Hiu memang tidak ada, tapi cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba menjadi mendung.


Angin yang tiba-tiba kencang, membuat gelombang besar di permukaan laut.


Ketiganya saling berpegangan, dan di bibir mereka tak henti-hentinya berdoa.


Beberapa detik kemudian sebuah gelombang air laut yang besar menghantam rakit yang mereka tumpangi.


"Byuuurr...!!"


Dalam hantaman gelombang itu, mereka berusaha tetap bergandeng tangan.


Namun apalah daya kekuatan gelombang itu lebih kuat, dan menggulung mereka bersamaan hancurnya rakit yang mereka tumpangi.


Kayu-kayu potongan rakit itu pun menghantam tubuh mereka. Dan mereka pun pingsan, secara perlahan pegangan tangan mereka pun terlepas.


Mereka pun terdampar di pantai secara terpisah.


...****...


Sementara itu Inspektur Saga yang pulang dari dinasnya, segera mandi dan berganti pakaian santai.


Inspektur Saga pun segera mengambil ponselnya.


Kerinduannya pada tunangannya sungguh luar biasa.


Dia pun mengirim chat menanyakan kabar Tunangannya, namun tidak segera di balas oleh pujaan hatinya itu.


Hal ini membuat dirinya gelisah. Tiba-tiba ada chat dari sahabatnya di kota, yaitu Inspektur Alex.


📩📩📩📩📩


Inspektur Alex :" Hai sobat..! maaf ya aku pinjam tunanganmu sebentar ya..!"


Inspektur Alex :(mengirim tiga fotonya bersama Rani tadi pagi)


Inspektur saga : "apaan ini..!!"


Inspektur Alex : "maaf ya..! berhubung kamu nggak ada, aku pinjam tunanganmu sebentar ya.." (sambil tersenyum membayangkan wajah merah memerah inspektur Saga).


📩📩📩📩📩📩


Inspektur saga pun menutup chatnya pada Inspektur Alex.


Kemudian dia mengirim kembali foto-foto itu pada Rani guna minta penjelasan.


Tapi dia tak kunjung mendapat balasan, membuat dirinya semakin kacau.


Beberapa kali Inspektur Saga mengirim emotion marah..


Namun tak juga mendapat balasan. Kemarahannya pun tak bisa di bendung.


DIsaat Inspektur Saga menghadapi kemarahan yang menyelimutinya, ada yang memanggilnya.


"Inspektur Saga....!!" panggil seseorang yang tak lain teman satu mess nya, Inspektur Hari.


"Ada apa Inspektur Hari..!" jawab Inspektur Saga yang sedikit kaget.


"Di pantai dekat kampung sebelah, menurut warga ada orang yang terdampar disana. Ayo kita lihat, siapa tahu ada.jawaban dari beberapa kasus yang terjadi.." ajak Inspektur Hari.


"Baik..!" jawab Inspektur Saga yang kemudian meletakkan ponselnya di laci meja dan mengambil jaketnya.


Lalu bersama Inspektur Hari, menuju tempat yang di maksud dengan membawa Sepeda motor mereka berboncengan.


Sampai dt tempat kejadian, sudah banyak warga yang berkumpul disana.


"Maaf kami polisi, bisa di jelaskan apa yang terjadi?" kata Inspektur Saga pada warga trutama nelayan yang sedang berkumpul mengelilingi dua sesosok perempuan yang tergeletak pingsan di pasir.


Kemudian para nelayan itu memberi jalan.


"Mereka masih hidup...!" seru Inspektur Hari saat memeriksa denyut nadi dua perempuan itu.


"Ada yang punya mobil?" tanya inspektur Saga pada para nelayan.


"Saya punya tuan, tapi mobil yang biasa di gunakan untuk mengangkut ikan.ke kota" kata salah seorang warga.


"Tidak apa-apa, kita bawa kedua perempuan ini ke klinik. Biar di tangani dokter...!" seru Inspektur Saga.


Warga yang mempunyai mobil itu segera mengambil mobilnya dan mendekatkan ke tempat kejadian.


Setelah mobil mendekat, warga begotong-royong mengangkat dua perempuan yang di temukan itu ke atas mobil pick up.


"Inspektur Saga, saya yang akan membawa dua perempuan ini ke klinik. Anda di sini dulu, mungkin masih ada petunjuk yang kita butuhkan...!" kata Inspektur Hari.


"Baik Inspektur..!" jawab Inspektur Saga.


Dan pick up itu segera melaju meninggalkan bibir pantai.


...~¥~...


"Dua perempuan yang sudah di ketemukan, berarti masih ada satu yang belum di ketemukan...! siapa ya..?🤔"


Yuk dukung terus Novel Gadis Tiga Karakter, dengan memberi like/komen/♥️,/⭐/🎁 maupun Vote nya.


Terima kasih


...Bersambung...