Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 : Identitas Terbongkar


Yuki dibawa komisaris ke Rumah sakit ternama di kota "J".


Dan Komisaris segera menghubungi keluarga Wibowo.


Tuan Wibowo, Nyonya Lani,Raditya, Jonathan dan Arya terkejut mendengar kabar tersebut.


Semua pun berdatangan ke Rumah sakit.


"Komisaris..!! Rani dimana..??" tanya tuan Wibowo.


"Dia sedang di periksa dokter, aku menemukannya pingsan di halaman rumah anda tuan Wibowo...!" kata papa Inspektur Saga yang cemas.


"Di rumah..?? memangnya ada apa komisaris.??" tanya Raditya.


"Gerombolan berslayer hitam menyerang hotel tempat bernikahan Inspektur Alex dan Lilian, menyerang Gym Raditya dan terakhir di rumah kediaman tuan Wibowo.Ada warga yang mengatakan di hotel yang melawan pendekar berslayer itu dua orang gadis bergaun pesta, kemudian di kediaman tuan Wibowo, dua orang gadis bertopeng. Tapi aku hanya menemukan satu orang gadis bertopeng." jelas Komisaris Anggara.


"Keluarga pasien..!! pasien boleh di jenguk. pasien terkena dehidrasi dan keletihan.Banyak tenaganya yang terforsir. Pasien sudah sadar dan boleh di jenguk." jelas dokter yang memeriksa Yuki.


"Terima kasih dokter..!!" kata semuanya serempak.


Dan semua pun bergegas masuk ke ruangan dimana Yuki di rawat.


"Yuki...!!" teriak Raditya saat melihat Yuki yang duduk bersandar di ranjang pasien.


"Radit...!"


Yuki terkejut karenanya.


"Ka..kamu kenapa? apa yang terjadi?" tanya raditya sambil duduk di samping Raditya.


"Raditya..! biarkan Yuki tenang dulu,dia habis sadara dari siumannya." kata mama Lani sambil mengusap pundak putra angkatnya.


"Ja..jadi bukan Rani ya..? aku kira tadi Rani..! soalnya juga pakai topeng..!" seru komisaris yang kaget ternyata bukan calon menantunya.


"Berarti gadis bertopeng hitam itu kamu ya..Yuki..?" tanya Arya yang kini tak penasaran lagi,


"Tak ku sangka ternyata kamu yang sempat membuat kami penasaran...!!" kata Jonathan.


"Aku dan Rani bertempur melawan gerombolan berslayer hitam di depan hotel, kemudian kami hendak mengganti baju kami di gym Raditya.Namun gym juga di serang, setelah kami mengganti baju kami, kami berangkat ke rumah tuan Wibowo. Karena sebelumnya mendapat kabar bahwa disana juga sedang di serang gerombolan orang berslayer hitam. Kami menyerang mereka, awalnya kami unggul. Tapi karena kecapekan, kami tak kuat melanjutkan pertempuran. yang aku ingat kami pingsan bersamaan." jelas Yuki sambil menatap satu persatu dari orang-orang yang menjenguknya.


"Mungkinkah Rani di culik mereka..?!" tanya Raditya yang khawatir.


"Iya..! terakhir yang menyerang kami dua orang berslayer merah. Dan mereka bersenjata jarum beracun." lanjut Yuki.


"Aku bayangin menyerang sebegitu banyaknya gerombolan, hanya kalian berdua. Sangatlah wajar jika kalian keletihan." kata Arya sambil mendekati Yuki.


"Istirahatlah ya Nak Yuki, biar cepat Pulih." kata mama Lani dan Yuki pun mengangguk mengiyakan.


Tuan Wibowo,mama Lani dan Komisaris pun undur diri ke depan ruangan.


Arya, Jonathan dan Raditya masih menemani Yuki.


Yuki hanya tersenyum dan mencoba tak memperhatikan Raditya.


"Aku heran, ilmu beladiri yang kamu gunakan bukan dari perguruan Anggrek putih, kamu belajar dari mana?" tanya Arya yang penasaran.


"Ilmu itu aku pelajari selama di kota Sebrang..!" jawab Rani sambil menatap Arya.


"Yuki .! kamu tak mau menatapku?" tanya Raditya yang terus memandangi Yuki.


"Maaf tuan Raditya, saya mau istirahat sebentar, tolong jangan ganggu saya lagi." kata Yuki yang membenarkan posisi tidurnya, dia membelakangi Raditya.


Jonathan dan Arya ke luar dari ruangan Yuki.


Sedangkan Raditya tetap di ruangan, dia naik ke ranjang Yuki


Yuki yang merasakan pergerakan pada tempat tidurnya pun mencoba menoleh ke belakang.


Belum sempat Rani menoleh, ada yang memeluknya dari belakang dan membisikkan sesuatu.


"Kamu marah ya sama aku? atau kami cemburu ya sama Sania..?" bisik Raditya.


"Nggak , kamu kan bukan siapa-siapa aku..!!"balas Yuki yang berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Raditya.


"Mulai sekarang kamu akan jadi siapanya aku..!"ucap Raditya memaksa.


Yuki menjatuhkan kakinya ke lantai, dan menarik dirinya agar lepas dari pelukan Raditya.


"Pergi Raditya..! pergilah..! aku ingin Istirahat..!!" ucap Yuki sebal.


"Baiklah aku akan pergi. Kalau kamu rindu, panggil namaku ya..!!" ucap Raditya yang kemudian turun dari ranjang tempat tidur Yuki.


"Nggak akan..!!" celetuk Yuki kesal.


"Ketahuilah aku cuma-pura-pura balikan pada Sania...! aku cuma ingin tahu dimana alamat mereka..!" jelas Raditya yang kemudian meninggalkan Yuki.


Yuki tertegun, dan kemudian naik ke ranjangnya dan mulai memejamkan matanya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu dan dalam lindungan-Nya....


...Aamiin ya Robbal alaamiin...


...Terima kasih....


...Bersambung....