
Jonathan pun menyelimuti Nindy dengan selimut tebal tapi halus itu, lalu Jonathan beranjak pergi.
Namun belum sempat laki-laki itu menjauh, ada yang menarik tangannya.
"Kak Jo disini ya..! Nindy takut...!" kata Nindy pelan.
Jonathan menoleh ke arah Nindy dan kembali duduk di samping gadis itu.
Tangan kanan Jonathan memegang tangan kanan Nindy dan tangan kiri Jonathan mengusap dahi gadis itu.
"Kak Jo, syukurlah aku masih bisa melihat dan bersamamu. Aku kira kita tak akan bisa ketemu lagi. Kak Jo..! aku mencintaimu..!!" kata dalam hati Nindy.
Dan tak berapa lama, gadis itu terlelap dalam tidurnya
"Nindy..kenapa perasaanku ingin sekali melindungimu. Apakah aku menyukaimu seperti dulu aku menyukai Rani? Ah, Nindy..! kenapa kamu manis sekali sih kalau saat tidur begini..!!" gumam dalam hati Jonathan.
Setelah Nindy terlelap dalam tidurnya, Jonathan membenarkan selimut Nindy dan kemudian mencium kening gadis yang sedang tertidur pulas itu.
Jonathan pun keluar kamar dan menutupnya.
Ketika hendak menuruni tangga, Nara menghadangnya.
"Kak Jo suka ya sama Nindy..??" tanya Nara sekaligus menggodanya.
"Apa sih Nara..! kakak kan mengingat dia teman kamu dan dia tanggung jawab keluarga kita karena dia bersama kita..!" ucap Jonathan yang mengeles tapi ada benarnya juga.
"Begitu ya..! baiklah .!!" ucap Nara yang membuka jalan buat Jonathan sambil melirik penuh kecurigaan.
Jonathan pun menuruni tangga, dia hendak mengambil air minum untuk dirinya.
"Jo..! apa gadis itu baik-baik saja?" tanya mama Lani saat Jonathan masuk ke dapur hendak mengambil gelas untuknya.
"Entahlah bi..! tapi dia sekarang sudah tidur." kata Jonathan sambil menuang air mineral dalam dispenser yang dia tekan Cold ke gelasnya.
Setelah merasa cukup meminum air mineral tersebut, Jonathan kemudian bergabung dengan yang lain.
"Kita tunggu kabar dari om Jarwo, sebenarnya ada di mana markas mereka"Kata Raditya pada semuanya.
"Atau kamu dekati terus si Sania-sania itu..!!" ucap Jonathan pada Raditya.
Raditya memandang Yuki, sedangkan Yuki menggigit bibirnya seakan tak setuju.
"Sebaiknya pakai cara lainnya..!!" ucap Raditya yang tak ingin membuat Yuki tak nyaman, karena menyangkut mantan kekasih. Sania, gadis yang dulu membuat Raditya menaruh hati padanya.
"Tidaaaaaakkk....! jangaaaaaan...!! jangaaaaaan.....!! Tidak aku tidak mau...!!"
Tiba-tiba terdengar suara dari atas, tepatnya tempat dimana Nindy tidur.
"Nindyy....!!" seru Jonathan yang bergegas berlari menaiki tangga dan diikuti yang lainnya.
"Blakkk..!!"
Pintu di buka begitu saja oleh Jonathan.
Di lihatnya Nindy yang meringkuk memeluk lututnya.
"Nindy..Nindy...kamu kenapa? Iki kak Jo..! jangan khawatir..! kak Jo bersamamu sekarang..!!" seru Jonathan yang reflek memeluk Nindy yang ketakutan.
"Nindy takut kak Jo...! Nindy takut..!" racau Nindy yang gemetaran.
"Gadis ini depresi Jo, kita harus bawa dia ke Psikiater." usul komisaris Anggara saat menghampiri Nindy.
Dan Jonathan melepaskan pelukannya karena takbenak hati dengan yang lainya.
"Jangan mendekat..!! pergi kalian..!! pergi...!!!" teriak Nindy histeris.
"Ini kak Jo, Nindy. Ini kak Jo..!!" seru Jonathan yang memegang kedua pipi Nindy, agar gadis itu bisa melihatnya dengan jelas.
"Apa kamu bisa ceritakan apa yang terjadi?" tanya Jonathan yang penasaran kenapa Nindy seperti ini.
"Sabar Jo..! Nindy butuh ketenangan..!" kata Yuki yang menghampiri Nindy dengan membawa segelas air putih dan di berikan pada Jonathan agar Nindy meminumnya.
"Nindi..ini Nara..! ceritakan kalau kamu sudah sanggup cerita. Apa pun yang terjadi padamu..! kamu bagian dari kami, kami ingin tahu apa yang bisa membuatmu begini..??!" ucap Nara.
"Nara...!?" Nindy mencoba mengingat sahabatnya yang sedari mereka di perguruan mawar Jingga di lereng gunung itu.
Setelah minum air yang di berikan Jonathan padanya, Nindy berusaha menenangkan dirinya.
Gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan.
Flashback On π
Waktu dimana anggota geng Kobra di bawah pimpinan Baskoro.
Rani, Jonathan, lima belas anggota geng serigala terpilih dan Inspektur Alex yang menyerang markas geng Kobra waktu itu.
Anggota geng Kobra yang berada di tiga titik,
Terbanyak di markas geng kobra.
Sebagian menyerang Gym Raditya.
Sebagian menyerang Kediaman Wibowo yang menjadi markas dari geng Serigala kala itu.
Jordy dan sebagian dari anggota geng Serigala, bisa menyelamatkan Nara, namun tidak dengan istri Om Jordy yang juga ibunda Nara dan Jonathan.
Ibunda Nara kala itu menjadikan dirinya tameng dari tembakan yang mengarah ke Suaminya.
Nindy yang terpisah dari Jordi dan Nara, terpojok dan kakinya terkena tembak.
Kemudian mereka membawa Nindy ke sebuah kontainer bersama para tahanan yang lainnya.
Mereka pergi sebelum anggota polisi datang membantu Jordy dan Nara
"Kak Jo...! tolong Nindy...! Sakit kaki Nindy..!! kak Jo...!!" rintih Nindy yang mengharapkan kedatangan Jonathan.
Sedangkan Jonathan sedang bertempur di markas geng Kobra yang juga antara hidup dan mati waktu itu.
"Kak Jo...!!" suara terakhir Nindy yang pada akhirnya dia tak sadarkan diri karena darahnya yang terus mengalir.
...~Β₯~...
Author :"Aduh..! awal flashback dah nyesek nih...! ini baru awal penderitaan Nindy....!"
Jonathan :"Masak sih Thor..! ini baru awalnya...? begini aja aku nggak tega..!"
Author :" iya..! author mau lanjutin novel sebelah dulu ya..!"
Jonathan :" Oke Thor..! semangaatππ€πβοΈ..!"
...π·π·π·π·π·...
...Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....
...Terima kasih...
...Bersambung...