
Para ahli kantor Urusan Rumah Tangga memberikan kesaksian mereka. Jessie, si pelayan, memberikan kesaksiannya, yang sebagian besar ditolak tapi jelas makin memberatkan terdakwa
Freda Stanton mengemukakan keadaan bibinya yang memburuk manakala wanita itu menyantap makanan yang disiapkan suaminya. Radnor mengisahkan bagaimana, secara mendadak, dia singgah pada hari Nyonya Pengelley tiada dan mendapatkan Pengelley tengah meletakkan kembali botol obat pembasmi rumput liar di rak di gudang, sedangkan bubur Nyonya Pengelley terletak di atas meja di dekatnya.
Kemudian Nona Marks, sekretaris berambut terang itu, dipanggil. Wanita itu menangis, menjerit-jerit histeris, dan mengakui adanya hubungan istimewa antara dirinya dengan sang majikan, bahwa atasannya berjanji akan menikahinya seandainya terjadi sesuatu dengan istrinya. Pengelley menyatakan pembelaannya dan diajukan ke pengadilan.
Radnor berjalan bersama komisaris Saga dan Rani, kembali ke penginapan mereka.
"Anda lihat, Radnor," kata komisaris Saga,
"saya benar. Suara masyarakat berbicara tanpa nada keraguan. Tidak akan ada pemetiesan kasus ini." sambungnya.
"Anda benar sekali," kata Radnor yang menghela napas.
"Apakah Anda melihat kemungkinan ia dibebaskan?" lanjut tanya Radnor .
"Well, dia sudah menyatakan pembelaan dirinya. Mungkin saja ada sesuatu yang dirahasiakannya yang akan diungkapkan kelak, seperti yang kalian, orang-orang Inggris, katakan. Masuklah. Anda tidak keberatan?" jelas Komisaris Saga dan mengundang Radnor untuk minum kopi.
Radnor menerima undangan itu, dan mereka menuju ke kopishop terdekat yang sudah terkenal kenikmatannya itu.
"Tentu saja,"
"Saya mempunyai banyak pengalaman dalam perkara-perkara seperti ini. Dan saya melihat hanya ada satu jalan keluar bagimu." kata komisaris Saga.
"Apakah itu?" tanya Radnor yang penasaran.
"Anda harus menandatangani pernyataan ini." kata Komisaris Saga yang dengan kecepatan seorang tukang sulap, dia mengeluarkan sehelai kertas penuh tulisan.
"Apa ini?" tanya Radnor yang bertambah penasaran.
"Pengakuan bahwa Anda membunuh Nyonya Pengelley." jawab Komisaris Saga.
Suasana sunyi sejenak; kemudian Radnor tertawa.
"Ha....ha....! Anda gila!"
"Tidak, tidak, Sobat. Saya tidak gila. Anda datang kemari; mulai membangun bisnis kecil; dan Anda kekurangan uang. Tuan Pengelley seorang kaya-raya. Anda bertemu dengan keponakannya dan dia cenderung bersikap ramah kepada Anda. Akan tetapi, hanya sedikit uang yang mungkin diberikan Pengelley kepadanya pada saat pernikahan Anda. Jumlah itu tidak cukup. Anda harus membebaskan diri, baik dari paman maupun bibi gadis itu, kalau ingin harta itu jatuh ke tangannya karena dialah satu-satunya famili. Bukan main cerdiknya Anda merencanakan semua ini! Anda mencumbu wanita setengah baya yang lugu itu, sehingga ia menjadi budak Anda. Anda menanamkan rasa curiga terhadap suaminya. Mula-mula soal pengkhianatan suaminya - kemudian, bahwa suaminya tengah meracuninya. Anda sering berada di rumah itu sehingga berkesempatan untuk membubuhkan arsenikum ke dalam makanannya. Tetapi, Anda berhati-hati untuk tidak melakukannya apabila si suami pergi. Sebagai wanita, dia tidak menyimpan kecurigaannya sendiri. Diceritakannya perasaan ini kepada keponakannya. Tidak diragukan lagi si keponakan meneruskannya kepada kawan-kawan wanitanya yang lain. Satu-satunya persoalan Anda adalah mempertahankan hubungan dengan masing-masing kedua wanita itu, yang bagi Anda tidak jadi masalah. Kepada si bibi Anda menjelaskan bahwa Anda harus berpura-pura memacari sang keponakan untuk menghindarkan kecurigaan suaminya. Dan wanita muda itu hanya perlu sedikit diyakinkan - dia tidak akan pernah benar-benar menganggap bibinya sebagai saingan." jelas Komisaris Saga.
"Akan tetapi, kemudian Nyonya Pengelley memutuskan untuk berkonsultasi dengan saya, tanpa mengatakan apa pun kepada Anda. Andaikata dia benar-benar yakin bahwa suaminya berusaha meracuninya, dia tidak akan merasa bersalah bila meninggalkan laki-laki itu dan hidup dengan Anda - begitulah sangkanya yang Anda inginkan. Padahal angan-angannya ini sama sekali tidak sesuai dengan jalan cerita yang Anda susun. Anda tidak ingin ada detektif yang turut campur. Saat yang menguntungkan tiba. Anda sedang berada di rumah itu ketika Tuan Pengelley mengambilkan bubur untuk istrinya dan Anda berikan dosis yang mematikan itu. Selanjutnya mudah ditebak. Kelihatannya Anda berharap untuk memetieskan persoalan-persoalan ini, padahal diam-diam Anda justru membangkitkannya." jelas Komisaris Saga.
Radnor pucat seperti mayat, meskipun ia masih berusaha untuk menutupi kesalahannya.
"Menarik dan cerdik sekali. Apa alasan semua tuduhan ini?" tanya Radnor.
Radnor ragu-ragu. "Anda tidak punya bukti apa-apa."
"Tidak dapatkah saya membuktikannya? Saya Rani. Lihatlah ke luar jendela. Dua orang di jalan itu. Mereka sudah diperintahkan untuk mengikuti Anda." kata Rani.
Radnor melangkah menuju jendela, menyingkapkan tirai bambu, dan kembali sambil menyumpah-nyumpah.
"Anda lihat, tuan Radnor! Tandatanganilah - ini kesempatan terbaik untuk Anda." kata Rani.
"Jaminan apa yang saya dapatkan?"tanya Radnor.
"Bahwa saya dapat dipercaya. Janji Rani jika Anda akan menandatangani" kata Rani.
"Baik, tolong naikkan tirai sebelah kiri setengahnya. Ini isyarat bahwa Radnor boleh pergi tanpa diganggu." ucap Radnor yang dengan wajah pucat-pasi dan mulut berkomat-kamit menyumpah Radnor bergegas ke luar.
"Pengecut! Aku sudah tahu sejak dulu!" seru Komisaris Saga yang mengangguk dengan lembut.
"Kak Saga, bagiku kau bertindak dengan cara penjahat," teriak Rani gusar.
"kau selalu berkhotbah tanpa perasaan. Sekarang kaubiarkan seorang penjahat yang berbahaya meloloskan diri semata-mata dengan alasan perasaan." kata Rani.
"Ini bukan perasaan - ini bisnis," jawab komisaris Saga.
"Tidakkah kau mengerti, Sobat, bahwa kita tidak mempunyai bukti melawan dia" Haruskah aku bangkit dan berkata kepada orang-orang Cornish yang pendiam bahwa aku, akan mengetahuinya. Mereka akan menertawakan aku. Satu-satunya cara adalah menakutnakuti dia dan mendapatkan pengakuannya dengan cara tadi. Kedua orang yang bermalas-malasan yang kulihat di luar itu sangat berguna. Turunkanlah tirai bambu itu lagi, Rani. Tidak ada alasan untuk menaikkannya. Itu tadi cuma bagian dari taktik kita." jelas Komisaris Saga.
"Well, well, kita harus tepati kata-kata kita. Dua puluh empat jam, itu tadi kataku. Biarlah Tuan Pengelley menunggu sedikit lama - ini tidak lebih dari yang pantas dia terima. Untuk mengingatkan kau, dia kan mengkhianati istrinya. Seperti kau tahu, aku sangat keras dalam soal keluarga. Ah, dua puluh empat jam kemudian!" gumam komisaris Saga.
"Aku percaya penuh kepada Inspektur Alex. Mereka akan menangkapnya, Ran. Mereka akan menangkapnya." sambung Komisaris Saga.
...¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...