
Anak itu, pada hal ada hal penting...! kenapa papanya tidak di kasih tahu sih...!!" gerutu Komisaris Anggara yang kemudian berdiri dan memeluk Rani.
Rani yang mendapat pelukan secara tiba-tiba dari calon mertuanya sungguh terkejut.
"Kemampuanmu sungguh luar biasa, tapi kamu tetap waspada..!!" kata komisaris Anggara.
"Baik pa..!!" kata Rani yang kemudian melepaskan pelukan mereka.
"Tak kusangka selera anakku manis juga..! he..he..!!" kata Komisaris sambil mengusap rambut Rani.
Rani pun tersipu malu.
"Manis tapi menakutkan...!!' kata Inspektur Alex sambil tersenyum.
"Inspektur..!!" seru Rani yang tak mau di katakan menakutkan.
"Sekarang Rancana kita apa?" tanya Jonathan.
"Kita pulang..!" jawab Inspektur Alex.
"Nampaknya kita masih harus bermain-main sebentar..!" seru Rani saat melihat puluhan anggota geng kobra mendekat.
"Tuan-tuan, apa kalian sudah siap untuk bermain-main..??" tanya Jonathan pada Komisaris Anggara dan Tuan Wibowo.
"Apa boleh buat..!! kita tuntaskan saja geng Kobra, dan kita bubarkan sekalian..!!" seru Komisaris Anggara dengan tegas.
"Kamu tidak apa-apa Dit, kalau geng Kobra kami bubarkan?" tanya Rani pada Dito.
"Aku tak masalah..! karena aku ingin hidup normal..!!" jawab Dito yang penuh harap.
"Okey..! kita bubarkan dan tuntaskan geng kobra..!!" seru Inspektur Alex lantang.
Dan mereka pun berlari mendekat dan menghadang anggota geng kobra.
"Dito..!! kamu tetap di belakang kami...!!" seru Rani yang sedikit mengkhawatirkan Dito yang tidak ada bekal bela diri.
Rani berlari mendahului mereka, dengan menggunakan kelereng yang tersisa dia berusaha melumpuhkan anggota geng kobra sebanyak mungkin.
"Takk...!!"
"Aghh..!!"
"Takk...!!"
"Aahh...!!"
Hampir setengah anggota geng Kobra telah di lumpuhkan Rani dengan sentilan kelerengnya.
"Hiaaat...!!"
"Bagh..!!"
"Bugh..!!"
"Desh...!!"
Inspektur Alex dan yang lainnya menghadapi lawannya dengan saling melindungi.
Perlahan demi perlahan, mereka masuk ke ruang utama.
Rani pikir dia telah melumpuhkan sebagian dari anggota geng Kobra, ternyata anggota geng kobra seperti air sungai yang mengalir.
Terus menerus datang tanpa henti.
Rani melihat Anggota geng Srigala yang memakai jaket geng kobra dengan memakai syal hijau, sudah keletihan melawan geng kobra yang terus berdatangan.
"Inspektur..!! bagaimana ini? kita kalah jumlah..!! mereka datang bak air sungai..!!" seru Rani saat saling punggung dengan Inspektur Alex.
"Aku akan panggil pasukan kepolisian yang ada di luar...!!" seru Inspektur Alex yang masih dalam posisi siaga.
"Aku akan mencari tahu, dari mana mereka berasal...!!" seru Rani yang kemudian memegang liontin pusakanya dan merubahnya menjadi tombak.
Gadis itu terus melawan dan menghunuskan mata tombak ke perut lawan-lawannya.
Inspektur Alex terus melawan anggota geng kobra dengan mengarah ke halaman depan markas geng kobra.
"Ciiisssss...!! Dorr...!! dorr...!!"
Inspektur Alex menyalahkan kembang api saat ada kesempatan.
Dua menit kemudian, lima puluh pasukan kepolisian bersenjata berdatangan.
"Dorr..!!"
"Dorr...!!"
"Dorr...!!"
Salah satu pemimpin pasukan itu, memberikan Inspektur Alex senjata api dengan melemparkannya ke arah Inspektur Alex.
"Inspektur Alex..! Tangkap..!!" seru polisi itu.
Sedetik kemudian Inspektur Alex menangkapnya.
.
Kini Inspektur Alex menggunakan senjata api untuk melawan anggota geng kobra.
"Dorr..!!"
"Dorr...!!"
Suara Inspektur Alex pun menggunakan senjata api itu.
Sementara itu Rani yang juga masih terus berjuang melawan anggota geng kobra, merasakan staminanya sudah tak bisa terkontrol lagi.
"Mayat-mayat anggota geng kobra sudah bayak yang bergelimpangan, kenapa belum juga habis anggota-anggota geng kobra ini..!!' kata dalam hati Rani.
Rani pun melihat arah datangnya geng kobra yang berdatangan yang tiap menit semakin banyak itu.
"Dari samping markas..!!":kata dalam hati Rani.
Benar saja di halaman samping markas geng Kobra yang amat luas dengan ukuran dua kali Stadion sepak bola.
Terdapat landasan helikopter di tengahnya.
Sekilas Rani melihat cahaya merah dan hitam di tengah landasan helikopter.
"Baskoro...!! pantas saja mereka datang tak ada hentinya, rupanya dari cincin Baskoro...!!" seru Rani yang kemudian mengubah Tombak langit menjadi pedang langit.
"Hiaaaat..!!"
"Trang...!!"
"Trang..!!"
"Sret...!!"
"Aaaagh...!!
"Sreett..!!"
"Aghh...!!"
"Siall...! Kalau begini terus, tenagaku akan terkuras habis...!!" kata dalam hati Rani yang kemudian menelan pil langit yang dia keluarkan dari pegangan bagian bawah pedang langit.
Sejurus kemudian Rani melompat dengan pundak dan kepala anggota geng kobra sebagai pijakan, Rani berlari mendekati Baskoro.
"Baskoro..!! hentikanlah ulahmu itu...!!" seru Rani saat sudah ada di hadapan Baskoro.
"Ha...ha..! Kau rupanya...!!" seru Baskoro yang kemudian menghentikan aksinya yang sebelumnya telah mengeluarkan lima puluh anggota geng kobra dari dalam cahaya merah dan hitam yang keluar dari cincin Baskoro.
Baskoro mengambil dua buah senjata api dari sarungnya.
"Bedebah...! dia mengeluarkan senjata api..!!" gerutu Rani.
"Menyerahkan kau..! maka aku tak akan menembakmu...! namun aku akan mengulitimu...!!" seru Baskoro penuh rasa kemenangan.
...~¥~...
*Maaf Sabtu dan Minggu, Author tidak bisa crazy Up. Namun tetap diusahakan untuk Up.
Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya.
Oya, dukung karya Author lainnya ya...
*CINTA UNTUK YULIA
*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.
*JADIKAN AKU YANG KEDUA
Terima kasih.
...Bersambung...